Jakartabuilding.id – Berapa ukuran tangga rumah yang ideal? Sobat JB, patokan Kementerian PUPR adalah tinggi anak tangga 15–18 cm, lebar injakan minimal 30 cm, kemiringan tidak lebih dari 35 derajat, dan bordes setelah paling banyak 12 anak tangga.
Angka ini perlu dipegang sejak gambar kerja, karena tangga yang terlanjur dicor sulit diubah. Di bawah ini penjelasan tiap ukuran, rumus langkah nyaman, contoh hitungan untuk lantai setinggi 3,2 meter, dan bentuk tangga untuk rumah di lahan sempit.
Patokan Ukuran Tangga Rumah

Patokan ini tercantum di Lampiran II Peraturan Menteri PUPR 14/PRT/M/2017 tentang persyaratan kemudahan bangunan gedung. Aturan ini ditujukan untuk bangunan gedung, tetapi angkanya berguna sebagai batas aman tangga rumah.
1. Tinggi Anak Tangga

Tinggi anak tangga, atau optrede, ditetapkan tidak lebih dari 18 cm dan tidak kurang dari 15 cm. Semua anak tangga dalam satu tangga harus sama tingginya.
Kesalahan yang sering terlihat: anak tangga paling atas atau paling bawah lebih tinggi beberapa sentimeter karena tukang membagi sisa ketinggian di akhir. Selisih kecil ini yang paling sering membuat orang tersandung, karena kaki sudah terbiasa dengan ritme anak tangga sebelumnya.
2. Lebar Injakan

Lebar injakan, atau antrede, paling sedikit 30 cm. Permukaannya harus tidak licin, dan tepinya diberi lis antiselip.
Ukuran 30 cm cukup untuk menapak dengan seluruh telapak kaki orang dewasa. Injakan 20–25 cm yang banyak dipakai di rumah sempit memaksa orang turun dengan kaki menyamping.
3. Kemiringan, Bordes, dan Pegangan

Kemiringan tangga umum tidak boleh melebihi 35 derajat, dan jumlah anak tangga sampai bordes paling banyak 12. Tangga dilengkapi pegangan rambat yang menerus, dilebihkan paling sedikit 30 cm di ujung atas dan bawah.
Setiap sisi tangga yang tidak menempel dinding wajib diberi pagar tangga. Lampiran yang sama meminta kisi-kisi pagar dibuat rapat untuk mencegah kecelakaan, terutama pada anak-anak.
Rumus Langkah Nyaman

Arsitek Prancis Nicolas-François Blondel merumuskan pada abad ke-17 bahwa dua kali tinggi anak tangga ditambah lebar injakan sama dengan panjang satu langkah, sekitar 62–63 cm.
Gabungkan dengan batas Permen PUPR, hasilnya jelas. Dengan injakan 30 cm, tinggi anak tangga yang paling nyaman sekitar 16–17 cm, bukan 18 cm.
Menurut saya, inilah angka yang sebaiknya ditulis di gambar kerja: tinggi 16–17 cm, injakan 30 cm. Tangga terasa ringan bagi orang tua, dan anak kecil tidak perlu memanjat.
Contoh Hitungan Lantai 3,2 Meter

Misalkan jarak lantai satu ke lantai dua 320 cm. Bila dibagi 19, tinggi tiap anak tangga 16,8 cm dan rumus langkahnya 63,6 cm, masih di rentang nyaman.
Sembilan belas anak tangga berarti 18 injakan. Karena batasnya 12 anak tangga per bordes, satu injakan diganti bordes 90 cm, sehingga panjang ruang tangga lurus menjadi sekitar 6 meter dengan kemiringan sekitar 29 derajat.
Bila dipaksa 18 anak tangga setinggi 17,8 cm, panjangnya turun menjadi 5,1 meter tanpa bordes, tetapi melewati batas 12 anak tangga. Selisih 90 cm inilah yang sering dikorbankan di rumah sempit, padahal bordes juga tempat berhenti saat membawa barang.
Bentuk Tangga untuk Lahan Sempit

Dengan lebar tangga 90 cm, bentuk tangga menentukan berapa banyak lantai yang dimakan. Untuk lantai 3,2 meter, tangga lurus dengan bordes butuh ruang 0,9 × 6,0 m, bentuk L sekitar 3,3 × 3,6 m, dan bentuk U sekitar 1,9 × 3,6 m.
Angka lebar 90 cm diambil dari lebar minimal tangga eksit untuk kapasitas sampai 50 orang di lampiran yang sama. Untuk rumah tinggal, angka ini pantas dijadikan lebar minimal tangga utama.
1. Tangga Lurus

Tangga lurus paling mudah dibuat dan paling murah, tetapi membutuhkan ruang memanjang sekitar 6 meter. Bentuk ini cocok untuk rumah dengan lebar 5–6 meter yang tangganya bisa diletakkan di sepanjang dinding samping.
Bila panjang ruang tidak cukup, jangan memperkecil injakan. Lebih baik pindah ke bentuk L atau U.
2. Tangga Bentuk L dan U

Bentuk U memakan ruang paling ringkas untuk tangga dengan bordes, sekitar 6,8 m² termasuk bordes selebar 1,9 m. Ruang di bawahnya juga bisa dipakai untuk gudang atau toilet kecil.
Bentuk L cocok untuk sudut ruang dan memberi pandangan terbuka ke ruang keluarga. Bordesnya sekaligus menjadi titik belok, jadi tidak perlu ruang tambahan.
3. Tangga Putar

Untuk rumah tinggal, Permen PUPR merekomendasikan tangga putar berdiameter luar 130–180 cm bila hanya untuk ruang kecil atau ruang servis, dan 180–225 cm bila menjadi akses utama. Tinggi anak tangga putar yang direkomendasikan 15–22 cm.
Bagian dalam injakan tangga putar hanya 12–15 cm, sehingga sulit dipakai membawa barang atau menuntun orang tua. Pakai tangga putar untuk akses ke dak atau loteng, bukan sebagai satu-satunya tangga rumah.
Kesalahan yang Sering Terlihat

Permen PUPR tidak menyarankan tangga dengan anak tangga terbuka atau open riser. Celah di antara injakan bisa membuat kaki anak terselip, dan barang kecil mudah jatuh ke bawah.
Tapi bukankah tangga open riser membuat rumah terasa lebih lega dan terang? Benar, dan bentuk ini tetap bisa dipakai bila celahnya ditutup sebagian dengan pelat atau kaca, dan pagar tangganya dibuat rapat.
Kesalahan lain adalah merancang tangga setelah denah jadi. Sebelum menyusun denah, cek dulu panduan desain rumah modern 2 lantai di Jakarta, dan bila rumah lama akan ditingkat, hitung juga biaya tambah lantai 2.
Tangga yang nyaman tidak terasa saat dipakai, dan itu tanda ukurannya sudah benar.






