6 Tanaman Gantung Rumah yang Mudah Dirawat di Iklim Tropis

tanaman gantung di dekat jendela rumah
Aneka tanaman gantung di dekat jendela/Foto: Kate Darmody/Unsplash

Jakartabuilding.id – Minggu sore di teras rumah, sebuah pot sirih gading yang baru disiram tiba-tiba jatuh bersama pengaitnya dan sepotong papan gypsum. Sobat JB, tanaman gantung memang membuat rumah terasa hijau tanpa makan tempat, asalkan jenis tanamannya tepat dan pengaitnya kuat.

Di bawah ini enam tanaman gantung yang cocok untuk rumah di Jakarta, empat di antaranya aman untuk kucing dan anjing, lalu beban aman tiap jenis pengait di plafon dan cara memasangnya agar pot tidak jatuh.

Bacaan Lainnya

6 Tanaman Gantung untuk Rumah

tanaman gantung sirih gading dengan tali makrame
Sirih gading dalam gantungan tali makrame/Foto: Henry Desouza Nelson/Unsplash

Tanaman gantung yang baik punya batang menjuntai atau daun yang tumbuh melebar ke bawah, dan tidak terlalu berat saat media tanamnya basah. Untuk dalam ruangan pilih yang tahan cahaya tidak langsung, sedangkan untuk teras pilih yang tahan matahari.

1. Sirih Gading

sirih gading dalam pot gantung
Sirih gading dalam pot gantung/Foto: Silver Fern Vlogs/Unsplash

Sirih gading adalah tanaman gantung paling mudah untuk pemula. Batangnya menjuntai panjang, tahan cahaya redup, dan cukup disiram saat 2–3 cm tanah atas sudah kering.

Menurut ASPCA, sirih gading beracun bagi kucing dan anjing karena mengandung kalsium oksalat tak larut. Posisi gantung justru membantu, asalkan ujung batangnya tidak menjuntai sampai terjangkau hewan.

2. Pakis Boston

pakis boston berdaun rimbun
Pakis Boston yang rimbun/Foto: Mokkie via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Pakis Boston tumbuh rimbun dengan daun menjuntai seperti air mancur hijau. Tanaman ini menyukai udara lembap dan cahaya terang tidak langsung, sehingga cocok untuk teras beratap atau kamar mandi berjendela.

ASPCA mencatat pakis Boston tidak beracun bagi kucing dan anjing. Daunnya mudah rontok bila tanahnya dibiarkan kering terlalu lama, jadi media tanamnya sebaiknya selalu sedikit lembap.

3. Tanaman Lipstik

bunga merah tanaman lipstik
Bunga tanaman lipstik/Foto: Pseudopanax via Wikimedia Commons (Public domain)

Tanaman lipstik berbunga merah berbentuk tabung yang keluar dari kelopak gelap, mirip lipstik yang baru dibuka. Batangnya menjuntai dan cocok untuk pot gantung di dekat jendela yang terang.

Baca Juga:  7 Tanaman Hias Tahan Panas untuk Teras dan Taman Rumah

ASPCA mencatat tanaman lipstik tidak beracun bagi kucing dan anjing. Bunganya lebih banyak muncul bila tanaman mendapat cahaya terang tanpa terkena matahari siang secara langsung.

4. Hoya

rangkaian bunga hoya carnosa
Rangkaian bunga hoya/Foto: The Cosmonaut via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.5 CA)

Hoya atau bunga lilin berdaun tebal mengilap dan mengeluarkan rangkaian bunga berbentuk bintang yang harum. Daunnya menyimpan air, jadi tanaman ini tahan bila sesekali lupa disiram.

ASPCA mencatat hoya tidak beracun bagi kucing dan anjing. Jangan memotong tangkai bekas bunganya, karena bunga baru biasanya muncul lagi dari tangkai yang sama.

5. Lili Paris

lili paris digantung di teras beratap
Lili paris digantung di bawah atap teras/Foto: Grace Anne Bobadilla/Unsplash

Lili paris mengeluarkan anakan yang menggantung di ujung tangkai, sehingga makin cantik saat ditanam di pot gantung. Tanaman ini cocok di teras beratap kanopi atau dekat jendela.

Lili paris juga tidak beracun bagi kucing dan anjing menurut ASPCA. Perawatannya dibahas lebih lengkap di artikel tanaman cocok di dalam ruangan.

6. Krokot Hias

krokot hias berbunga merah muda dalam keranjang gantung
Krokot hias dalam keranjang gantung/Foto: Darla Bethea/Unsplash

Untuk teras atau balkon yang terkena matahari langsung, krokot hias dengan bunga merah muda, kuning, dan oranye lebih cocok daripada tanaman dalam ruangan. Bunganya mekar paling lebar saat matahari terik.

Krokot hias tahan panas dan tidak perlu disiram setiap hari. Pakai keranjang gantung berlapis serabut kelapa agar air tidak menggenang di dasar pot.

Beban Aman Pengait Gantung

grafik beban aman pengait tanaman gantung pada plafon gypsum
Beban kerja aman per jenis pengait/Grafik: Jakartabuilding.id

Pot gantung berdiameter 20–25 cm yang baru disiram jauh lebih berat daripada saat kering. Cara termudah mengetahuinya: berdiri di timbangan badan sambil memegang pot yang baru disiram, lalu kurangi dengan berat badan sendiri.

Panduan pemasangan British Gypsum mencantumkan beban kerja aman per titik: sekrup kayu langsung ke papan gypsum hanya 3 kg, paku dengan pengait gambar 4 kg, dan angkur rongga baja M5 pada papan setebal sampai 12,5 mm 12 kg.

Baca Juga:  7 Jenis Tanaman Cocok di Dalam Ruangan

Angka itu naik menjadi 19 kg bila sekrup menembus ke rangka logam 0,5 mm, dan 130 kg bila baut atau angkur M8 menembus gypsum ke beton sedalam minimal 55 mm. Beban aman ini sudah memakai faktor keamanan 4 untuk pengait baja dan 7 untuk plastik, tetapi belum memperhitungkan tarikan atau benturan.

Tapi bukankah pot gantung kecil tidak sampai 3 kg? Pot plastik kecil yang kering mungkin tidak, tetapi tanah yang basah, air di tatakan, dan tanaman yang terus tumbuh menambah beratnya dari bulan ke bulan. Hitung dari berat saat basah, bukan saat baru dibeli.

Cara Memasang Pengait di Plafon

gantungan pot makrame
Gantungan pot dari tali makrame/Foto: John Imagawa/Unsplash

Pedoman British Gypsum untuk plafon menyebutkan bahwa titik gantung harus dipasang ke rangka plafon atau ke rangka tambahan, bukan hanya ke papannya. Jadi cari dulu posisi rangka hollow di atas plafon dengan magnet atau dengan mengetuk papan.

Untuk pot yang berat atau ditaruh di teras, pasang pengait langsung ke balok beton atau pelat lantai di atasnya dengan angkur baja. Bila plafon rumah belum dipasang, minta tukang menyiapkan titik gantung sejak awal; perbandingan bahan plafon ada di artikel plafon PVC vs gypsum.

Menurut saya, pengait tanaman gantung sebaiknya dipasang tidak tepat di atas sofa, kasur, atau jalur orang lewat. Bila suatu hari pengaitnya lepas, yang jatuh cukup pot dan tanahnya, bukan mengenai kepala.

Merawat Tanaman Gantung

deretan pot gantung di teras
Deretan pot gantung di teras/Foto: Roman Kravtsov/Unsplash

Tanaman gantung lebih cepat kering daripada tanaman di lantai karena udara mengalir dari segala sisi. Periksa tanahnya dua sampai tiga kali seminggu dengan jari, terutama untuk pot di teras.

Gunakan pot gantung dengan tatakan menyatu atau turunkan pot saat menyiram agar air tidak menetes ke lantai dan plafon. Tetesan air yang terus-menerus di plafon gypsum bisa memicu noda dan jamur.

Baca Juga:  6 Pola Taman Rumah Minimalis Lahan Sempit

Putar pot seperempat putaran setiap minggu agar tanaman tumbuh rata ke segala arah. Sudahkah Sobat JB mengecek apakah pengait di teras rumah terpasang ke rangka atau hanya ke papan plafon?

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait