Jakartabuilding.id – Upah tukang Jakarta 2026 menurut daftar upah Pemprov DKI adalah Rp241.112 per hari, sedangkan pekerja atau kenek Rp229.195 per hari. Sobat JB, kepala tukang tercatat Rp262.029 dan mandor Rp277.239 per hari.
Angka ini dipakai untuk menyusun anggaran proyek pemerintah, tetapi berguna juga sebagai patokan saat menawar tukang untuk rumah sendiri. Di bawah ini rinciannya, asal angkanya, dan cara menghitung upah borongan per meter persegi.
Daftar Upah Harian 2026

Daftar ini tercantum di katalog portal Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, dengan rujukan Keputusan Gubernur DKI 1142/2025. Satuannya OH (orang per hari) dan OJ (orang per jam).
Dibanding 2025, semua upah naik sekitar 6,2%. Upah pekerja naik dari Rp215.870 menjadi Rp229.195 per hari, dan tukang dari Rp227.095 menjadi Rp241.112.
1. Pekerja atau Kenek

Pekerja tercatat Rp229.195 per hari atau Rp32.742 per jam. Pekerja membantu tukang mengangkut bahan, mengaduk, dan membersihkan lokasi.
Dalam pedoman analisis harga pekerjaan, hampir setiap pekerjaan memakai pekerja sekitar dua kali jumlah hari tukang. Contohnya pemasangan keramik lantai: 0,1538 hari pekerja untuk 0,0769 hari tukang per m².
2. Tukang Batu, Kayu, Besi, dan Cat

Tukang batu, tukang kayu, tukang besi, tukang cat, tukang las, dan tukang gali sama-sama Rp241.112 per hari atau Rp34.445 per jam. Tidak ada beda upah antarkeahlian di daftar ini.
Menurut saya, inilah alasan menilai tukang dari hasil kerjanya, bukan dari tarifnya. Selisih Rp12.000 per hari antara tukang dan kenek jauh lebih kecil daripada biaya membongkar pekerjaan yang salah.
3. Tukang Pipa, Kaca, dan Aluminium

Tukang pipa tercatat Rp229.195 per hari, sama dengan pekerja. Tukang kaca dan tukang aluminium tercatat Rp262.029 per hari, setara kepala tukang.
Kesalahan yang sering terlihat: menyerahkan instalasi pipa ke tukang batu karena upahnya sama. Pipa yang bocor di dalam dinding jauh lebih mahal diperbaiki daripada selisih memanggil tukang pipa.
4. Kepala Tukang dan Mandor

Kepala tukang tercatat Rp262.029 per hari atau Rp37.433 per jam. Mandor tercatat Rp277.239 per hari atau Rp39.606 per jam.
Di pedoman analisis harga, porsi kepala tukang sekitar sepersepuluh hari tukang, dan mandor lebih kecil lagi. Untuk renovasi rumah kecil, peran mandor sering dirangkap kepala tukang.
Asal Angka Upah

Keputusan Gubernur DKI 1142/2025 adalah keputusan tentang Upah Minimum Provinsi 2026, yang ditetapkan Rp5.729.876 per bulan atau naik 6,17%.
Hitungan redaksi: upah pekerja Rp229.195 sama persis dengan UMP dibagi 25 hari kerja. Upah per jamnya, Rp32.742, sama dengan upah harian dibagi 7 jam.
Tukang dibayar sekitar 5,2% di atas pekerja, kepala tukang 14,3%, dan mandor 21,0%. Jadi daftar ini adalah upah standar terendah yang layak, bukan tarif pasar tukang berpengalaman.
Harian atau Borongan

Dengan koefisien tenaga kerja dari pedoman analisis harga Kementerian PU, upah harian bisa diubah menjadi upah per meter persegi. Hasilnya: cat tembok baru sekitar Rp33.700 per m², keramik lantai Rp56.500, dinding bata ringan Rp61.500, dan plesteran Rp73.500.
Pekerjaan paling padat upah adalah keramik dinding 40 × 40 cm, sekitar Rp330.700 per m², karena butuh 0,9 hari pekerja dan 0,45 hari tukang per m².
Tapi bukankah borongan selalu lebih murah? Tidak selalu. Borongan memudahkan anggaran karena dihitung per hasil, tetapi pastikan spesifikasi tertulis jelas, karena pemborong cenderung mempercepat pekerjaan yang dibayar per meter.
Untuk gambaran biaya upah dan bahan sekaligus, lihat artikel biaya bangun rumah per meter.
Tukang yang dibayar layak dan diberi gambar kerja yang jelas hampir selalu lebih murah daripada tukang murah yang menebak-nebak.






