Jakartabuilding.id – Kesalahan paling sering soal ukuran balok rumah 2 lantai adalah memakai satu angka untuk semua balok. Padahal tinggi balok mengikuti bentang, dan sengkangnya tidak boleh dipasang merata.
Sobat JB, di bawah ini kami bedakan empat jenis balok, menghitung tinggi minimumnya dari SNI 2847:2019, lalu menghitung balok untuk contoh rumah 6 × 10 m.
Sloof, Balok Induk, Balok Anak, Ring Balok

Keempatnya sama-sama balok beton bertulang. Bedanya ada di letak dan beban yang dipikul.
Sloof duduk di atas pondasi dan mengikat kaki kolom. Ukuran dan besinya sudah kami bahas di artikel kolom praktis dan sloof, jadi tidak diulang di sini.
Balok induk menghubungkan kolom struktur di lantai 2. Ia memikul pelat lantai, dinding lantai atas, dan meneruskan bebannya ke kolom.
Balok anak bertumpu pada balok induk, bukan pada kolom. Fungsinya memperpendek bentang pelat atau menahan dinding yang tidak jatuh di garis kolom.
Ring balok mengunci puncak dinding lantai 2 dan menjadi dudukan rangka atap. Prototipe rumah sederhana PUPR memakai ring balok 12 × 15 cm, tetapi itu untuk rumah satu lantai.
Ukuran Balok Rumah 2 Lantai Menurut Bentang
SNI 2847:2019 Tabel 9.3.1.1 memberi tinggi minimum balok dari panjang bentang (ℓ). Rumusnya ℓ/16 untuk tumpuan sederhana, ℓ/18,5 untuk menerus satu sisi, dan ℓ/21 untuk menerus dua sisi.
Kami menghitungnya untuk bentang rumah yang umum:Bentang Tumpuan sederhana Menerus satu sisi Menerus dua sisi 3,0 m 18,8 cm 16,2 cm 14,3 cm 3,5 m 21,9 cm 18,9 cm 16,7 cm 4,0 m 25,0 cm 21,6 cm 19,0 cm 5,0 m 31,3 cm 27,0 cm 23,8 cm 6,0 m 37,5 cm 32,4 cm 28,6 cm
Balok kantilever untuk balkon atau kanopi memakai ℓ/8. Kantilever 1,5 m berarti tinggi minimum 18,8 cm.
Ada dua catatan penting. Rumus ini berlaku untuk beton normal dan besi mutu 420, dan hanya untuk balok yang tidak memikul partisi mudah retak.
Balok yang menopang dinding bata bisa masuk pengecualian itu, jadi lendutannya perlu dicek. Kami memperlakukan tabel di atas sebagai batas bawah mutlak, lalu menambah 5–10 cm.
Lebarnya bagaimana? Di luar pasal gempa, kami tidak menemukan lebar minimum umum untuk balok di SNI 2847. Batas 25 cm baru berlaku bila perencana memakai sistem rangka pemikul momen khusus (Pasal 18.6.2.1).
Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa Departemen PU (2006) memberi balok minimal 15 × 20 cm. Angka itu untuk bangunan tidak bertingkat.
Bentang di atas 4 m, balok yang memikul kolom di atasnya, atau rencana tandon air di dak sebaiknya dihitung insinyur sipil. PP 16/2021 Pasal 29 juga mewajibkan struktur dihitung dengan mekanika teknik dan beban gempa.
Sengkang Rapat di Ujung Balok

Gaya geser terbesar ada di dekat kolom. Karena itu sengkang di ujung balok harus lebih rapat daripada di tengah bentang.
Pedoman PU 2006 (detail balok ke kolom, Gambar 75) mengatur jarak sengkang sepanjang dua kali tinggi balok dari muka kolom: terkecil dari ¼ tinggi balok, 16 kali diameter besi utama, atau 15 cm. Di tengah bentang, maksimum ½ tinggi balok atau 15 cm.
Untuk balok 15/30 dengan besi D13, artinya sengkang Ø8 berjarak 7,5 cm sepanjang 60 cm di tiap ujung. Sisanya 15 cm.
SNI 2847:2019 Pasal 18.4.2.4 lebih ketat untuk rangka pemikul momen menengah. Jaraknya maksimum d/4, dengan d tinggi efektif balok.
Dengan selimut 40 mm sesuai Tabel 20.6.1.3.1, d balok 30 cm sekitar 24,5 cm. Jarak sengkang di ujung jadi sekitar 6 cm, dan sengkang pertama maksimal 5 cm dari muka kolom.
Bandingkan dengan kebiasaan “Ø8-15 merata”. Di ujung balok, jaraknya dua kali lebih renggang dari yang diminta pedoman.
Balok anak punya aturan sendiri. Pedoman PU 2006 membatasi sengkangnya 2/3 tinggi balok atau 20 cm, jadi balok anak 15/25 cukup Ø8 jarak 16 cm.
Sambungan Balok dan Kolom

Di pertemuan balok dan kolom, panjang besi lebih menentukan daripada diameternya. Pedoman PU 2006 memberi tiga aturan yang mudah diperiksa di lapangan.
- Besi atas dan bawah balok masuk ke kolom pinggir lalu ditekuk sepanjang 40 kali diameter, yaitu 52 cm untuk D13.
- Sambungan lewatan minimal 40 kali diameter dan diletakkan di ¼ bentang, bukan di muka kolom.
- Besi atas balok anak melewati balok induk lalu ditekuk 40d, sedangkan besi bawahnya ditekuk ke atas 30d.
Sengkang kolom harus diteruskan melewati daerah pertemuan balok. SNI 2847 Pasal 18.3.2 menambahkan: minimal dua batang atas dan dua batang bawah menerus sepanjang balok.
Kesalahan yang sering terlihat: besi bawah balok dipotong rata di muka kolom karena “toh di bawah ada kolom”. Tanpa tekukan 40d, besi itu tidak terangkur penuh seperti yang diminta pedoman.
Contoh Denah 6 × 10 Meter

Misalnya rumah 6 × 10 m dengan kolom struktur 20 × 20 cm. Arah lebar dibagi 3 + 3 m, arah panjang 3,5 + 3 + 3,5 m.
Grid itu menghasilkan 12 kolom dan 17 bentang balok induk lantai 2. Panjang totalnya 54 m.
Bentang terpanjang 3,5 m butuh tinggi minimum 21,9 cm. Kami memakai balok induk 15/30 dengan 4 D13 dan sengkang Ø8.
Hasil hitungan redaksi:Elemen Ukuran dan besi Kebutuhan Balok induk lantai 2 15/30, 4 D13, Ø8-7,5/15 54 m; 2,43 m³ beton; 28 batang D13 Sengkang balok induk Ø8, panjang potong 73 cm 460 buah; 29 batang Ø8 Balok anak (dinding kamar mandi) 15/25, 4 Ø10, Ø8-16 2 bentang × 3 m Ring balok 15/20, 4 Ø10, Ø8-15 54 m; 360 sengkang
Total besinya sekitar 638 kg untuk 4,28 m³ beton, atau 149 kg per m³. Asumsi SNI 7394:2008 untuk balok adalah 200 kg per m³, setara 855 kg.
Selisih itu wajar karena hitungan kami belum memasukkan besi tambahan tumpuan, sisa potongan, dan kawat. Untuk anggaran, kami tetap memakai angka 200 kg per m³.
Sengkang rapat di ujung menambah 113 buah dibanding pola merata 15 cm. Dengan berat Ø8 0,395 kg per meter, tambahannya hanya sekitar 33 kg.
Beton balok sebaiknya memakai mutu yang sama dengan pelat. Takarannya ada di artikel campuran beton K-225, dan sebelum dirakit, cek diameter dan berat besinya dengan timbangan.
Hari ini, ukur jarak as kolom di gambar kerjamu, lalu cocokkan tinggi baloknya dengan tabel bentang di atas.






