7 Tanaman Hias Tahan Panas untuk Teras dan Taman Rumah

dinding bugenvil berbunga merah muda dan oranye
Dinding bugenvil berbunga/Foto: H. Zell via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Jakartabuilding.id – “Tanaman apa yang tidak gosong di teras yang kena matahari sore?” Sobat JB, pilihan paling aman adalah tanaman hias tahan panas yang dicontohkan pemerintah untuk taman atap, karena syaratnya tahan suhu tinggi dan relatif tahan kekurangan air.

Daftarnya ada di Permen PU Nomor 05/PRT/M/2008 tentang pedoman ruang terbuka hijau. Di bawah ini tujuh tanaman dari daftar itu, lengkap dengan kebutuhan cahaya, air, dan catatan keamanannya.

Bacaan Lainnya

Patokan dari Pedoman RTH

rumpun puring, tanaman hias tahan panas, di bawah matahari
Rumpun puring di bawah matahari/Foto: Joydeep via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Permen PU 05/2008 memberi lima kriteria untuk taman atap dan tanaman pot. Tanaman tidak berakar dalam, relatif tahan kekurangan air, tidak mengganggu struktur bangunan, tahan dan tumbuh baik pada temperatur tinggi, serta mudah dipelihara.

Kriteria itu cocok untuk teras, carport, dan halaman depan rumah di Jakarta yang terpapar matahari penuh. Pedoman yang sama juga meminta tanaman pekarangan tidak beracun dan tidak berduri.

Bagian ini yang sering bikin orang keliru: beberapa tanaman di daftar taman atap ternyata beracun atau berduri. Catatannya ada di tiap tanaman di bawah.

7 Tanaman Hias Tahan Panas

Data cahaya dan air diambil dari NParks Flora & Fauna Web Singapura, yang iklimnya tropis lembap seperti Jakarta.

1. Bugenvil

bunga kertas bugenvil ungu
Bugenvil ungu atau bunga kertas/Foto: Undeka 11 via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Bugenvil atau bunga kertas (Bougainvillea glabra) masuk Tabel 2.5 Permen PU 05/2008 sebagai tanaman berbunga untuk taman atap.

NParks mencatat bugenvil butuh matahari penuh dan sedikit air, tahan kekeringan, serta tumbuh cepat sampai sedang. Menurut saya, ini tanaman terbaik untuk pagar atau dinding yang menghadap barat.

Baca Juga:  7 Pohon Peneduh untuk Halaman Rumah, Lengkap dengan Tinggi Dewasanya

2. Puring

daun puring berwarna kuning merah
Puring di taman kota Ho Chi Minh, Vietnam/Foto: Diego Delso via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Puring (Codiaeum variegatum) dicantumkan Permen PU 05/2008 di dua tabel. Tabel tanaman jalur pejalan kaki mencatat tingginya 0,7 meter dengan jarak tanam 0,3 meter.

NParks mencatat tinggi maksimal 3 meter, butuh matahari penuh, dan air sedang. Catatannya: puring beracun bila tertelan, dan batang atau daunnya mengeluarkan getah putih saat dipotong.

3. Lidah Mertua

hamparan lidah mertua di lahan terbuka
Hamparan lidah mertua (Dracaena trifasciata)/Foto: Krzysztof Ziarnek, Kenraiz via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Lidah mertua atau pedang-pedangan (Sansevieria) tercatat di Permen PU 05/2008 dengan tinggi 0,5 meter dan jarak tanam 0,2 meter.

Missouri Botanical Garden mencatat tanaman ini tahan kekeringan dan perawatannya rendah. Masalah utamanya justru terlalu banyak air, yang sering menyebabkan busuk akar.

4. Alamanda

bunga alamanda kuning berbentuk terompet
Bunga alamanda (Allamanda cathartica)/Foto: Mokkie via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Alamanda (Allamanda cathartica) masuk Tabel 2.5 sebagai tanaman merambat berbunga. Bunganya kuning berbentuk terompet.

NParks mencatat tinggi 3–6 meter, butuh matahari penuh, dan air sedang. Alamanda juga beracun bila tertelan, jadi jauhkan dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan.

5. Kembang Merak

bunga kembang merak oranye merah
Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima)/Foto: Prenn via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) masuk Tabel 2.5 sebagai tanaman berbunga. Bunganya oranye-merah dengan benang sari panjang.

NParks mencatat tanaman ini butuh matahari penuh, air sedang, dan tumbuh cepat. Batang dan daunnya berduri dan cabangnya mudah patah, tapi bunganya menarik kupu-kupu dan lebah.

6. Soka

bunga soka Ixora javanica merah
Soka daun besar (Ixora javanica)/Foto: Suresh Aru via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Soka daun besar (Ixora javanica) dicantumkan di Tabel 2.5 Permen PU 05/2008 sebagai tanaman berbunga. Soka jepang yang lebih kecil tercatat setinggi 0,3 meter di tabel jalur pejalan kaki.

NParks mencatat Ixora javanica bisa mencapai 3 meter dan mau tumbuh di matahari penuh maupun semi teduh, dengan kebutuhan air sedang.

7. Sikas

taman berisi tanaman sikas
Taman sikas di Nanning, Tiongkok/Foto: EditQ via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Sikas (Cycas revoluta) masuk Tabel 2.5 karena bentuknya yang unik. NParks mencatat tinggi maksimal 6 meter dengan pertumbuhan lambat.

Baca Juga:  6 Pola Taman Rumah Minimalis Lahan Sempit

Sikas hanya butuh sedikit air dan tahan kekeringan. Daunnya runcing, jadi NParks menyarankan menanamnya jauh dari jalur pejalan kaki.

Cara Merawat di Terik Jakarta

rumpun lidah mertua berbunga
Rumpun lidah mertua yang sedang berbunga/Foto: Juan Cruzado Cortés via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Siram pagi hari, saat tanah belum panas. Untuk lidah mertua dan sikas, cukup siram saat media tanam sudah kering, karena keduanya lebih sering mati karena kebanyakan air.

Gunakan jarak tanam dari Permen PU 05/2008 untuk tanaman penutup: sekitar 0,2 meter untuk lidah mertua dan 0,3 meter untuk puring. Jarak ini membuat tanah cepat tertutup daun, sehingga penguapan berkurang.

Tapi bukankah semua tanaman tropis pasti tahan panas? Tidak. Tanaman seperti Ixora congesta menurut NParks lebih suka semi teduh, jadi tetap cek kebutuhan cahaya sebelum membeli.

Untuk halaman yang sempit, ide penataan tanaman-tanaman ini ada di artikel taman rumah minimalis lahan sempit.

Dari tujuh tanaman ini, mana yang paling cocok untuk teras rumahmu yang paling panas?

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait