Upah Tukang Pondasi Batu Kali per Meter Lari 2026

Pondasi batu kali baru selesai dipasang dengan permukaan atas diplester, dikelilingi patok kayu bouwplank dan benang
Pondasi batu belah baru selesai dipasang/Foto: EzekielFokam/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jakartabuilding.id – Dengan acuan AHSP 2026 dan upah harian resmi DKI, upah tukang pondasi batu kali per meter lari sekitar Rp310 ribu sampai Rp447 ribu menurut simulasi kami, tergantung ukuran penampangnya. Angka ini sudah mencakup galian, pasir urug, anstamping, pasang batu, dan urukan kembali, tetapi belum termasuk bahan serta biaya umum 10–15 persen.

Penampang yang banyak dipakai rumah satu lantai, lebar atas 30 cm, bawah 70 cm, dan tinggi 70 cm, keluar sekitar Rp400.850 per meter lari. Yang jarang disadari, lebih dari sepertiganya adalah upah menggali tanah, bukan memasang batu.

Bacaan Lainnya

Upah Pondasi Batu Kali per Meter Lari

Tukang borongan biasanya menawar per meter lari (m’), karena panjang pondasi mudah diukur dari denah. Pedoman pemerintah justru menghitung pekerjaan ini per meter kubik.

Pedoman itu adalah Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026 yang terbit Februari 2026. Isinya analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) yang merujuk Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023.

Masalahnya, satu meter lari pondasi bisa berisi 0,25 m³ atau 0,40 m³ batu, tergantung ukurannya. Tawaran per meter lari belum bisa dinilai mahal atau murah sebelum penampangnya jelas.

Jadi langkahnya dua. Ubah penampang menjadi volume per meter lari, lalu kalikan dengan upah per m³ dari AHSP.

Penampang Pondasi dan Volume per Meter Lari

Pondasi batu kali rumah tinggal berbentuk trapesium, sempit di atas dan lebar di bawah. Simulasi ini memakai tiga penampang contoh: A (atas 25, bawah 60, tinggi 60 cm), B (30/70/70 cm), dan C (30/70/80 cm).

Volume batunya dihitung dengan rumus trapesium: (lebar atas + lebar bawah) ÷ 2 × tinggi. Di bawahnya ada lapisan pasir urug dan batu kosong atau anstamping.

Galiannya juga lebih lebar dari pondasi agar tukang punya ruang kerja. Kami memakai asumsi lebar galian sama dengan lebar bawah ditambah 20 cm, sedangkan dalamnya sama dengan tinggi pondasi ditambah 20 cm (anstamping 15 cm dan pasir 5 cm).

Baca Juga:  Pondasi Rumah di Tanah Lunak: Jenis dan Biayanya
skema penampang untuk menghitung upah tukang pondasi batu kali per meter lari
Potongan pondasi batu kali penampang B/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Untuk penampang B, batu kalinya 0,35 m³ per meter lari, tetapi tanah yang digali mencapai 0,81 m³ (simulasi). Sisa lubang di samping pondasi, sekitar 0,28 m³, lalu diurug kembali.

Perbandingan itulah yang membuat upah galian besar. Volume tanahnya lebih dari dua kali volume batunya.

Koefisien Tenaga Galian dan Batu Kali AHSP

Koefisien AHSP menyebut kebutuhan orang-hari (OH) untuk menyelesaikan 1 m³ pekerjaan. Koefisien pekerja 1,5 OH berarti satu pekerja dianggap butuh satu setengah hari untuk 1 m³.

Upah hariannya kami ambil dari katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI. Katalog itu mencantumkan dasar Kepgub DKI Nomor 1142 Tahun 2025.

Info resmi Bangun Jakarta (DCKTRP DKI Jakarta)

PengelolaDinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta
Upah pekerja per hariRp229.195 (Kepgub 1142/2025)
Upah tukang per hariRp241.112 (Kepgub 1142/2025)
Upah kepala tukang per hariRp262.029 (Kepgub 1142/2025)
Upah mandor per hariRp277.239 (Kepgub 1142/2025)
Situs resmidcktrp.jakarta.go.id/bangunjakarta

Diverifikasi 20 Oktober 2026 dari katalog resmi; upah bisa berubah saat keputusan gubernur baru terbit.

1. Galian Tanah, Pasir Urug, dan Urukan Kembali

Item 1.2.1.1.1 di SE 47/2026, galian tanah biasa sedalam sampai 1 m dengan cara manual, hanya memakai pekerja 0,750 OH dan mandor 0,038 OH per m³. Dikali upah Kepgub 1142/2025, hasilnya Rp182.431 per m³.

parit galian pondasi rumah dengan gerobak dorong dan ekskavator mini di tepinya
Parit galian tanah di proyek rumah/Foto: Annie Spratt/Unsplash

Dalam SE yang sama, timbunan pasir urug (1.3.1.2) berkoefisien pekerja 0,300 OH dan urukan kembali (1.3.1.1) pekerja 0,500 OH. Koefisien keduanya jauh lebih ringan daripada galian.

Lampiran VI juga mencatat bahwa galian manual cocok untuk volume relatif kecil, sekitar 20–30 m³. Pada volume itu, sewa alat minimal tiga hari plus mobilisasi diperkirakan malah lebih mahal.

Baca Juga:  Biaya Pondasi Rumah per Ukuran Lahan 2026

Galian rumah 6 × 12 m di contoh kami sekitar 44 m³, di atas rentang tersebut. Bila akses jalan memungkinkan, menurut kami ekskavator mini layak ditanyakan harganya.

2. Anstamping dan Pasangan Batu Kali 1:4

Pasangan fondasi batu belah campuran 1 semen banding 4 pasir (1SP:4PP) cara manual (2.2.2.1.6, SE 47/2026) memakai pekerja 1,500 OH, tukang batu 0,500 OH, dan mandor 0,150 OH per m³. Item ini tidak mencantumkan kepala tukang.

pasangan batu belah yang direkatkan adukan semen
Pasangan batu belah dengan sambungan adukan/Foto: Teodor Costachioiu/Unsplash

Menurut SE 47/2026, campuran 1:3 dan 1:6 punya koefisien tenaga yang sama persis. Yang berubah hanya semennya: 202 kg dan 117 kg per m³, dibanding 163 kg untuk 1:4.

Artinya, campuran yang lebih kaya semen bukan alasan untuk menaikkan upah. Selisihnya ada di belanja bahan.

Anstamping (2.2.2.1.1) lebih ringan: pekerja 0,780 OH, tukang 0,390 OH, kepala tukang 0,039 OH, dan mandor 0,013 OH per m³. Semua koefisien itu kami kalikan dengan upah harian di kotak resmi di atas.

Pekerjaan (kode AHSP)Pekerja (OH)Tukang (OH)Kepala tukang (OH)Mandor (OH)Upah per m³
Galian tanah biasa s.d. 1 m (1.2.1.1.1)0,750000,038Rp182.431
Pasir urug (1.3.1.2)0,300000,015Rp72.917
Anstamping (2.2.2.1.1)0,7800,3900,0390,013Rp286.629
Pasang batu kali 1:4 manual (2.2.2.1.6)1,5000,50000,150Rp505.934
Urukan kembali (1.3.1.1)0,500000,025Rp121.529
Galian tanah berbatu s.d. 1 m (1.2.3.1.1)1,3510000,1351Rp347.097
Simulasi: koefisien SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI × upah harian Kepgub DKI 1142/2025, belum termasuk biaya umum dan keuntungan.

Tabel Upah dan Contoh Rumah 6 × 12

Volume tiap lapisan per meter lari, dikali upah per m³ di atas, menghasilkan tabel simulasi berikut. Kolom terakhir sudah ditambah biaya umum dan keuntungan 10 persen, batas bawah rentang AHSP.

Penampang (atas/bawah/tinggi)Batu kali per m’Galian per m’Upah AHSP per m’Tanpa mandor per m’Simulasi + biaya umum 10% (AHSP)
A: 25/60/60 cm0,255 m³0,640 m³Rp310.425Rp290.920Rp341.468
B: 30/70/70 cm0,350 m³0,810 m³Rp400.850Rp375.147Rp440.935
C: 30/70/80 cm0,400 m³0,900 m³Rp447.427Rp418.418Rp492.170
Simulasi Jakartabuilding.id dari AHSP SE 47/2026 dan upah Kepgub DKI 1142/2025; tanah biasa, galian manual.
grafik upah pondasi batu kali per meter lari menurut tiga penampang
Upah per meter lari menurut penampang pondasi/Grafik: Jakartabuilding.id

Dalam simulasi ini, porsi galian konsisten di kisaran 37 persen dari upah total. Pada penampang B, upah menggali Rp147.769 per meter lari, sedangkan upah memasang batu Rp177.077.

Baca Juga:  Upah Cor Dak per M2 2026: Hitungan AHSP dan Upah DKI

Sekarang contoh rumah 6 × 12 m. Dinding kelilingnya 36 m, ditambah asumsi dinding dalam 18 m, sehingga pondasinya sekitar 54 meter lari.

Dengan penampang B, upah tukangnya sekitar Rp21,6 juta menurut simulasi AHSP, atau Rp20,3 juta bila tim bekerja tanpa mandor. Ditambah biaya umum 10 persen, totalnya sekitar Rp23,8 juta.

Volume pekerjaannya 18,9 m³ batu kali dan 43,74 m³ galian. Kebutuhan tenaganya setara 75,1 OH pekerja dan 12,3 OH tukang, kira-kira 19 hari kerja untuk tim satu tukang dan empat pekerja (simulasi).

Bahan dihitung terpisah. Katalog Bangun Jakarta mencatat median harga batu belah 2026 sebesar Rp417.400 per m³ dari 26 data survei, sementara AHSP memakai 1,2 m³ batu untuk tiap m³ pasangan. Gambaran biaya lengkapnya ada di ulasan biaya pondasi rumah per ukuran lahan.

Ingin menghitung panjang dan penampang rumahmu sendiri, Sobat JB? Isi kalkulator di bawah ini.

Kalkulator Upah Pondasi Batu Kali

Upah tenaga (tanpa bahan) galian, pasir urug, anstamping, pasang batu kali 1:4, dan urukan kembali, dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 dikali upah harian DKI 2026 (Kepgub 1142/2025).

Volume pasangan batu kali (m³)18,9
Volume galian, lebar bawah + 20 cm, dalam tinggi + 20 cm (m³)43,74
Upah galian, pasir urug, dan urukan kembaliRp9.994.239
Upah anstamping dan pasang batu kaliRp11.651.678
Biaya umum dan keuntunganRp2.164.592
Perkiraan upah totalRp23.810.508
Rata-rata per meter lariRp440.935

Patokan resmi untuk tanah biasa sedalam s.d. 1 m dan cara manual, bukan harga pasar: belum termasuk bahan, sloof, bongkar tanah keras, buang tanah sisa, dan pompa air. Tukang di lapangan bisa meminta angka lain sesuai lokasi dan kondisi tanah.

Contoh (simulasi): 54 meter lari pondasi penampang B (30/70/70 cm), mandor ikut dihitung, dan biaya umum 10 persen menghasilkan perkiraan upah total Rp23.810.508, atau sekitar Rp440.935 per meter lari.

Di Luar Borongan dan Cara Menawar

Angka di atas berlaku untuk tanah biasa, galian sampai 1 m, dan pengerjaan manual. Beberapa pekerjaan berikut sering muncul belakangan sebagai "tambah kerja".

  • Tanah keras atau berbatu. Galian tanah berbatu (1.2.3.1.1) berupah Rp347.097 per m³ menurut simulasi, hampir dua kali tanah biasa. Untuk penampang B, tambahannya sekitar Rp133.379 per meter lari.
  • Air tanah dan buang tanah. Item galian AHSP hanya memuat tenaga menggali, jadi pompa air dan angkut tanah sisa ke luar lokasi perlu ditanyakan terpisah.
  • Sloof dan kolom praktis. Sloof beton di atas pondasi punya analisis bekisting, besi, dan cor sendiri.
  • Bahan. Batu, semen, dan pasir dibeli terpisah bila kesepakatannya borongan upah.

Saat menawar, minta tukang menulis tiga hal: ukuran penampang, kedalaman galian, dan siapa yang mengurug serta membuang tanah. Dengan itu, tawaran per meter lari bisa dibandingkan langsung dengan tabel di atas.

Pola timnya juga bisa diperiksa, sama seperti saat menghitung upah pasang bata per m2. Pada pasangan batu kali, koefisien pekerja 1,5 OH banding tukang 0,5 OH berarti satu tukang batu ditemani tiga pekerja.

Sebelum sloof dicor, periksa hasilnya: lebar atas dan bawah sesuai gambar, batu tersusun rapat, adukan mengisi setiap sela, dan dasar galian rata di atas pasir. Tukang yang menolak diukur biasanya punya alasan.

Pondasi akan tertutup tanah selamanya, jadi kekurangan di sini paling mahal diperbaiki. Ukur penampangnya dulu, baru bicara harga per meter.

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait