Jakartabuilding.id – Atap putih yang memantulkan 80% sinar matahari bisa sekitar 31°C lebih dingin daripada atap abu-abu yang hanya memantulkan 20%, menurut Heat Island Group Lawrence Berkeley National Laboratory. Sobat JB, prinsip yang sama berlaku untuk dinding, jadi warna rumah adem bukan soal selera semata, tetapi soal berapa banyak panas yang diserap cat.
Indonesia punya angka resminya di SNI 6389:2020 tentang konservasi energi selubung bangunan. Di bawah ini enam warna cat dengan penyerapan panas terendah menurut standar itu, plus warna yang sebaiknya dihindari.
Kenapa Warna Menentukan Panas

SNI 6389:2020 memakai angka absorbtansi radiasi matahari (α), yaitu seberapa besar energi panas matahari yang diserap permukaan. Nilainya ditentukan bahan dan warnanya, dari 0 sampai 1.
Cat hitam merata punya α 0,95, sedangkan cat putih kilap hanya 0,25. Artinya, dinding hitam menyerap hampir empat kali lebih banyak radiasi matahari daripada dinding putih kilap.
Warna bukan satu-satunya faktor. Menurut tim Berkeley Lab itu, hampir separuh energi matahari datang sebagai sinar inframerah dekat yang tidak terlihat mata, jadi cat “cool color” berpigmen pemantul inframerah bisa tetap adem walau warnanya lebih gelap.
6 Warna Rumah Adem Menurut SNI
Angka α di bawah diambil dari Tabel 2 SNI 6389:2020 untuk cat permukaan dinding luar. Makin kecil angkanya, makin sedikit panas yang masuk ke dinding.
1. Putih

Pernis putih punya α 0,21, putih kilap 0,25, dan putih semi kilap 0,30. Ketiganya paling rendah di tabel cat dinding luar.
Putih kilap memantulkan panas sedikit lebih baik daripada putih semi kilap. Menurut saya, putih semi kilap atau broken white tetap pilihan paling praktis untuk rumah di Jakarta, karena noda debu dan jamur tidak terlalu mencolok.
2. Perak untuk Atap dan Aksen

Cat perak juga tercatat α 0,25, sama dengan putih kilap. Warna ini cocok untuk atap metal, talang, atau kanopi yang paling lama terkena matahari.
Tim Berkeley Lab yang sama mengingatkan bahwa atap putih atau keperakan yang sangat terang bisa menyilaukan tetangga di bangunan yang lebih tinggi. Untuk rumah di gang padat, permukaan yang tidak terlalu mengilap lebih aman.
3. Hijau Muda

Hijau muda punya α 0,47, satu-satunya warna berpigmen yang masih di bawah 0,5 di tabel SNI. Artinya, dinding hijau muda menyerap kurang dari separuh radiasi matahari.
Warna ini cocok untuk rumah bergaya tropis yang ingin terlihat segar tanpa sepenuhnya putih. Padukan dengan kusen putih agar kesan adem lebih kuat.
4. Hijau Kebiruan Medium

Hijau atau biru medium punya α 0,57. Angkanya lebih tinggi dari hijau muda, tetapi masih jauh di bawah warna gelap seperti biru tua yang mencapai 0,91.
Biru muda seperti foto di atas tidak tercantum terpisah di tabel SNI. Patokannya, makin muda warna biru, makin dekat angkanya ke kelompok warna terang.
5. Kuning Medium

Kuning medium punya α 0,58, hampir sama dengan hijau kebiruan medium. Warna ini memberi kesan hangat tanpa menyerap panas sebanyak cokelat.
Kesalahan yang sering terlihat: memilih kuning tua atau oranye untuk seluruh fasad. SNI tidak mencantumkan keduanya, tetapi warna yang makin pekat umumnya bergerak ke angka yang lebih tinggi.
6. Hijau Medium

Hijau medium punya α 0,59, paling tinggi di antara enam pilihan ini. Batas aman berikutnya langsung melompat ke cokelat medium dengan α 0,84.
Gunakan hijau medium untuk sebagian dinding atau aksen, bukan seluruh fasad yang menghadap barat.
Warna yang Membuat Rumah Panas

Warna dengan α tertinggi di SNI 6389:2020 adalah hitam merata 0,95, pernis hitam 0,92, abu-abu tua 0,91, pernis biru tua 0,91, dan cokelat tua 0,88. Semuanya menyerap hampir seluruh radiasi matahari yang mengenainya.
Tapi bukankah fasad abu-abu tua sedang tren untuk rumah modern? Betul, dan pilihannya tetap boleh asal dipakai di bidang kecil, bidang yang terlindungi teritis, atau memakai cat bersertifikat SRI. Berkeley Lab juga menyebut versi “cool” dari warna gelap memang tersedia.
Cara Memilih Cat Sebelum Membeli

SNI 6389:2020 punya aturan perhitungan yang penting: nilai α lapisan cat baru dipakai penuh bila cat itu bersertifikat SRI (solar reflectance index) dari lembaga terakreditasi. Tanpa sertifikat, α yang dipakai adalah rata-rata α bahan dinding dan α warnanya.
Contohnya, bata merah punya α 0,89. Dicat putih kilap tanpa sertifikat SRI, hitungan SNI-nya menjadi sekitar 0,57, bukan 0,25.
SNI yang sama juga mencantumkan pengecatan ulang dinding luar dengan warna terang sebagai salah satu cara menghemat energi pada gedung yang sudah ada. Untuk dinding dalam, panduan pemilihan warnanya ada di artikel warna cat ruang tamu.
Dinding mana di rumahmu yang paling lama terkena matahari sore, dan warna apa yang sekarang menempel di sana?





