Jakartabuilding.id – Undakan setinggi 30 cm di depan ruko butuh ram sepanjang 3,6 meter agar memenuhi kemiringan 1:12 yang diatur pemerintah untuk ram di luar bangunan. Sobat JB, angka ini sering baru disadari setelah desain interior toko selesai dan etalase sudah terpasang.
Akses masuk memang bagian pertama yang dirasakan pembeli, bahkan sebelum melihat rak. Di bawah ini aturan dasar akses toko, enam ide desain interior untuk toko kecil, dan pilihan material yang awet dipakai setiap hari.
Pintu dan Akses Masuk

Lampiran Permen PUPR 14/2017 meminta pintu masuk utama bangunan gedung umum selebar efektif minimal 90 cm. Ram di dalam bangunan paling curam 1:10, sedangkan ram di luar bangunan 1:12, dengan lebar minimal 95 cm.
Toko di ruko sering punya selisih tinggi lantai dengan trotoar. Bila lahan depan tidak cukup untuk ram penuh, pertimbangkan menurunkan sebagian lantai teras atau memakai ram di samping tangga.
Pintu kaca yang bening membuat pembeli bisa melihat isi toko sebelum masuk. Menurut saya, ini lebih efektif daripada stiker promosi yang menutupi seluruh kaca.
6 Ide Desain Interior Toko

Ide di bawah berlaku untuk toko kelontong, toko pakaian, toko perlengkapan rumah, maupun kios di pusat perbelanjaan.
1. Sisakan Area Kosong Setelah Pintu

Pembeli butuh beberapa langkah untuk menyesuaikan diri setelah masuk dari jalan. Barang yang ditaruh tepat di depan pintu sering terlewat karena mata pembeli belum fokus.
Sisakan satu sampai dua meter setelah pintu untuk keranjang belanja atau satu meja promosi rendah. Rak tinggi sebaiknya mulai setelah area ini.
2. Pajang Barang Unggulan di Dinding Pertama

Dinding pertama yang terlihat setelah masuk adalah tempat terbaik untuk barang baru atau barang dengan margin paling besar. Ganti tampilannya secara rutin agar pelanggan tetap melihat sesuatu yang berbeda.
Kesalahan yang sering terlihat: dinding pertama dipakai untuk menumpuk kardus stok. Stok sebaiknya disimpan di belakang atau di rak paling atas.
3. Barang Laris Setinggi Mata

Rak setinggi sekitar 1,2 sampai 1,6 meter dari lantai paling mudah dilihat dan dijangkau orang dewasa. Taruh barang yang paling sering dicari di ketinggian ini.
Barang berat dan besar sebaiknya di rak bawah agar aman diangkat. Rak paling atas cocok untuk stok cadangan atau barang yang jarang dicari.
4. Lorong Cukup untuk Kursi Roda

Permen PUPR 14/2017 menetapkan koridor minimal 92 cm untuk satu pengguna kursi roda. Lorong toko selebar itu juga nyaman untuk pembeli yang membawa keranjang atau menggendong anak.
Tapi bukankah lorong lebar mengurangi jumlah rak? Sedikit. Rak yang terlalu rapat membuat pembeli enggan masuk ke lorong, sehingga barang di dalamnya justru tidak terjual.
5. Gabungkan Lampu Umum dan Lampu Sorot

Lampu umum menerangi seluruh toko secara merata, sedangkan lampu sorot menonjolkan rak unggulan dan etalase. Kombinasi ini membuat toko kecil terasa lebih hidup.
Pilih lampu LED putih netral sekitar 4.000 K untuk toko umum. Toko makanan atau kue sering memakai cahaya lebih hangat agar produk terlihat lebih menggugah selera.
6. Kasir di Dekat Pintu Keluar

Kasir di dekat pintu memudahkan pengawasan keluar-masuk pembeli dan barang. Sediakan permukaan kosong di samping mesin kasir untuk menaruh belanjaan dan mengemas.
Rak kecil berisi barang murah di depan kasir sering memancing pembelian tambahan saat pembeli menunggu.
Material yang Awet untuk Toko

Lantai toko dilewati banyak orang setiap hari, jadi keramik atau granit bertekstur doff lebih aman daripada permukaan mengilap yang licin saat basah. Pilihan lantai lain dibahas di artikel lantai vinyl vs keramik vs parket.
Untuk rak dan meja kasir, multipleks berlapis HPL tahan gores dan mudah dibersihkan. Plafon gypsum rapi untuk ruang dalam, sedangkan teras toko lebih cocok memakai GRC yang tahan lembap; perbandingan biayanya ada di artikel plafon PVC vs gypsum.
Toko mana yang paling sering kamu kunjungi, dan apa yang membuatnya nyaman dimasuki?






