Rp56.530 adalah upah pasang keramik lantai per m2 ukuran 40×40 di Jakarta 2026 bila dihitung dari patokan resmi: koefisien AHSP SE 47/2026 dikali upah DKI Kepgub 1142/2025 (simulasi Jakartabuilding.id). Dalam simulasi yang sama, borongan lebih murah daripada sistem harian, kecuali tim satu tukang dan satu kenek sanggup memasang lebih dari 8,3 m² per hari.
Angka di atas murni ongkos tenaga. Keramik, semen, pasir, nat, dan keuntungan kontraktor dihitung terpisah; rincian bahannya sudah kami bahas di biaya pasang keramik per m2 Jakarta. Artikel ini fokus ke satu pertanyaan: tukang lantai sebaiknya dibayar per meter atau per hari?
Upah Pasang Keramik Lantai per Ukuran
Tabel berikut memakai koefisien tenaga dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi No. 47/SE/Dk/2026 bab 3.9.8. Tarifnya Rp229.195 per hari untuk pekerja, Rp241.112 tukang, Rp262.029 kepala tukang, dan Rp277.239 mandor, sesuai Kepgub DKI 1142/2025 di katalog Bangun Jakarta.Ukuran Butir SE 47 Pekerja (OH) Tukang (OH) Upah/m² 20×20 3.9.8.1 0,1333 0,0667 Rp48.999 25×25 3.9.8.2 0,1379 0,0690 Rp50.688 30×30, 25×40 3.9.8.4 0,1429 0,0714 Rp52.493 40×40, 30×60 3.9.8.6 0,1538 0,0769 Rp56.530 60×60* 3.9.4.3 0,2500 0,0833 Rp80.334
Rumusnya sama untuk semua baris. Untuk 40×40: 0,1538 × Rp229.195 + 0,0769 × Rp241.112 + 0,0077 × Rp262.029 + 0,0026 × Rp277.239 = Rp56.530 per m² (pembulatan dari hitungan SE 47 di atas).
Cara Membaca Koefisien AHSP Lantai
OH berarti orang-hari. Koefisien tukang 0,0769 OH pada butir 3.9.8.6 SE 47/2026 setara hitungan kami: satu tukang menyelesaikan sekitar 13 m² keramik 40×40 per hari. Pekerja (kenek) 0,1538 OH berarti satu kenek hanya menyokong 6,5 m² per hari (hitungan 1 ÷ koefisien, simulasi).
Jadi AHSP mengandaikan regu dua kenek untuk satu tukang. Kenek yang mengaduk semen, mengangkut keping, dan membersihkan nat ternyata menyumbang 62% upah per m², yakni Rp35.250 dari Rp56.530 dalam hitungan SE 47 tersebut.
Tiga hal di lampiran SE 47 yang sering membuat penawaran tukang terdengar janggal:
- Polished dan unpolished sama. Butir 3.9.8.6 dan 3.9.8.14 punya koefisien identik, jadi keramik glossy tidak sah dijadikan alasan menaikkan upah.
- Keramik lantai berhenti di 40×40 dan 30×60. Ukuran 60×60 hanya muncul sebagai homogeneous tile (butir 3.9.4.3) dengan koefisien kenek 0,25 OH, sehingga upahnya Rp80.334 dalam simulasi kami.
- Tidak ada butir 80×80. Kami tidak menemukan ukuran itu di Lampiran VI SE 47/2026, jadi angka per m² untuk 80×80 sepenuhnya hasil tawar-menawar.
Adukan di semua butir ini 1SP:2PP, yaitu satu semen dan dua pasir (13,632 kg semen dan 0,027 m³ pasir per m² menurut SE 47). Volume pasir itu setara alas kira-kira 2,7 cm, cukup untuk meratakan lantai kerja yang sedikit bergelombang.
Borongan atau Harian: Simulasi Ruang Tamu
Contohnya ruang tamu 5 × 4 m (20 m²) berkeramik 40×40 dengan plint keliling 17,1 m’ (keliling 18 m dikurangi pintu 0,9 m). Upah plint 10–15 × 40 cm menurut butir 3.9.8.19 SE 47 adalah Rp24.486 per meter lari.Cara bayar Hari kerja Upah Catatan Borongan setara AHSP – Rp1.549.311 Lantai Rp1.130.600 + plint Rp418.711 Harian, 1 tukang + 2 kenek 2,11 hari Rp2.098.506 Dibayar 3 hari × Rp699.502 Harian, 1 tukang + 1 kenek 4,22 hari Rp2.351.535 Dibayar 5 hari × Rp470.307
Selisih terbesar datang dari pembulatan hari. Bila tim 1 tukang + 2 kenek dibayar persis 2,11 hari, upahnya Rp1.474.750, lebih murah dari borongan karena tidak ada porsi kepala tukang dan mandor. Begitu sisa 0,11 hari dibayar penuh, ongkosnya melonjak Rp623.756 (simulasi yang sama).
Grafik di bawah memperlihatkan titik impasnya untuk lantai saja. Tim 1 tukang + 1 kenek berongkos Rp470.307 per hari (upah Kepgub 1142/2025) baru lebih murah daripada borongan bila memasang lebih dari 8,3 m² per hari.
Titik impas berubah menurut ukuran. Dengan rumus yang sama, angkanya 9,0 m² per hari untuk 30×30 dan 5,9 m² per hari untuk 60×60 (simulasi koefisien SE 47 × Kepgub 1142/2025).
Menurut kami, harian hanya masuk akal untuk ruang sempit yang banyak potongan, atau bila kamu bisa mengawasi tukang setiap hari.
Masukkan ukuran ruang dan laju tim yang dijanjikan tukangmu ke kalkulator berikut.
Kalkulator Upah Pasang Keramik Lantai: Borongan vs Harian
Borongan dihitung dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 dikali upah harian DKI 2026 (Kepgub 1142/2025). Harian dihitung dari luas dibagi laju kerja tim, dikali ongkos tim per hari.
Simulasi, bukan harga pasar: upah tenaga saja, belum termasuk keramik, semen, pasir, nat, plint, dan biaya umum/keuntungan kontraktor. Hari kerja di lapangan biasanya dibayar per hari utuh, jadi angka harian bisa naik.
Contoh simulasi (upah Kepgub DKI 1142/2025, koefisien SE 47/2026): ruang 5 × 4 m (20 m²), keramik 40×40. Borongan setara AHSP = 20 × Rp56.530 = Rp1.130.600. Tim harian 1 tukang + 1 kenek (Rp470.307/hari) yang memasang 8 m² per hari butuh 2,5 hari, sehingga upahnya Rp1.175.768, lebih mahal Rp45.168.
Biaya Tambahan: Diagonal, Border, Bongkar
Pola diagonal tidak punya butir sendiri di SE 47/2026; yang berubah hanyalah jumlah potongan. Menurut hitungan geometri kami untuk keramik 40×40 di ruang 5 × 4 m, pola lurus menghasilkan 120 keping utuh dan 10 potongan. Pola diagonal 45° menghasilkan 104 keping utuh dan 48 potongan.
Luas yang harus dipotong naik dari 0,8 m² menjadi 3,36 m² (hitungan yang sama). Karena tidak ada patokan resmi, wajar bila tukang meminta tambahan untuk diagonal. Minta angkanya tertulis per m² sebelum keping pertama dipasang.
Border justru diatur tegas. Butir 3.9.8.8 SE 47 untuk keramik variasi/border 40×40 memakai 1,0 OH pekerja dan 0,5 OH tukang per m², sehingga simulasi upahnya Rp367.482 per m², 6,5 kali lantai biasa.
Border selebar satu keping keliling ruang 5 × 4 m (6,56 m²) menambah upah Rp2.039.845 dalam simulasi kami.
Pembongkaran keramik lama tidak ada di bab 1.6 SE 47/2026, yang hanya memuat bongkar lantai parket (1.6.14) dan vinyl (1.6.15).
Pisahkan item bongkar dan buang puing di penawaran, karena pekerjaan ini paling sering menjadi biaya kejutan. Untuk dinding kamar mandi yang ikut dibongkar, koefisiennya jauh lebih berat; lihat AHSP keramik dinding kamar mandi per m2.
Cara Menawar dan Memeriksa Hasil
- Bawa angka per ukuran. Tunjukkan hasil simulasi Rp52.493 (30×30) atau Rp56.530 (40×40) per m² dari tabel SE 47 di atas sebagai batas bawah upah tenaga, lalu tambahkan biaya umum yang kamu sepakati.
- Pisahkan lima item. Lantai per m², plint per meter lari, border per m², bongkar, dan buang puing. Penawaran gabungan menyembunyikan item mahal.
- Kunci jumlah hari bila memilih harian. Dari simulasi di atas, setiap hari tambahan tim 1 tukang + 1 kenek bernilai Rp470.307.
- Tahan sebagian pembayaran. Lunasi setelah lantai diketuk dan disiram.

Pemeriksaan hasil cukup dengan alat sederhana. Ketuk tiap keping dengan gagang obeng; bunyi kopong menandakan adukan di bawahnya tidak penuh.
Siram sedikit air untuk melihat genangan, lalu rentangkan benang di atas tiga baris keping untuk memastikan nat lurus.
Pilihan keramik ikut menentukan apakah upah tadi sepadan. Akun resmi Roman di Instagram menawarkan lini XTRA yang diklaim tahan beban berat untuk hunian maupun area komersial. Lini ini layak dipertimbangkan untuk ruang tamu yang sering dilalui.Lihat unggahan ini di Instagram
Untuk dapur, unggahan resmi @roman.co.id menonjolkan granit berdaya serap air di bawah 0,5% supaya noda minyak tidak meresap. Upah pasangnya mengikuti baris 60×60 pada tabel kita, bukan baris keramik.Lihat unggahan ini di Instagram
Satu angka yang perlu kamu cek ulang tahun depan: upah harian Kepgub 1142/2025 hanya berlaku untuk 2026, dan semua hitungan di sini ikut bergeser begitu tarif 2027 terbit.






