Jakartabuilding.id – Biaya ganti atap baja ringan dengan genteng metal sekitar Rp587.000 per m² bidang atap, dan sekitar Rp950.000 per m² bila memakai genteng keramik. Sobat JB, angka ini dihitung dari pedoman analisis harga pemerintah dan survei harga Pemprov DKI 2026, belum termasuk keuntungan pemborong.
Selisih terbesar ada di penutup atapnya, bukan di rangka. Di bawah ini rinciannya, lalu contoh hitungan untuk rumah tipe 45.
Sumber Hitungan

Koefisien bahan dan upah diambil dari Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Cipta Karya, Lampiran IV Surat Edaran Dirjen Bina Konstruksi Nomor 73/SE/Dk/2023. Harga bahannya memakai median survei di portal Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI.
Upah per hari mengikuti Keputusan Gubernur DKI 1142/2025: pekerja Rp229.195, tukang besi Rp241.112, kepala tukang Rp262.029, dan mandor Rp277.239. AHSP menambahkan biaya umum dan keuntungan 10–15% di atas angka ini.
Rincian Biaya per Meter Persegi

Satuan di bawah adalah m² bidang atap yang miring, bukan luas lantai rumah.
1. Rangka Baja Ringan C75

AHSP menghitung 0,9603 batang baja ringan C75 per m² atap pelana. Dengan harga survei 2026 Rp100.000 per batang untuk tebal 0,75 mm, bahannya sekitar Rp96.000 per m².
Upahnya jauh lebih besar: 0,734 hari pekerja dan 0,734 hari tukang besi per m², atau sekitar Rp371.000. Total rangka pelana sekitar Rp467.000 per m², dan rangka limasan sedikit lebih mahal, sekitar Rp480.000 per m².
Pastikan profilnya mencantumkan SNI 8399:2017 tentang profil rangka baja ringan dari Badan Standardisasi Nasional. Ketebalan baja yang tertera di label adalah hal pertama yang perlu dicek saat bahan datang.
2. Genteng Metal

AHSP memakai 1,625 m² lembaran metal berpasir untuk menutup 1 m² atap, karena ada tumpang tindih antarlembar. Dengan harga survei 2026 Rp43.000 per m², biaya terpasangnya sekitar Rp120.000 per m².
Nok genteng metal terpasang sekitar Rp136.000 per meter lari. Menurut saya, genteng metal paling masuk akal untuk penggantian atap di rumah lama, karena bebannya ringan untuk dinding dan kolom yang sudah berumur.
3. Genteng Keramik

Genteng keramik atau kodok glazur butuh 25 buah per m². Harga survei DKI 2025 sekitar Rp17.100 per buah, jadi biaya terpasangnya sekitar Rp483.000 per m².
Tapi bukankah genteng keramik lebih awet dan tidak berisik saat hujan? Itu keunggulannya, dan harganya hampir empat kali genteng metal di hitungan ini. Pilihan ini cocok bila dana cukup dan rangka dirancang untuk beban genteng yang lebih berat.
Contoh Rumah Tipe 45

Misalnya rumah 6 × 7,5 m dengan atap pelana 30° dan teritis 60 cm di semua sisi. Luas bidang atapnya sekitar 72,3 m², dengan nok sepanjang 8,7 m.
Dengan rangka baja ringan dan genteng metal, biayanya sekitar Rp43,6 juta, atau Rp48,0–50,2 juta setelah keuntungan pemborong. Dengan genteng keramik, angkanya sekitar Rp68,7 juta, atau Rp75,5–79,0 juta.
Hitungan ini belum termasuk bongkar atap lama, talang, lisplang, dan plafon. Kalau atap lama bocor di beberapa titik saja, cek dulu penyebabnya di artikel atap bocor sebelum memutuskan ganti total.
Tebal baja yang tertulis di label lebih penting daripada harga per meter yang ditawarkan.




