10 Ide Desain Toko Minimalis di Depan Rumah

warung bakso di depan bangunan
Warung kecil di depan bangunan/Foto: Rafidaslam via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jakartabuilding.id – Misalnya sebuah keluarga di gang selebar 5 meter ingin membuka warung kopi di teras, lalu tukang sudah mulai mengecor lantai sampai ke pagar. Sobat JB, desain toko minimalis di depan rumah sebaiknya diawali dengan mengecek aturan garis sempadan, karena bagian depan lahan sering tidak boleh ditutup bangunan permanen.

Setelah batasnya jelas, toko kecil di depan rumah bisa dibuat rapi, menarik, dan tetap menjaga privasi keluarga. Di bawah ini aturan yang perlu dicek dan sepuluh ide desainnya.

Bacaan Lainnya

Cek Aturan Sebelum Membangun Toko

warung martabak sebagai contoh desain toko minimalis di depan rumah
Warung martabak di tepi jalan/Foto: Lord Mountbatten via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Di zona permukiman Jakarta, Pergub DKI 20/2024 menetapkan garis sempadan bangunan (GSB) 2 meter dari garis sempadan jalan untuk jalan selebar 4 sampai 8 meter. Jalan sampai 4 meter, atau rumah tapak dengan lahan paling luas 60 m², boleh tanpa GSB.

Area di depan GSB sebaiknya dipakai untuk teras, parkir terbuka, atau taman, bukan ruang tertutup. Penjelasan lengkapnya ada di artikel garis sempadan bangunan.

Mengubah sebagian rumah menjadi toko juga termasuk perubahan fungsi. PP 16/2021 Pasal 262 menyebut perubahan fungsi bangunan memerlukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) perubahan, dan zonasi lahan tetap harus mengizinkan kegiatan usaha.

10 Ide Desain Toko Minimalis

warung angkringan sederhana
Warung angkringan dengan gerobak sederhana/Foto: SATELITBM via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Ide di bawah bisa digabung sesuai jenis usaha, dari warung kelontong sampai toko kue dan kedai kopi.

1. Ubah Jendela Depan Menjadi Etalase

etalase toko menghadap jalan
Etalase toko menghadap jalan/Foto: Foundry/Pixabay

Jendela ruang depan yang diperlebar bisa menjadi etalase sekaligus loket pelayanan. Pembeli dilayani dari luar, tanpa masuk ke rumah.

Cara ini paling hemat karena tidak perlu ruang tambahan. Pasang kaca tempered atau kaca laminasi agar aman saat terbentur.

Baca Juga:  Contoh Hitungan Ukuran Tangga Rumah Yang Ideal

2. Pintu Lipat Kaca

pintu lipat kaca yang terbuka penuh
Pintu lipat kaca yang dibuka penuh/Foto: Solarlux via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Pintu lipat atau geser berbahan kaca bisa dibuka penuh saat toko buka, lalu ditutup rapat saat malam. Ruang toko terasa terbuka tanpa kehilangan keamanan.

3. Rak Dinding Terbuka

rak toko kelontong berisi makanan ringan dan kebutuhan rumah
Rak toko kelontong yang tertata/Foto: PattayaPatrol via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Rak dinding dari besi hollow dan papan kayu menghemat lantai di toko kecil. Barang terlihat jelas dari luar, dan pembeli mudah memilih.

Susun barang paling laris setinggi mata, sekitar 1,2 sampai 1,6 meter dari lantai.

4. Meja Lipat yang Bisa Disimpan

kios minuman kecil di bawah kanopi
Kios minuman kecil di bawah kanopi/Foto: PattayaPatrol via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Untuk usaha yang hanya buka pagi atau sore, meja lipat atau meja dinding membuat teras kembali kosong saat toko tutup. Teras tetap bisa dipakai keluarga di luar jam usaha.

Menurut saya, ini pilihan paling aman untuk rumah yang depannya masuk area GSB, karena tidak ada bangunan permanen yang ditambahkan.

5. Kanopi dan Papan Nama

kanopi dan papan nama toko
Kanopi dengan papan nama toko/Foto: Jarcardo via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Kanopi melindungi pembeli dari hujan dan panas, sekaligus membuat toko terlihat dari kejauhan. Papan nama sederhana dengan huruf besar lebih efektif daripada banyak spanduk.

Biaya kanopi per m² sudah kami hitung di artikel biaya kanopi carport.

6. Lampu Teras yang Terang

toko dengan lampu terang di malam hari
Toko yang terang di malam hari/Foto: RahulPandit/Pixabay

Toko yang buka sampai malam butuh lampu yang cukup terang di area pelayanan. Lampu LED putih netral membuat warna barang terlihat lebih jujur.

Arahkan lampu ke barang dan meja, bukan ke mata pembeli atau ke rumah tetangga.

7. Lantai Teras Antislip

lantai teras dari keramik bertekstur
Keramik bertekstur untuk lantai teras/Foto: 2814052/Pixabay

Teras toko sering basah oleh hujan atau tumpahan minuman. Keramik bertekstur doff lebih aman daripada keramik mengilap.

8. Pintu Toko Terpisah dari Pintu Rumah

pintu masuk kaca
Pintu masuk terpisah untuk pembeli/Foto: Michael_Pointner/Pixabay

Pintu masuk toko yang terpisah menjaga privasi keluarga. Pembeli tidak perlu melewati ruang tamu, dan anak-anak tetap aman di dalam rumah.

Baca Juga:  Desain Rumah Minimalis Tipe 36 Standar Sehat

Permen PUPR 14/2017 meminta pintu masuk utama bangunan gedung umum selebar efektif minimal 90 cm. Lebar ini juga nyaman untuk pembeli yang membawa barang.

9. Bangku Tunggu dan Tanaman

bangku dengan tanaman pot
Bangku dan tanaman pot di depan toko/Foto: wal_172619/Pixabay

Bangku kecil dan dua pot tanaman membuat toko terasa ramah. Untuk kedai kopi atau toko kue, bangku ini sekaligus menjadi tempat duduk pembeli.

Tapi bukankah bangku dan tanaman memakan tempat? Sedikit, tetapi pembeli yang nyaman menunggu cenderung kembali lagi.

10. Warna yang Seragam dengan Rumah

toko bunga dengan fasad berwarna seragam
Fasad toko dengan warna yang serasi/Foto: Андрей Романенко via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Pilih warna toko yang selaras dengan fasad rumah, misalnya satu warna aksen pada kanopi atau papan nama. Toko yang menyatu dengan rumah terlihat lebih rapi daripada tempelan yang berbeda gaya.

Artikel ini membahas toko kecil di rumah tapak; ruko dan bangunan khusus usaha punya aturan teknis yang perlu dibahas terpisah.

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait