Jakartabuilding.id – Banyak orang membandingkan harga bata ringan per kubik dari dua toko tanpa menanyakan tebalnya. Padahal satu kubik bata tebal 7,5 cm berisi 111 biji, sedangkan tebal 10 cm hanya 83 biji.
Survei harga Dinas Cipta Karya DKI 2026 mencatat median Rp5.500 per biji untuk tebal 7,5 cm dan Rp7.300 untuk tebal 10 cm. Menurut hitungan redaksi, keduanya setara sekitar Rp608.000–611.000 per kubik. Panduan ini membawa angka itu sampai ke biaya dinding terpasang per m².
Harga Bata Ringan per Kubik 2026
Data untuk menghitung harga bata ringan per kubik yang bisa dibuka gratis datang dari portal Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI. Kami menarik seluruh hasil survei berlabel 2026 pada 10 Oktober 2026.
Survei 2026 mencatat harga per biji, bukan per kubik. Harga per kubik di tabel ini hitungan redaksi: harga per biji dikali isi per kubik.Tebal (60 x 20 cm) Jumlah data harga Separuh data di rentang Median per biji Setara per kubik 7,5 cm 49 Rp5.150–5.650 Rp5.500 ±Rp611.000 10 cm 68 Rp6.800–7.500 Rp7.300 ±Rp608.000
Rentang tengah adalah kuartil pertama sampai ketiga (metode exclusive), jadi harga ekstrem tersaring. Harga terendah dan tertinggi tetap lebar: tebal 10 cm tercatat Rp6.200 sampai Rp10.000 per biji, atau sekitar Rp517.000–833.000 per kubik.
Perhatikan kolom terakhir. Per kubik, kedua tebal nyaris sama harganya. Selisihnya baru terasa saat dihitung per m² dinding.
Lokasi ikut berpengaruh, walau tipis. Median tebal 10 cm terendah ada di Jakarta Barat (Rp6.800 per biji, dari 10 data) dan Jakarta Utara (Rp6.900). Tiga wilayah lain sama di Rp7.300.
Katalog yang sama masih memuat baris harga per kubik, tetapi bertahun 2024. Mediannya Rp530.000 untuk tebal 10 cm. Sampel tiap tahun berbeda, jadi selisihnya jangan dibaca sebagai kenaikan resmi.
Angka survei bukan penawaran. Toko bisa memasang harga lain, apalagi untuk pembelian satu palet yang diantar ke gang sempit. Untuk harga semen, besi, dan pasir dari survei yang sama, lihat rangkuman harga bahan bangunan Jakarta 2026.
Isi per Kubik dan Harga per Biji
Isi per kubik tidak perlu ditebak. Rumusnya: 1 m³ dibagi volume satu biji, yaitu 0,6 x 0,2 x tebal dalam meter.Tebal Volume per biji Isi per kubik Berat per biji (600 kg/m³) 7,5 cm 0,009 m³ 111 biji ±5,4 kg 10 cm 0,012 m³ 83 biji ±7,2 kg 12,5 cm 0,015 m³ 67 biji ±9 kg 15 cm 0,018 m³ 56 biji ±10,8 kg 20 cm 0,024 m³ 42 biji ±14,4 kg
Kolom berat memakai bobot 600 kg/m³ yang disebut untuk bata ringan Citicon dalam artikel ITS News. Merek lain bisa berbeda, dan bata yang basah kena hujan tentu lebih berat.
Konversinya dua arah. Harga bata ringan per kubik dibagi isi per kubik sama dengan harga per biji. Contoh: tawaran Rp650.000 per kubik untuk tebal 10 cm berarti sekitar Rp7.800 per biji.
Satu m² dinding berisi 8,33 biji ukuran 60 x 20 cm, apa pun tebalnya. AHSP memakai 8,75 biji, sekitar 5% lebih banyak. Menurut hitungan kami, selisih itu yang menampung potongan dan bata pecah.
Itu sebabnya bata 10 cm lebih mahal per m², walau per kubiknya nyaris sama. Satu m² tebal 10 cm memakan 0,1 m³ bata, sementara tebal 7,5 cm hanya 0,075 m³.
Perbandingan jumlah bata merah, batako, dan bata ringan per m² sudah kami bahas di bata merah, bata ringan, dan batako.
Harga Pasang Bata Ringan per Meter Persegi
Biaya dinding bukan hanya bata. Koefisiennya ada di analisis harga satuan PU edisi 2026, Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026. Angkanya untuk 1 m² dinding bata ringan dengan mortar siap pakai.Komponen per m² Tebal 7,5 cm Tebal 10 cm Bata ringan 8,75 biji 8,75 biji Mortar perekat 2,571 kg 3,429 kg Pekerja / tukang 0,1667 / 0,0833 OH 0,1667 / 0,0833 OH Kepala tukang / mandor 0,0083 / 0,0028 OH 0,0083 / 0,0028 OH
Survei 2026 yang sama mencatat median mortar instan perekat bata ringan Rp2.800 per kg dari 86 data. Upah harian di katalog mengikuti Kepgub DKI 1142/2025: pekerja Rp229.195, tukang batu Rp241.112, kepala tukang Rp262.029, dan mandor Rp277.239.
Hitungan redaksi dengan harga median:Per m² dinding Tebal 7,5 cm Tebal 10 cm Bata Rp48.125 Rp63.875 Mortar perekat Rp7.199 Rp9.601 Upah Rp61.243 Rp61.243 Total sebelum keuntungan Rp116.567 Rp134.719 Dengan biaya umum dan keuntungan 10% ±Rp128.000 ±Rp148.000 Dengan biaya umum dan keuntungan 15% ±Rp134.000 ±Rp155.000 
Sebagai pembanding, dinding bata merah setengah batu dengan adukan 1 semen : 4 pasir keluar sekitar Rp160.000 per m² sebelum keuntungan. Ini memakai median bata merah Rp650 per biji, semen Rp1.500 per kg, dan pasir pasang Rp525.000 per kubik.
Selisih terbesar ada di adukan. Bata merah butuh 11,5 kg semen dan 0,043 m³ pasir per m², bata ringan 10 cm cukup sekitar 3,4 kg mortar (tebal 7,5 cm: 2,6 kg). Upahnya pun lebih kecil karena koefisien tenaga bata ringan lebih rendah.
Hitungan kami, dengan harga median lain tetap, bata merah baru setara bata ringan 10 cm bila harganya sekitar Rp300 per biji. Itu di bawah harga terendah survei, Rp500. Pasir gratis pun belum cukup menutup selisihnya.
Tetap hitung dengan harga toko langganan, bukan dengan angka ini saja.
AAC, CLC, dan Syarat SNI 8640
Bata ringan di pasaran ada dua jenis. AAC (autoclaved aerated concrete) dimatangkan dengan uap bertekanan di pabrik. CLC (cellular lightweight concrete) memakai busa dari foam agent dan banyak dibuat pabrik kecil sampai menengah.
Standarnya adalah SNI 8640:2018 tentang spesifikasi bata ringan untuk pasangan dinding. Ringkasan yang dikutip jurnal Composite Universitas Negeri Gorontalo membaginya menjadi kelas I untuk struktural dan kelas II untuk nonstruktural.Syarat Kelas I (struktural) Kelas II (nonstruktural) Kuat tekan rata-rata minimum 6 MPa (IA), 4 MPa (IB) 2 MPa Tebal minimum 98 mm 73 mm
Bobot isi kering oven seluruh kelas berkisar 400–1.400 kg/m³, dibagi lagi menjadi beberapa subkelas berat.
Artinya bata 7,5 cm hanya memenuhi tebal minimum kelas nonstruktural. Gunakan untuk dinding nonstruktural, bukan dinding pemikul beban. Tebal hanyalah salah satu syarat kelas.
Survei DKI mencatat semua bata ringan sebagai “Lokal” tanpa membedakan AAC atau CLC. Jadi saat membandingkan harga bata ringan per kubik antartoko, tanyakan juga jenis dan kelas SNI-nya.
Bata CLC belum tentu kalah mutu. Pastikan saja permukaannya rata dan sudutnya tidak mudah gempil, karena kerapian ukuran menentukan tebal plester nanti.
Contoh Hitungan Dinding Satu Kamar
Contoh hitungan redaksi untuk kamar 3 x 4 m dengan tinggi dinding 3 m. Ada satu pintu 90 x 210 cm dan satu jendela 120 x 120 cm.
Keliling 14 m dikali tinggi 3 m menghasilkan 42 m². Dikurangi pintu dan jendela, luas dinding tinggal 38,67 m². Hitungan ini menyederhanakan sudut dan kolom.
Dengan bata 10 cm, kebutuhannya 38,67 x 8,75 = 338 biji, atau sekitar 4,1 kubik. Mortar perekatnya 133 kg atau 3,3 sak ukuran 40 kg, jadi beli empat sak.
Belanja bata dan mortar dengan harga median sekitar Rp2,84 juta. Ditambah upah Rp2,37 juta, totalnya Rp5,21 juta, atau sekitar Rp5,7 juta bila kontraktor mengambil keuntungan 10%.
Angka itu baru dinding mentah. Beberapa biaya biasanya tidak masuk tawaran toko:
- Ongkos kirim dan langsir dari truk ke lokasi, terutama di gang yang tidak bisa dimasuki truk.
- Kolom praktis dan balok latei di atas kusen, yang tetap butuh besi dan beton.
- Plester tipis atau acian, karena dinding bata ringan umumnya ditutup dulu sebelum dicat.
- Bata pecah saat bongkar muat, di luar selisih ±5% yang sudah ada di koefisien AHSP.
Simpan cara hitung ini, bukan angkanya, karena harga bata ringan per kubik bergerak lebih cepat daripada rumusnya. Cek ulang harga per biji di toko saat survei harga Bangun Jakarta berikutnya terbit, lalu kalikan lagi dengan isi per kubik dan koefisien di atas.






