Jakartabuilding.id – Dalam perbandingan plafon PVC vs gypsum, papan PVC di survei harga Pemprov DKI tercatat Rp180.000 per m², sedangkan papan gypsum 9 mm hanya sekitar Rp21.700 per m². Sekilas PVC delapan kali lebih mahal, Sobat JB.
Setelah upah pasang dan cat dihitung, selisihnya menyusut menjadi sekitar dua kali, dan setelah rangka masuk PVC hanya sekitar 36% lebih mahal. Di bawah ini rincian per m², simulasi satu kamar dan satu rumah, serta pilihan yang masuk akal untuk tiap ruang.
Harga Plafon per Meter Persegi

Hitungan memakai harga survei Bangun Jakarta milik DCKTRP DKI, koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kementerian PU, upah 2026, dan keuntungan 10%. Angka di bagian ini belum termasuk rangka.
Hasilnya: GRC 4 mm plus cat sekitar Rp112.500 per m², gypsum 9 mm plus cat Rp125.500, gypsum tahan air plus cat Rp144.800, dan PVC tanpa cat Rp253.600.
1. Papan Gypsum

Papan gypsum 9 mm ukuran 120 × 240 cm tercatat Rp59.500 per lembar di survei 2026. Pedoman AHSP memakai 0,364 lembar dan 0,11 kg sekrup per m², dengan upah sekitar Rp36.800.
Gypsum wajib dicat. Cat dasar satu lapis dan cat penutup dua lapis menambah sekitar Rp52.200 per m², hampir sama dengan biaya papan dan pasangnya.
Untuk ruang lembap, survei 2026 mencatat gypsum tahan air 9 mm Rp105.000–110.000 per lembar. Selisihnya hanya sekitar Rp19.000 per m² terpasang.
2. Plafon PVC

Plafon PVC tercatat Rp180.000 per m² pada survei 2024, dan permukaannya sudah bermotif sehingga tidak perlu dicat. AHSP belum punya item plafon PVC, jadi redaksi memakai koefisien upah plafon aluminium spandrel, sekitar Rp50.600 per m².
PVC tidak menyerap air dan tidak perlu dicat ulang. Kekurangannya, motif dan sambungan bilahnya tetap terlihat, sehingga kesan ruangan lebih ramai daripada plafon gypsum yang rata.
Sebagai pembanding, papan GRC atau serat semen 4 mm tercatat hanya Rp23.400 per m² (2026), dengan upah pasang sekitar Rp26.200. Bahan ini keras dan tahan lembap, cocok untuk teras dan lisplang.
Rangka Hollow yang Sering Terlupa

AHSP menghitung rangka hollow 40.40 dengan 4 meter batang per m² dan kawat las, sehingga upahnya besar: 0,35 hari pekerja dan 0,35 hari tukang per m². Termasuk bahan, rangka versi pedoman ini sekitar Rp230.300 per m².
Besi hollow galvanis 40 × 40 sendiri hanya Rp7.500 per meter di survei 2026. Jadi biaya rangka hampir seluruhnya upah, bukan bahan.
Pedoman ini mengasumsikan rangka dilas. Banyak tukang memasang rangka hollow dengan sekrup, jadi minta penawaran yang memisahkan harga rangka dan harga papan agar mudah dibandingkan.
Simulasi Kamar dan Rumah Tipe 36

Dengan rangka versi AHSP, plafon kamar 3 × 3 m sekitar Rp3,1 juta untuk GRC, Rp3,2 juta untuk gypsum, Rp3,4 juta untuk gypsum tahan air, dan Rp4,4 juta untuk PVC.
Untuk plafon rumah tipe 36 seluas 36 m², angkanya Rp12,3 juta, Rp12,8 juta, Rp13,5 juta, dan Rp17,4 juta. Selisih gypsum dan PVC untuk satu rumah sekitar Rp4,6 juta.
Simulasi ini belum termasuk list profil, kompon sambungan gypsum, dan lubang lampu. List profil gypsum tercatat sekitar Rp11.750 per meter di survei 2026.
Pilihan untuk Tiap Ruang

Kamar mandi dan dapur paling diuntungkan oleh PVC atau gypsum tahan air, karena uap air membuat gypsum biasa menggelembung. Bila memilih gypsum, pasang exhaust fan dan pastikan cat penutupnya tahan lembap.
Ruang tamu dan kamar tidur cukup memakai gypsum biasa. Permukaannya rata, mudah dibentuk menjadi plafon bertingkat untuk lampu tersembunyi, dan warnanya bisa diganti kapan saja. Untuk anggaran renovasi kamar mandi secara lengkap, lihat artikel biaya renovasi kamar mandi.
Menurut saya, rumah di Jakarta dengan atap yang masih rawan bocor sebaiknya tidak buru-buru memasang gypsum. Perbaiki atapnya dulu, karena satu kali rembes sudah cukup merusak papan dan catnya sekaligus.
Kelemahan Masing-Masing

Tapi bukankah PVC lebih awet karena tidak perlu dicat ulang? Untuk ruang lembap, ya. Namun bilah PVC mudah melendut atau lepas bila jarak rangkanya terlalu lebar, dan bilah yang rusak sulit dicari motif yang sama beberapa tahun kemudian.
Gypsum lemah terhadap air, tetapi kerusakannya mudah ditambal per lembar dan disamarkan dengan cat. Jujur, ini yang paling sering diabaikan saat membandingkan harga: biaya perbaikan di tahun-tahun berikutnya.
Harga di artikel ini bersumber dari survei 2024–2026, jadi cek lagi angkanya saat Pemprov DKI memperbarui katalog harga tahun depan.






