Jakartabuilding.id – Tanaman apa yang cocok di dalam ruangan yang jarang terkena matahari? Sobat JB, tujuh tanaman cocok di dalam ruangan yang paling mudah dirawat adalah sansevieria, sirih gading, ZZ plant, peace lily, aglonema, philodendron, dan lili paris.
Ketujuhnya tahan cahaya redup sampai sedang dan tidak perlu disiram setiap hari. Di bawah ini cara merawat masing-masing, mana yang aman untuk rumah dengan kucing atau anjing, dan seberapa besar sebenarnya pengaruh tanaman terhadap udara di dalam rumah.
7 Jenis Tanaman Cocok di Dalam Ruangan
Daftar ini disusun untuk kondisi rumah di Jakarta: ruangan yang hanya mendapat cahaya dari jendela, udara lembap, dan penghuni yang sibuk. Semua tanaman di bawah ini mudah ditemukan di penjual tanaman hias.
1. Sansevieria

Sansevieria atau lidah mertua adalah pilihan paling tahan banting. Tanaman ini tetap hidup di sudut yang redup, meskipun tumbuh lebih cepat di dekat jendela.
Siram setiap dua sampai tiga minggu, setelah tanahnya benar-benar kering. Penyebab sansevieria mati di dalam rumah hampir selalu terlalu banyak air, bukan kurang air.
2. Sirih Gading

Sirih gading tumbuh menjuntai atau merambat dan cocok untuk rak tinggi atau gantungan. Daun belangnya akan memudar menjadi hijau polos bila ruangan terlalu gelap, jadi itu tanda pot perlu digeser ke tempat yang lebih terang.
Siram saat 2–3 cm tanah bagian atas sudah kering. Batangnya juga mudah diperbanyak dengan stek yang direndam air.
3. ZZ Plant

ZZ plant menyimpan air di umbi di bawah tanah, sehingga tahan lupa disiram. Daunnya hijau mengilap dan tetap rapi di ruangan ber-AC dengan cahaya lampu.
Siram setiap dua sampai tiga minggu. Daun yang menguning dan batang yang lembek biasanya tanda akarnya terlalu basah.
4. Peace Lily

Peace lily adalah satu dari sedikit tanaman dalam ruangan yang berbunga putih tanpa perlu sinar matahari langsung. Tempatkan di dekat jendela dengan cahaya terang tidak langsung agar bunganya muncul.
Tanaman ini memberi tanda sendiri saat haus: daunnya terkulai. Setelah disiram, daunnya biasanya tegak kembali dalam beberapa jam.
5. Aglonema

Aglonema atau sri rejeki punya banyak varietas, dari hijau keperakan sampai merah muda menyala. Varietas hijau lebih tahan cahaya redup, sedangkan varietas merah butuh tempat yang lebih terang agar warnanya tidak pudar.
Siram saat tanah atas mulai kering, dan hindari pot yang menggenang. Aglonema cocok untuk meja ruang tamu atau sudut dekat pintu masuk.
6. Philodendron

Philodendron berdaun hati tumbuh merambat seperti sirih gading, sedangkan jenis berdaun besar membentuk rumpun tegak. Keduanya menyukai cahaya sedang dan kelembapan, sehingga cocok untuk iklim Jakarta.
Bersihkan debu di daunnya dengan lap basah setiap dua minggu. Daun yang bersih menyerap cahaya lebih baik di ruangan yang redup.
7. Lili Paris

Lili paris berdaun panjang seperti pita dan mengeluarkan anakan yang menggantung dari tangkainya. Tanaman ini butuh cahaya sedang sampai terang, misalnya di ambang jendela yang tidak terkena matahari siang.
Inilah satu-satunya tanaman di daftar ini yang menurut ASPCA tidak beracun bagi kucing dan anjing.
Perbandingan Tujuh Tanaman

Menurut basis data tanaman ASPCA, sansevieria beracun bagi kucing dan anjing karena mengandung saponin, yang bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare.
Sirih gading dan aglonema mengandung kalsium oksalat tak larut yang bisa membuat mulut, lidah, dan bibir hewan perih, ngiler, muntah, dan sulit menelan. ZZ plant, peace lily, dan philodendron satu keluarga talas-talasan (Araceae) dengan keduanya, jadi sebaiknya diperlakukan sama.
Rumah dengan kucing, anjing, atau balita yang suka memasukkan benda ke mulut sebaiknya meletakkan tanaman ini di rak tinggi. Bila ingin tanaman di lantai, lili paris adalah pilihan paling aman.
Mitos Tanaman Pembersih Udara

Studi NASA tahun 1989 menguji tanaman seperti sansevieria, peace lily, dan aglonema di ruang uji tertutup, dan menemukan tanaman bisa menyerap senyawa seperti benzena dan formaldehida. Hasil ini sering dikutip sebagai bukti tanaman membersihkan udara rumah.
Tapi bukankah beberapa pot tanaman sudah cukup untuk membersihkan udara kamar? Tidak. Analisis Cummings dan Waring menghitung dibutuhkan 10–1.000 tanaman per meter persegi lantai untuk menyamai efek pertukaran udara di bangunan biasa.
Untuk kamar 3 × 3 m, artinya minimal 90 pot. Udara rumah tetap paling efektif dibersihkan dengan ventilasi, sedangkan tanaman lebih tepat dianggap penyejuk mata dan penambah suasana.
Merawat Tanaman di Rumah

Menurut saya, kesalahan terbesar merawat tanaman dalam ruangan adalah menyiram menurut jadwal, bukan menurut kondisi tanah. Masukkan jari ke tanah sedalam satu ruas; bila masih lembap, tunda penyiraman.
Gunakan pot berlubang dan buang air yang tertampung di tatakan. Air yang menggenang di tatakan membuat sudut ruangan lembap dan bisa memicu jamur, seperti dibahas dalam artikel bahaya jamur dinding.
Putar pot seperempat putaran setiap minggu agar tanaman tumbuh rata ke arah cahaya. Untuk teras atau halaman yang terkena matahari langsung, pilih jenis lain seperti dalam daftar tanaman hias tahan panas.
Tanaman dalam ruangan tidak menggantikan jendela yang terbuka, tetapi ruangan yang hijau selalu terasa lebih hidup.





