Jakartabuilding.id – Tukang menawar harga jasa, kontraktor menghitung paket dengan bahan, dan selisih keduanya bisa hampir empat kali lipat. Menurut simulasi kami dari AHSP 2026 dan survei harga DKI, biaya pasang keramik per m2 di Jakarta sekitar Rp205 ribu sampai Rp221 ribu untuk lantai 40×40 lengkap dengan bahan.
Sobat JB, upah tenaganya sendiri hanya sekitar Rp56 ribu per m². Karena itu, angka di bawah kami urai per pos, lalu kami uji pada ruang 3 x 4 m. Semua harga dicek ulang pada 13 Oktober 2026.
Biaya Pasang Keramik per Meter Persegi
Patokannya kami ambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026, yaitu Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Dokumen itu menetapkan jumlah orang-hari (OH) dan bahan untuk tiap 1 m² pemasangan.
Harga bahan dan upah memakai median survei 2026 di portal Bangun Jakarta. Portal ini dikelola Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI. Upah per hari di portal itu: pekerja Rp229.195, tukang batu Rp241.112, kepala tukang Rp262.029, dan mandor Rp277.239.Jenis pekerjaan (kode AHSP 2026) Tenaga per m² Upah per m² Total + bahan, sudah +10% Lantai keramik 30×30 (3.9.8.4) 0,224 OH Rp52.493 data harga 2026 terlalu sedikit Lantai keramik 40×40 unpolished (3.9.8.14) 0,241 OH Rp56.530 Rp204.636 Lantai keramik 40×40 polished (3.9.8.6) 0,241 OH Rp56.530 Rp211.856 Lantai homogeneous tile 60×60 unpolished (koefisien 3.9.4.3) 0,344 OH Rp80.334 Rp319.063 Lantai homogeneous tile 60×60 polished (3.9.4.3) 0,344 OH Rp80.334 Rp378.103 Dinding keramik 20×20 (3.10.1.4) 0,627 OH Rp147.082 harga keramik 2026 belum ada Lantai keramik 40×40 variasi/border (3.9.8.8) 1,567 OH Rp367.482 tergantung motif
Kolom upah sudah memasukkan porsi kepala tukang dan mandor. Kolom terakhir menambah biaya umum dan keuntungan 10%, sesuai batas bawah rentang 10–15% yang tertulis di format AHSP 2026. Dalam simulasi dengan margin 15%, keramik 40×40 polished menjadi Rp221.486 per m².
Koefisien itu juga memberi gambaran kecepatan kerja. Tukang pada item lantai 40×40 tercatat 0,0769 OH per m² di AHSP 2026, setara sekitar 13 m² per hari untuk satu tukang yang dibantu dua pekerja (hitungan redaksi).
Tarif harian tukang dan sistem borongan sudah kami bahas di daftar upah tukang Jakarta 2026. Di artikel ini fokusnya satuan per meter persegi.
Rincian Upah, Keramik, Perekat, dan Nat

Untuk keramik 40×40, AHSP menghitung 6,563 keping per m². Luas bersihnya 6,25 keping, jadi sudah ada cadangan pecah dan potong 5%. Dengan median Rp11.000 per keping polished (29 data harga), pos keramik menjadi Rp72.193 per m². Untuk unpolished, median Rp10.000 (40 data) menghasilkan Rp65.630 per m².
Menurut AHSP 2026, adukan pasang konvensional memakai 13,632 kg semen dan 0,027 m³ pasir pasang. Dengan median survei Bangun Jakarta (semen Rp1.500/kg, pasir Rp525.000/m³), biayanya Rp20.448 dan Rp14.175 per m².
Sementara itu, nat dari 1,5 kg semen warna (koefisien AHSP 2026) justru paling mahal di antara bahan adukan, yaitu Rp29.250 per m². Penyebabnya, median survei Bangun Jakarta untuk semen warna 2026 mencapai Rp19.500 per kg.
Harga keping juga bergantung pada merek: survei Bangun Jakarta 2026 untuk 40×40 polished mencatat median Mulia, Asia Tile, dan IKAD sama-sama Rp10.500, KIA Rp11.200, sedangkan Roman Granit Rp21.000. Menurut hitungan redaksi, selisih Mulia dan Roman Granit setara sekitar Rp69 ribu per m² sebelum biaya umum. Angka itu berasal dari Rp10.500 × 6,563 keping.
Banyak tukang sekarang memakai mortar instan. Lembar data teknis MU-420 CeraFix dari Saint-Gobain Indonesia (terbit Oktober 2021) menyebut daya sebar sekitar 5 m² per sak 25 kg pada tebal 3 mm, untuk keramik maksimal 40×40.
Artinya kebutuhannya kira-kira 5 kg per m². Dengan median survei 2025 Rp3.600 per kg (data 2026 belum tersedia), perekat cukup sekitar Rp18.000 per m², lebih murah daripada semen dan pasir yang Rp34.623. Namun, syaratnya lantai dasar sudah rata, karena permukaan bergelombang membuat konsumsi naik.
Ukuran dan Pola Menentukan Sisa Potong
Cadangan 5% di AHSP 2026 berlaku rata untuk semua ukuran, misalnya 2,917 keping 60×60 untuk luas bersih 2,78 keping. Di lapangan, sisa potong lebih ditentukan oleh cocok tidaknya ukuran keping dengan dimensi ruang.
Pada ruang 3 x 4 m dengan pola lurus, keramik 40×40 menyisakan satu lajur selebar 20 cm. Sebab satu keping bisa dibelah menjadi dua potongan, 75 keping secara teori sudah cukup.
Sebaliknya, ukuran 60×60 butuh potongan 40 cm, sehingga sisa 20 cm tiap keping terbuang dan total menjadi 35 keping. Begitu pula 80×80: potongannya 60 cm dan butuh 20 keping, sekitar 6,7% di atas luas lantai (hitungan redaksi).
Pola juga memengaruhi upah, karena AHSP memberi pemasangan variasi atau border 40×40 tenaga 1,567 OH per m², kira-kira 6,5 kali pola lurus biasa. Pola diagonal tidak punya item khusus di AHSP, jadi mintalah tukang menyebut tambahan upah dan jumlah keping cadangannya secara tertulis.
Simulasi Lantai Kamar 12 Meter Persegi
Contoh berikut memakai keramik 40×40 polished untuk lantai kamar 3 x 4 m atau 12 m². Angkanya simulasi kami dari koefisien dan harga di atas.
- Kebutuhan keping: 12 × 6,563 = 78,8, dibulatkan 79 keping.
- Jumlah dus: lembar produk Mulia Platina 40×40 di laman retailer Wilcon (dicek 13 Oktober 2026) mencantumkan 6 keping (0,96 m²) per dus, jadi perlu 14 dus atau 84 keping. Isi dus tiap merek bisa berbeda, jadi cek label kemasan.
- Biaya keramik: 84 × Rp11.000 = Rp924.000.
- Adukan dan nat: 12 × Rp63.873 = Rp766.476.
- Upah tenaga: 12 × Rp56.530 = Rp678.360.
- Subtotal simulasi Rp2.368.836, ditambah biaya umum 10% versi AHSP menjadi sekitar Rp2,6 juta.
Sisa lima keping dari pembulatan dus sebaiknya disimpan. Kalau suatu saat ada keping retak, motif dan warna dari produksi yang sama sulit dicari lagi.
Kalau masih menimbang material lantai, bandingkan dulu dengan perbandingan vinyl, keramik, dan parket. Untuk menaruh angka ini di anggaran rumah utuh, cek juga biaya bangun rumah per meter 2026.
Dinding, Bongkar Pasang, dan Penawaran Tukang
Pemasangan dinding jauh lebih lambat daripada lantai, karena AHSP memberi dinding keramik 20×20 tenaga 0,627 OH per m², sedangkan lantai 40×40 hanya 0,241 OH. Akibatnya upah dinding sekitar Rp147 ribu per m², 2,6 kali upah lantai.
Penyebabnya masuk akal: keping dinding dipasang melawan gravitasi, harus tegak lurus, dan banyak terpotong di sekitar kran, stopkontak, serta sudut. Data harga keping dinding di survei Bangun Jakarta pun belum ada untuk 2026, sehingga pos bahannya perlu dicek di toko.
Untuk bongkar pasang, ada satu hal yang jarang disadari. Lampiran VI 2026 tidak memuat item pembongkaran keramik; bagian pembongkaran lantai hanya mencakup parket dan vinyl.
Jadi, tidak ada patokan resmi untuk ongkos bongkar keramik per m². Minta tukang memisahkan tiga pos: bongkar keramik lama, perbaikan atau perataan lantai dasar, dan buang puing. Setelah itu, barulah pasang baru dihitung memakai tabel di atas.
Saat membandingkan biaya pasang keramik per m2 dari beberapa tukang, pakai tabel simulasi di atas sebagai patokan. Angka yang mendekati upah per m² kemungkinan besar jasa saja, sedangkan angka yang mendekati total simulasi Rp205–221 ribu biasanya sudah termasuk bahan. Pastikan dulu mana yang dimaksud sebelum menawar.
- Tanyakan apakah semen, pasir, perekat, dan semen nat ikut dibelikan tukang atau disediakan pemilik rumah.
- Cek luas yang ditagih: ukur sendiri panjang × lebar ruang, jangan memakai jumlah dus sebagai luas.
- Pisahkan plint dan list tangga, karena AHSP menghitungnya per meter lari, bukan per m².
- Minta tertulis siapa yang menanggung keping pecah saat pemasangan di luar cadangan 5%.
Menurut kami, cara paling aman adalah membeli keramik sendiri dan membayar tukang per m² untuk jasa plus bahan adukan. Dengan begitu, merek dan jumlah dus tetap di tangan Sobat JB, sementara tukang tidak punya alasan menghemat semen.
Satu catatan terakhir: angka survei adalah median DKI, bukan harga toko tertentu. Bawa tabel ini saat survei toko bangunan, lalu ganti kolom harga dengan nota yang Sobat JB dapat hari itu.






