Jakartabuilding.id – Konsultan desain Terrapin Bright Green merumuskan 14 pola desain biofilik, yaitu cara menghadirkan alam ke dalam bangunan, mulai dari cahaya alami sampai bentuk yang meniru pola di alam. Sobat JB, ruang tamu terinspirasi dari alam tidak harus penuh tanaman; cukup beberapa pola itu dipakai dengan tepat.
Iklim tropis sebenarnya memudahkan konsep ini, karena cahaya, angin, dan tanaman tersedia sepanjang tahun. Di bawah ini prinsip dasarnya, enam konsep yang bisa dipilih, dan cara merawat unsur alami di udara yang lembap.
Prinsip Desain Biofilik

Pola biofilik dibagi tiga kelompok besar: alam di dalam ruang, seperti tanaman dan air; analogi alam, seperti bahan dan motif alami; dan sifat ruang, seperti pemandangan luas dan sudut yang terasa terlindung.
Untuk ruang tamu, dua hal paling mudah dimulai adalah cahaya dan udara. Kepmenkes 829/1999 mensyaratkan ventilasi alami permanen minimal 10% dari luas lantai, dan tabel SNI pencahayaan rumah menganjurkan 120–150 lux untuk ruang tamu.
6 Konsep Ruang Tamu Bernuansa Alam

Keenam konsep di bawah bisa digabung dua atau tiga sekaligus. Pilih yang paling sesuai dengan ukuran dan arah hadap ruang tamu.
1. Kayu dan Serat Alami

Meja kayu jati, kursi rotan, dan keranjang pandan langsung memberi kesan hangat. Indonesia punya banyak pengrajin bahan ini, sehingga mudah ditemukan dengan harga yang beragam.
Menurut saya, satu furnitur kayu yang besar, misalnya meja kopi dari papan utuh, lebih berkesan daripada banyak aksesori kayu kecil.
2. Batu Alam di Dinding Aksen

Batu alam seperti batu palimanan atau andesit cocok untuk satu dinding aksen di belakang sofa atau televisi. Teksturnya memberi kedalaman tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.
Pilih batu yang sudah dilapisi pelindung agar tidak mudah berlumut di dinding yang lembap.
3. Tanaman Besar Jadi Titik Fokus

Satu tanaman tinggi seperti monstera, fiddle leaf fig, atau palem kuning di sudut ruang menjadi pusat perhatian yang hidup. Tanaman yang cocok untuk cahaya rendah dibahas di artikel tanaman cocok di dalam ruangan.
Kesalahan yang sering terlihat: menaruh tanaman besar di sudut gelap jauh dari jendela, lalu heran daunnya menguning.
4. Jendela Lebar dan Cahaya Matahari

Jendela besar atau pintu kaca ke taman adalah cara paling langsung menghadirkan alam. Gorden linen tipis menyaring silau tanpa menutup pemandangan.
Bila ruang tamu menghadap barat, tambahkan teritis atau tanaman rambat di luar jendela. Panas sore tetap tertahan, sementara cahaya masih masuk.
5. Palet Warna Tanah

Terakota, hijau sage, cokelat kayu, dan krem mengikuti warna yang ada di alam. Pakai warna gelap di bagian bawah, seperti karpet dan sofa, dan warna terang di dinding serta plafon.
Pilihan warna cat untuk ruang tamu dibahas lebih rinci di artikel warna cat ruang tamu.
6. Bentuk Organik dan Lengkung

Meja berbentuk tidak beraturan, cermin bulat, dan lengkung pada ambang pintu meniru bentuk di alam yang jarang benar-benar lurus. Bentuk ini melembutkan ruang yang didominasi garis kotak.
Tapi bukankah terlalu banyak lengkung membuat ruang terlihat ramai? Benar, jadi pakai sebagai aksen. Satu atau dua bentuk organik sudah cukup untuk ruang tamu kecil.
Merawat Unsur Alami di Iklim Lembap

Rotan dan kayu yang jarang terkena udara mudah berjamur saat musim hujan. Bersihkan dengan kain kering secara rutin, dan jauhkan dari dinding yang sering lembap.
Tanaman dalam pot juga perlu tatakan agar air siraman tidak merembes ke lantai kayu atau karpet. Siram pagi hari, sehingga sisa air sempat menguap sebelum malam.
Ruang tamu yang terasa seperti alam adalah ruang tempat tamu ingin duduk lebih lama.






