Jakartabuilding.id – “Pondasi footplat untuk rumah 2 lantai ukurannya berapa?” Jawaban jujurnya: tidak ada satu ukuran resmi, tetapi batas tebal minimumnya bisa dihitung sendiri dari SNI.
Sobat JB, pertanyaan ini hampir selalu datang bersama perbandingan “pondasi footplat dan batu kali”. Di bawah ini kami hitung dua contoh titik footplat, lengkap dengan langkah, volume beton, berat besi, dan biayanya.
Footplat atau Batu Kali untuk Rumahmu
Batu kali memikul dinding sepanjang garis denah. Footplat memikul beban di titik kolom, lalu sloof mengikat titik-titik itu menjadi satu.
Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dari Departemen PU (2006) sangat menyarankan pondasi menerus untuk rumah tembok. Pondasi setempat tetap boleh, asal tiap titik diikat kaku dengan balok pengikat.
Rumah 2 lantai umumnya memakai rangka beton, sehingga beban lantai atas turun lewat kolom. Di situ footplat lebih masuk akal, karena betonnya ditaruh tepat di bawah titik beban.
Selisih biayanya juga besar. Dalam artikel biaya pondasi rumah, lahan 7 × 9 m butuh sekitar Rp10,3 juta untuk 9 titik footplat, dibanding Rp27,1 juta untuk batu kali (hitungan redaksi).
Pengecualiannya tanah lunak yang tebal. Telapak dangkal di sana bisa terus turun; pilihannya kami bahas di artikel pondasi rumah di tanah lunak.
Bagian Pondasi Footplat dan Tebal Minimumnya

Dari bawah ke atas: urugan pasir dipadatkan, lantai kerja beton tipis, pelat telapak bertulang, pedestal atau kolom pendek pondasi, lalu sloof dan kolom struktur.
Pedoman PU 2006 menggambar tulangan kolom diteruskan sampai dasar telapak, lalu ditekuk ke kanan dan kiri. Besi kolom tidak berhenti di permukaan telapak.
Luas telapak bergantung pada beban kolom dan daya dukung tanah. Keduanya tidak bisa ditebak dari luas rumah, jadi kami tidak memberi tabel “ukuran wajib”.
Yang bisa dihitung tanpa data tanah adalah tebal minimum. SNI 2847:2019 Tabel 20.6.1.3.1 mensyaratkan selimut beton 75 mm untuk beton yang dicor langsung di atas tanah.
Pasal 13.3.1.2 di standar yang sama meminta tinggi efektif tulangan bawah fondasi minimal 150 mm. Tinggi efektif diukur dari permukaan atas beton ke pusat besi.
Hitungan redaksi untuk besi D13 yang dipasang dua lapis:
- Selimut bawah: 75 mm.
- Lapis besi pertama: 13 mm.
- Setengah diameter lapis kedua, sampai pusat besi: 13 ÷ 2 = 6,5 mm.
- Tinggi efektif minimum: 150 mm.
- Jumlah: 75 + 13 + 6,5 + 150 = 244,5 mm, dibulatkan menjadi 25 cm.
Artinya, telapak setebal 15–20 cm dengan besi D13 sudah di bawah batas itu. Pelat 25 cm adalah titik awal, bukan ukuran mewah.
Hitungan Beton dan Besi per Titik
Kami memakai dua contoh. Contoh A: telapak 80 × 80 × 25 cm dengan pedestal 25 × 25 × 55 cm, sama seperti asumsi artikel biaya pondasi.
Contoh B: telapak 100 × 100 × 30 cm dengan pedestal 30 × 30 × 55 cm, untuk kolom yang lebih berat. Keduanya contoh hitungan, bukan rekomendasi ukuran untuk rumahmu.
Besi telapak memakai D13 dua arah dengan jarak maksimal 15 cm. Pedestal memakai 4 D13 dan sengkang Ø8 jarak 15 cm.
Tulangan Telapak Contoh A

Panjang satu batang: 80 − 2 × 7,5 = 65 cm. Jumlah jarak: 65 ÷ 15 = 4,33, dibulatkan ke atas menjadi 5, jadi ada 6 batang per arah dengan jarak aktual 13 cm.
Berat besi telapak: 12 batang × 0,65 m × 1,042 kg/m = 8,13 kg. Angka 1,042 kg/m untuk D13 berasal dari tabel berat besi beton IW Steel per 31 Agustus 2026.
Pedestal: 4 batang × (55 + 17,5 + 20) cm = 3,7 m, atau 3,86 kg. Angka 17,5 cm adalah tebal telapak dikurangi selimut; 20 cm adalah tekukan di dasar, asumsi kami.
Sengkang: 4 buah × 78 cm × 0,395 kg/m = 1,23 kg. Total contoh A sekitar 13,2 kg; bagian D13-nya 12 kg, hampir satu batang 12 m yang beratnya 12,5 kg.
Beton contoh A: 0,8 × 0,8 × 0,25 = 0,16 m³, ditambah pedestal 0,25 × 0,25 × 0,55 = 0,034 m³. Totalnya 0,194 m³.
Contoh B: telapak 0,30 m³ ditambah pedestal 0,0495 m³, total 0,35 m³. Besinya 18 kg karena butuh 7 batang per arah sepanjang 85 cm.
Semen dihitung dengan koefisien AHSP 2026 (SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026): 348 kg per m³ beton f’c 20 MPa dan 250 kg per m³ lantai kerja f’c 7,5 MPa. Contoh A butuh sekitar 78 kg semen, kira-kira dua sak 40 kg.Komponen per Titik Contoh A 80 × 80 Contoh B 100 × 100 Galian (1,30 / 1,86 m³) Rp236 ribu Rp340 ribu Pasir urug dan lantai kerja 5 cm Rp88 ribu Rp132 ribu Beton f’c 20 MPa (0,194 / 0,35 m³) Rp332 ribu Rp597 ribu Besi dan kawat (13,2 / 18 kg) Rp165 ribu Rp223 ribu Bekisting (1,35 / 1,86 m²) Rp349 ribu Rp481 ribu Total + 10% biaya umum Rp1,29 juta Rp1,95 juta
Harga bahan dan upah memakai survei Portal Bangun Jakarta 2026, kecuali papan kayu yang masih data 2025. Galian dihitung dengan ruang kerja 20 cm di tiap sisi lubang.
Contoh A lebih mahal dari Rp1,15 juta di artikel biaya pondasi karena kini ikut menghitung lantai kerja dan galian yang lebih lebar. Jujur, bekisting ini yang paling sering terlewat saat menawar, padahal nilainya hampir sama dengan beton.
Tapi tukang bilang 60 × 60 cm cukup untuk rumah 2 lantai? Bisa saja benar untuk tanah dan beban tertentu. Kami tidak bisa memastikannya: SNI 8900:2020 tentang desain sederhana bangunan beton bertulang di situs Cipta Karya gagal dibuka saat kami cek pada 8 Oktober 2026.
Langkah Kerja yang Bisa Dicek Pemilik
- Patok as kolom sesuai gambar kerja, lalu ukur ulang jarak antartitik sebelum menggali.
- Gali sampai tanah keras. Contoh A butuh kedalaman sekitar 90 cm di bawah dasar sloof (25 + 55 + 5 + 5 cm), bila tanah keras sudah tercapai di situ.
- Padatkan pasir urug, cor lantai kerja, lalu tunggu sampai cukup keras untuk diinjak.
- Ganjal anyaman besi dengan beton decking setinggi selimut 75 mm, bukan dengan batu atau potongan bata.
- Ikat stek pedestal tepat di tengah telapak, lalu cek dengan benang silang dari patok as.
- Pasang bekisting, cor telapak dan pedestal, lalu jaga permukaannya tetap basah beberapa hari.
Pedoman PU 2006 meminta pondasi duduk di tanah keras, tidak sebagian di tanah keras dan sebagian di tanah lunak. Kedalaman 90 cm tadi hanya akibat ukuran contoh, bukan angka aturan.
Kesalahan yang Bikin Footplat Gagal Bekerja
Besi Menempel Tanah dan Pedestal Bergeser

Besi yang diletakkan langsung di tanah kehilangan selimutnya. Air tanah mencapai baja lebih cepat, dan karat membuat beton di sekitarnya retak.
Pedestal yang tidak di tengah membuat beban jatuh miring. Satu sisi telapak menekan tanah lebih keras, sisi lain hampir menganggur.
Titik footplat yang tidak diikat sloof juga melanggar pedoman PU 2006. Begitu pula titik yang kedalamannya beda-beda, sebagian duduk di tanah urugan.
Kapan ukuran wajib dihitung insinyur? Kami tidak akan memakai ukuran hafalan untuk rumah 2 lantai berdak beton, bentang kolom lebar, atau lahan bekas rawa dan urugan.
Untuk kondisi itu, minta perencana struktur menghitung luas telapak dari beban kolom dan data sondir. Hitungan di atas cukup untuk memeriksa volume dan menawar harga, bukan untuk menentukan kekuatan.
Gambar kerja rumahmu sudah mencantumkan ukuran telapak dan diameter besinya, atau baru tertulis “footplat” saja?






