Jakartabuilding.id – Kolom praktis pakai besi berapa untuk rumah satu lantai? Pedoman pemerintah memakai empat batang besi 10 mm dengan sengkang 8 mm berjarak 15 cm, pada penampang kolom minimal 15 × 15 cm.
Sobat JB, sloof di bawahnya justru butuh lebih: ukuran 15 × 20 cm, dan satu pedoman meminta besi utama 12 mm. Di bawah ini ada tabel dari tiga dokumen resmi lengkap dengan halamannya, hitungan berat besi per meter, dan batas kapan rumah wajib dihitung insinyur.
Ukuran Sloof dan Kolom Praktis Menurut PUPR
Tiga dokumen dipakai di sini: Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dari Ditjen Cipta Karya (2006), gambar prototipe rumah sederhana tipe 36/72 Kementerian PUPR (2024), dan Buku Saku Petunjuk Konstruksi Bangunan Sederhana 2024.Elemen Pedoman Cipta Karya 2006 Prototipe PUPR 2024 Buku Saku PU 2024 Sloof min. 15 × 20 cm, besi utama min. Ø12 mm 15/20 cm, besi Ø10 mm min. 15 × 20 cm, besi Ø10 mm Kolom praktis min. 15 × 15 cm, besi utama min. Ø10 mm 12/19 cm, 4 Ø10 mm min. 15 × 15 cm, 4 Ø10 mm Sengkang kolom min. Ø6, sloof min. Ø8, jarak 15 cm Ø8 mm jarak 15 cm Ø8 mm jarak 15 cm Ring balok besi utama min. Ø10 mm 12 × 15 cm min. 12 × 15 cm, Ø10 mm Batas dinding 12 m² per bidang (rumah beton) jarak as kolom umumnya 3 m maks. 9 m², jarak kolom maks. 3 m
Angka Pedoman 2006 ada di halaman 44 dan 60, sedangkan angka prototipe ada di gambar 22/S sampai 31/S. Data Buku Saku kami cek pada 1 Oktober 2026; per 6 Oktober 2026 berkasnya tidak lagi bisa diunduh dari situs PU.
Jalan tengahnya sederhana. Ambil angka yang paling ketat dari ketiganya, dan rangka rumah satu lantai sudah memenuhi ketiga pedoman itu sekaligus.
Detail Tulangan per Elemen
1. Kolom Praktis 15 × 15 atau 12 × 19

Kolom praktis rumah satu lantai memakai empat besi Ø10 mm, satu di tiap sudut. Pedoman 2006 juga menulis batas bawahnya Ø10 mm, jadi besi 8 mm untuk tulangan utama berada di bawah pedoman.
Penampangnya minimal 15 × 15 cm. Prototipe PUPR memakai versi pipih 12 × 19 cm agar sisi kolom rata dengan dinding bata.
Sengkangnya Ø8 mm tiap 15 cm di prototipe dan Buku Saku. Pedoman 2006 masih membolehkan Ø6 mm untuk kolom, tetapi dua dokumen yang lebih baru sudah memakai Ø8.
2. Sloof 15 × 20 dengan Besi Ø10–Ø12

Sloof adalah balok pengikat di atas fondasi, dan semua dinding bertumpu padanya. Pedoman 2006 meminta besi utamanya minimal Ø12 mm dengan sengkang Ø8 mm tiap 15 cm, lebih besar daripada kolom.
Prototipe PUPR 2024 dan Buku Saku memakai Ø10 mm. Saya pribadi memilih Ø12 untuk sloof bila tanahnya lunak, karena selisih beratnya hanya sekitar 1,1 kg per meter.
Selimut beton sloof 15 mm menurut Buku Saku. Ganjal besi dengan beton decking, bukan pecahan bata, supaya jarak itu benar-benar terjaga.
3. Ring Balok dan Jarak Antarkolom

Ring balok mengunci puncak dinding dengan ukuran minimal 12 × 15 cm dan besi utama Ø10 mm. Di denah prototipe tipe 36, ring balok 12 × 15 cm mengelilingi semua dinding.
Kolom dipasang di setiap sudut, pertemuan dinding, dan sisi bukaan pintu atau jendela. Jarak as kolom di prototipe umumnya 300 cm.
Batas luas dinding berbeda antar dokumen: 9 m² di Buku Saku, 12 m² di Pedoman 2006 untuk rumah beton bertulang, dan 16 m² untuk bangunan tidak bertingkat yang memakai balok lintel. Pakai 9 m² sebagai patokan, karena itu yang paling aman.
4. Sambungan, Kait, dan Angkur

Besi kolom masuk ke sloof dan ring balok minimal 40 kali diameter, yaitu 40 cm untuk besi 10 mm. Ujung besi ditekuk ke dalam balok atau kolom sejauh 10 kali diameter dengan sudut 115 derajat, menurut gambar 66 di Pedoman 2006.
Dinding bata diikat ke kolom dengan angkur Ø10 mm setiap enam lapis bata, panjang minimal 40 cm. Bagian ini yang paling sering dilewati tukang, padahal tanpa angkur dinding bisa lepas dari kolom saat gempa.
Betonnya memakai campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dengan setengah bagian air, targetnya kuat tekan minimal 175 kg/cm² pada umur 28 hari.
Kebutuhan Besi per Meter
Hitungan redaksi dengan berat nominal SNI 2052 (Ø10 = 0,617 kg/m, Ø8 = 0,395 kg/m) memberi angka berikut. Sloof 15 × 20 cm berbesi 4 Ø10 butuh 4 meter besi utama dan sekitar 4,5 meter sengkang per meter panjang.
Beratnya sekitar 2,47 kg besi utama ditambah 1,78 kg sengkang, total kira-kira 4,25 kg per meter sloof. Panjang sengkang dihitung dari selimut 15 mm dan kait 6 diameter di tiap ujung.
Satu kolom setinggi 3 meter, ditambah penyaluran 40 cm, memakai 13,6 meter besi Ø10 (sekitar 8,4 kg). Sengkangnya 21 buah atau sekitar 12 meter besi Ø8.
Artinya, satu kolom kira-kira menghabiskan lebih dari satu batang besi 10 mm ukuran 12 meter. Hitung jumlah kolom di denah, lalu tambahkan cadangan untuk potongan.
Sebelum membayar, timbang beberapa batang besi untuk memastikan ukurannya tidak “banci”. Caranya ada di panduan cek besi beton SNI dengan timbangan.
Kolom Praktis dan Kolom Struktur
Di rumah satu lantai berdinding bata, kolom 15 × 15 cm itu bekerja bersama dinding sebagai rangka pengaku. Pedoman 2006 menyebutnya kolom pengaku, bukan kolom portal yang dihitung tersendiri.
Rumah bertingkat lain cerita. Pedoman 2006 meminta luas besi dan jarak sengkang balok serta kolom rumah bertingkat dihitung menurut peraturan, dengan minimal empat batang besi di tiap penampang.
PP 16/2021 Pasal 29 ayat (8) juga mewajibkan perencanaan struktur bangunan gedung memakai perhitungan mekanika teknik. Rumah tinggal tunggal satu lantai sampai 72 m² atau dua lantai sampai 90 m² dinilai tim teknis daerah, bukan tim ahli.
“Tapi tukang bilang kolom 15 × 15 cukup untuk lantai dua?” Jawabannya tidak bisa dipastikan tanpa hitungan, karena beban lantai dua tergantung bentang dan pelat lantainya.
Mengubah gambar prototipe pun ada aturannya. Pasal 57 PP 16/2021 membolehkan penyesuaian selama syarat tahan gempa tetap terpenuhi.
Urutan pengerjaannya, dari bouwplank sampai atap, sudah dibahas di tahapan membangun rumah.
Angka di atas berlaku untuk rumah satu lantai berdinding bata; untuk rumah dua lantai atau dak beton, ukuran kolom dan besinya perlu dihitung insinyur sipil.






