Jakartabuilding.id – Sebatang besi beton SNI sirip 10 mm sepanjang 12 meter seharusnya berbobot sekitar 7,4 kg. Dengan toleransi SNI 6%, batang yang beratnya di bawah 6,96 kg sudah tidak memenuhi syarat, padahal di toko besi tetap disebut “besi 10”.
Sobat JB, sejak awal 2025 baja tulangan beton wajib memenuhi SNI 2052:2024. Di bawah ini aturan yang berlaku, tabel berat per meter, dan empat cara mengecek besi sebelum dibeli.
Aturan Wajib SNI Besi Beton

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55 Tahun 2024 memberlakukan SNI 2052:2024 baja tulangan beton secara wajib. Aturan ini ditetapkan 15 Oktober 2024 dan berlaku tiga bulan setelah diundangkan pada 18 Oktober 2024.
Produk yang lolos wajib memasang tanda SNI dan tanda elektronik, setelah produsennya memperoleh sertifikat produk penggunaan tanda SNI. Aturan yang sama juga mencakup SNI 65:2024 untuk baja tulangan dari bahan daur ulang dan SNI 954:2024 untuk baja tulangan gulungan.
Tabel Berat Besi Beton per Meter

SNI 2052:2024 mencantumkan berat nominal per meter untuk setiap diameter. Kolom 12 meter dan batas minimum di tabel ini dihitung redaksi dari berat nominal dan toleransi berat per batang.Diameter Berat nominal (kg/m) Berat 12 m (kg) Toleransi Batas minimum 12 m (kg) 6 mm 0,222 2,66 ±7% 2,48 8 mm 0,395 4,74 ±7% 4,41 10 mm 0,617 7,40 ±6% 6,96 13 mm 1,042 12,50 ±6% 11,75 16 mm 1,578 18,94 ±5% 17,99 19 mm 2,226 26,71 ±5% 25,38 22 mm 2,984 35,81 ±5% 34,02 25 mm 3,853 46,24 ±5% 43,92
Toleransinya mengikuti tabel toleransi berat per batang SNI 2052: ±7% untuk diameter 6–8 mm, ±6% untuk 10–14 mm, dan ±5% untuk 16–29 mm.
4 Cara Mengecek Besi Sebelum Dibeli

Urutannya dari yang paling bisa diandalkan.
1. Timbang Satu Batang Utuh

Timbang satu batang utuh dengan timbangan gantung, lalu bandingkan dengan kolom batas minimum di tabel. Cara ini paling andal karena berat langsung menggambarkan luas penampang besi.
Ambil satu batang dari tengah tumpukan, bukan yang disodorkan penjual. Menurut saya, toko yang menolak besinya ditimbang sudah memberi jawaban sendiri.
2. Ukur Diameter dengan Jangka Sorong

Untuk besi polos, ukur diameter di beberapa titik dengan jangka sorong. Besi sirip lebih sulit diukur karena siripnya membuat diameter luar lebih besar dari diameter nominal.
Karena itu, untuk besi sirip, jadikan hasil timbangan sebagai patokan utama dan jangka sorong hanya sebagai pembanding.
3. Cek Tanda SNI dan Label

Sesuai Permenperin 55/2024, produk wajib bertanda SNI dan tanda elektronik. Periksa juga label kemasan dan huruf timbul di batang yang biasanya menunjukkan merek pabrik dan diameter.
Besi tanpa tanda apa pun di batang maupun kemasan sebaiknya tidak dipakai untuk struktur.
4. Periksa Permukaan Batang

Menurut SNI 2052:2024, permukaan baja tulangan tidak boleh berserpih, terlipat, retak, atau bergelombang, dan hanya boleh berkarat ringan. Sirip melintang juga harus teratur dan tidak membentuk sudut kurang dari 45° terhadap sumbu batang.
Tapi bukankah karat membuat besi lebih lengket ke beton? Karat ringan memang diperbolehkan, tetapi karat yang mengelupas sudah mengurangi penampang besi.
Lima Kelas Baja Tulangan Sirip

SNI 2052:2024 membagi baja tulangan sirip ke lima kelas berdasarkan kuat luluh. BjTS 280 punya kuat luluh 280–405 MPa, BjTS 420 420–545 MPa, BjTS 520 520–645 MPa, BjTS 550 550–675 MPa, dan BjTS 690 690–815 MPa.
Kelas yang dipakai ditentukan perencana struktur. Untuk rumah, pastikan kelas yang dibeli sama dengan yang tertulis di gambar kerja.
Artikel ini tidak membahas uji tarik untuk membuktikan kelas baja; pengujian itu hanya bisa dilakukan di laboratorium.


