Jakartabuilding.id – Kalau kamu memakai patokan resmi DKI 2026, upah pasang bata per m2 dinding bata merah setengah batu sekitar Rp73.485 menurut simulasi kami. Bata ringan sekitar Rp61.243, sedangkan plester dan acian masing-masing sekitar Rp73.485 per sisi.
Semuanya upah tenaga saja, dihitung dari koefisien AHSP 2026 dikali upah harian DKI.
Hitungannya bisa kamu periksa sendiri baris demi baris. Di bawah ini ada rinciannya, grafik per jenis pekerja, contoh dinding 3 × 10 m, dan kalkulator untuk ukuran dindingmu.
Upah Pasang Bata per M2 Tanpa Bahan
Penawaran tukang di lapangan biasanya datang dalam dua bentuk. Ada “borongan upah” (kamu membeli bahan sendiri) dan “borongan material” (tukang yang belanja).
Angka dua bentuk ini bisa terpaut lebih dari dua kali lipat, jadi pastikan dulu mana yang sedang dibandingkan.
Seluruh angka di artikel ini adalah upah saja. Bahan dibahas terpisah dengan harga survei 2026 dari katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, supaya kamu tahu porsi masing-masing.
Yang sering mengejutkan: untuk dinding bata merah, upah pasang hanya sedikit di bawah biaya bahannya. Untuk plester dan acian, justru upahnya yang dominan.
Ini dijelaskan angka demi angka di bagian berikut.
Cara Membaca Koefisien Tenaga Kerja AHSP
AHSP (analisis harga satuan pekerjaan) adalah pedoman Kementerian PU yang menyebut berapa hari kerja dibutuhkan untuk menyelesaikan 1 m² pekerjaan. Versi terbaru ada di Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026 tertanggal 20 Februari 2026.
Satuannya OH, orang-hari. Koefisien tukang 0,1 OH pada item 3.6.1.8 (bata merah setengah batu) berarti satu tukang dianggap menyelesaikan 10 m² dinding per hari.
Pekerjanya berkoefisien 0,2 OH, jadi dua pekerja untuk setiap tukang.
Upah hariannya diambil dari katalog Bangun Jakarta yang mencantumkan dasar Kepgub DKI Nomor 1142 Tahun 2025. Menurut katalog Bangun Jakarta yang dicek 19 Oktober 2026, upah per hari tercatat: pekerja Rp229.195, tukang batu Rp241.112, kepala tukang Rp262.029, dan mandor Rp277.239.
Info resmi Bangun Jakarta (DCKTRP DKI Jakarta)
| Pengelola | Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta |
| Upah pekerja per hari | Rp229.195 (Kepgub 1142/2025) |
| Upah tukang batu per hari | Rp241.112 (Kepgub 1142/2025) |
| Upah kepala tukang per hari | Rp262.029 (Kepgub 1142/2025) |
| Upah mandor per hari | Rp277.239 (Kepgub 1142/2025) |
| Situs resmi | dcktrp.jakarta.go.id/bangunjakarta |
Diverifikasi 19 Oktober 2026 dari katalog resmi; upah bisa berubah saat keputusan gubernur baru terbit.
Rumusnya sederhana: koefisien × upah harian, dijumlahkan untuk keempat jenis tenaga. Berikut hasil hitungan kami (simulasi dari dua sumber resmi di atas) untuk tujuh pekerjaan dinding.Pekerjaan (kode AHSP) Koefisien OH pekerja / tukang / kepala / mandor Upah pekerja Upah tukang Upah per m² Bata merah ½ batu 1SP:4PP (3.6.1.8) 0,2 / 0,1 / 0,01 / 0,0033 Rp45.839 Rp24.111 Rp73.485 Bata merah 1 batu (3.6.1.1–3.6.1.5) 0,4 / 0,2 / 0,02 / 0,0067 Rp91.678 Rp48.222 Rp146.999 Bata ringan 7,5 dan 10 cm (3.6.4.1–3.6.4.2) 0,1667 / 0,0833 / 0,0083 / 0,0028 Rp38.207 Rp20.085 Rp61.243 Batako 1SP:4PP (3.6.5.2) 0,1667 / 0,0833 / 0,0083 / 0,0028 Rp38.207 Rp20.085 Rp61.243 Plester 1SP:4PP tebal 15 mm (3.7.4) 0,2 / 0,1 / 0,01 / 0,0033 Rp45.839 Rp24.111 Rp73.485 Plester mortar instan 10 mm (3.7.7) 0,1667 / 0,0833 / 0,0083 / 0,0028 Rp38.207 Rp20.085 Rp61.243 Acian (3.7.8) 0,2 / 0,1 / 0,01 / 0,0033 Rp45.839 Rp24.111 Rp73.485 
Grafik di atas memperlihatkan pola yang konsisten: sekitar 62 persen upah per m² jatuh ke pekerja, bukan tukang. Menurut koefisien AHSP, pekerja yang mengaduk, mengangkut bata, dan membasahi dinding memang memakan hari kerja dua kali lipat tukang.
Upah Bata Merah, Bata Ringan, dan Plester
1. Bata Merah Setengah Batu dan Satu Batu
Dinding rumah tinggal umumnya setengah batu (tebalnya selebar satu bata). Dari simulasi di atas, upahnya Rp73.485 per m².
Dinding satu batu, yang dipakai untuk dinding pagar tinggi atau penahan, membutuhkan koefisien tenaga dua kali lipat sehingga simulasi upahnya Rp146.999 per m².

Sebagai pembanding, bahan per m² dinding setengah batu 1SP:4PP menurut AHSP adalah 71,91 bata, 11,5 kg semen, dan 0,043 m³ pasir. Dengan median survei Bangun Jakarta 2026 (bata Rp650, semen Rp1.500/kg, pasir pasang Rp525.000/m³), bahannya sekitar Rp86.566 per m² (simulasi).
2. Bata Ringan dan Hebel: Upah Lebih Murah atau Tidak
Bata ringan sering disebut hebel, dari nama merek. Ukurannya 60 × 20 cm, jadi cukup 8,75 buah per m² menurut AHSP item 3.6.4.2.
Koefisien tukangnya 0,0833 OH, setara 12 m² per hari. Hasilnya upah Rp61.243 per m², sekitar 17 persen lebih murah daripada bata merah setengah batu.
Selisih upah itu tidak otomatis membuat dindingnya lebih murah. Bahan per m² bata ringan 10 cm adalah 8,75 bata × Rp7.300 dan 3,429 kg mortar perekat × Rp2.800 (median survei Bangun Jakarta 2026).
Totalnya sekitar Rp73.476 menurut simulasi, lebih rendah sekitar Rp13.000 dari bata merah. Detail harga per kubik ada di artikel harga bata ringan per kubik di Jakarta.
Bata ringan memakai perekat tipis (thinbed), bukan adukan semen-pasir biasa. Akun resmi Mortar Utama (Saint-Gobain Indonesia) memperlihatkan rangkaian produk untuk tiga tahap dinding: perekat, plester, dan acian.
Pertanyaan yang sering muncul: dinding bata merah lebih kuat atau tidak? Dalam video di akun yang sama, seorang ahli membahas klaim kekuatan, ketahanan api, dan cuaca kedua jenis bata.
Video itu konten produsen, jadi tetap baca spesifikasi teknis sebelum memutuskan.
3. Plester dan Acian yang Sering Terlewat
Bagian ini mudah terlewat saat menyusun anggaran. Plester 1SP:4PP tebal 15 mm (item 3.7.4) dan acian (item 3.7.8) masing-masing punya koefisien AHSP yang sama dengan pasang bata merah.
Simulasi upahnya pun Rp73.485 per m² per sisi.
Dinding dalam rumah diplester dan diaci di dua sisi. Artinya, per m² dinding ada upah Rp293.940 untuk finishing (4 × Rp73.485), empat kali upah pasang batanya.
Bahannya justru kecil: menurut AHSP, plester butuh 6,24 kg semen dan 0,024 m³ pasir, sedangkan acian 3,25 kg semen per m².
Dengan median survei Bangun Jakarta 2026, bahan plester sekitar Rp21.960 dan acian Rp4.875 per m² (simulasi). Pada pekerjaan ini, upah menyumbang lebih dari 70 persen biaya.
Bila memakai plester instan 10 mm (item 3.7.7), simulasi upahnya turun ke Rp61.243 per m².
Tukang yang memakai acian instan menyebut hasilnya lebih rata dan cepat kering, seperti dalam testimoni di akun resmi berikut. Klaim itu wajar diuji di sebagian dinding dulu sebelum dipakai seluruh rumah.
Contoh Hitungan Dinding 3 × 10 M
Ambil dinding tinggi 3 m dan panjang 10 m dengan satu pintu 0,9 × 2,1 m dan satu jendela 1,2 × 1,5 m. Luas kotornya 30 m², bukaannya 3,69 m², jadi luas bersih yang dibayar 26,31 m².
Plester dan acian dua sisi dihitung atas 52,62 m².
Simulasi upah untuk dinding bata merah setengah batu: pasang Rp1.933.390, plester dan acian dua sisi Rp7.733.561, total Rp9.666.952. Dengan bata ringan, simulasi upah pasangnya Rp1.611.303 sehingga totalnya Rp9.344.865.
Semua memakai tarif per m² dari tabel di atas.
Bila bahan ikut dihitung dengan median survei Bangun Jakarta 2026, dinding bata merah lengkap sampai acian sekitar Rp13,36 juta dan bata ringan Rp12,69 juta. Simulasi ini belum memuat kolom praktis, perancah, dan sisa potongan.
Kenapa tukang sering meminta lebih tinggi dari angka ini? Format analisis AHSP sendiri menambahkan biaya umum dan keuntungan 10–15 persen di atas biaya tenaga, bahan, dan alat.
Pekerjaan rumah tinggal juga kecil, sehingga hari untuk datang, menyiapkan adukan, dan merapikan tidak terbagi ke banyak meter persegi.
Masukkan ukuran dindingmu di kalkulator berikut. Tarif per m² mengikuti tabel di atas; persen biaya umum bisa kamu atur 0–15 persen.
Kalkulator Upah Pasang Dinding
Upah tenaga (tanpa bahan) dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 dikali upah harian DKI 2026 (Kepgub 1142/2025).
Patokan resmi, bukan harga pasar: belum termasuk bahan, bongkar, kolom praktis, dan perancah. Simulasi AHSP × Kepgub 1142/2025: upah plester 1:4 Rp73.485/m² + acian Rp73.485/m² per sisi. Tukang di lapangan bisa meminta angka lain sesuai produktivitas dan lokasi.
Contoh (simulasi): dinding 10 × 3 m dengan bukaan 3,69 m², bata merah setengah batu, plester dan acian dua sisi, biaya umum 10 persen, menghasilkan perkiraan upah total Rp10.633.647. Angka ini patokan resmi untuk menawar, bukan angka final; produktivitas tukang di lapangan bisa lebih cepat atau lebih lambat dari koefisien AHSP.
Cara Menawar dan Memeriksa Penawaran Tukang
Patokan resmi berguna untuk membuka percakapan, bukan untuk memotong harga tukang seenaknya. Upah harian DKI 2026 untuk tukang ada di artikel upah tukang Jakarta 2026, jadi kamu bisa membandingkan dua cara bayar sekaligus.
- Minta penawaran dipecah per pekerjaan: pasang bata, plester, acian, kolom praktis, dan bongkar-pasang perancah.
- Sepakati cara ukur: luas bersih setelah pintu dan jendela dikurangi, atau luas kotor. Selisihnya pada contoh di atas 3,69 m² per dinding.
- Tanyakan apakah plester dan acian dihitung per sisi. Banyak salah paham berawal dari "per meter" yang ternyata hanya satu sisi.
- Cocokkan dengan hitungan harian: tiga tukang dan enam pekerja selama 10 hari setara berapa m²? Pakai produktivitas 10 m² per tukang per hari dari koefisien AHSP SE 47/2026 sebagai pembanding kasar (simulasi).
- Tulis spesifikasi campuran (1SP:4PP atau mortar instan) dan tebal plester di kesepakatan, supaya tebal pekerjaan yang dibayar per meter tidak dikurangi.
Penawaran yang sedikit di atas simulasi resmi masih wajar untuk pekerjaan kecil di Jakarta. Kalau selisihnya jauh lebih besar, minta rinciannya per pekerjaan; dari situ biasanya kelihatan bagian mana yang perlu dibicarakan ulang.






