Jakartabuilding.id – Bahaya jamur dinding bukan sekadar soal noda: menurut WHO, faktor risiko lembap dan jamur di dalam rumah berkaitan dengan kenaikan sekitar 50% kasus asma yang sedang diderita. Sobat JB, bintik hitam di sudut kamar anak layak ditangani secepat atap yang bocor.
Artinya buat keluarga: rumah yang dibiarkan lembap bisa memperberat batuk, pilek, dan sesak napas, terutama pada anak dan penderita asma. Di bawah ini gangguan kesehatan yang sudah dibuktikan, mengapa anak lebih rentan, cara mengukur kelembapan rumah, dan langkah melindungi keluarga.
Bahaya Jamur Dinding Menurut WHO
Pedoman WHO tentang kualitas udara dalam ruang untuk kelembapan dan jamur (2009) menyimpulkan ada bukti epidemiologis yang cukup bahwa rumah lembap dan berjamur berkaitan dengan gangguan pernapasan, alergi, dan asma.
Dampak ini ditemukan pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. WHO juga mencatat bahwa orang dengan maupun tanpa bakat alergi sama-sama bisa terdampak.
1. Gangguan Pernapasan

WHO mencantumkan batuk, mengi, sesak napas, dan keluhan saluran napas atas sebagai gangguan yang berkaitan dengan rumah lembap dan berjamur. Infeksi saluran pernapasan juga termasuk dalam daftar itu.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap batuk pilek berulang sebagai musim hujan semata. Bila keluhan membaik saat anak menginap di tempat lain dan kambuh saat kembali ke kamarnya, kamar itu patut diperiksa.
2. Asma pada Anak

Menurut WHO, lembap dan jamur berkaitan dengan munculnya asma baru, kambuhnya asma, dan diagnosis asma saat ini. Satu penelitian intervensi pada anak dengan asma bergejala berat menemukan bahwa menghilangkan sumber lembap menurunkan kekambuhan asma secara drastis.
Temuan ini penting bagi orang tua. Untuk anak yang sudah memakai obat asma, memperbaiki rumah bisa sama pentingnya dengan menjaga jadwal obatnya.
3. Alergi dan Iritasi

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat jamur bisa memicu hidung tersumbat, tenggorokan gatal, batuk atau mengi, mata perih, dan ruam kulit pada sebagian orang.
Reaksinya berbeda pada tiap orang. Satu anggota keluarga bisa bersin terus di kamar yang sama, sementara yang lain tidak merasakan apa-apa.
4. Infeksi pada Orang Rentan

CDC menyebutkan orang dengan daya tahan tubuh lemah dan penderita penyakit paru kronis bisa mengalami infeksi paru akibat jamur.
Bila di rumah ada anggota keluarga yang sedang menjalani kemoterapi, baru transplantasi, atau memiliki penyakit paru kronis, jamur di dinding perlu ditangani orang lain dan anggota keluarga tersebut sebaiknya tidak berada di ruangan saat pembersihan.
Mengapa Anak Lebih Rentan

Anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah, sering bermain di lantai dekat dinding, dan menghirup lebih banyak udara dibanding ukuran tubuhnya. Kamar anak yang tertutup lemari besar dan jarang dibuka jendelanya menjadi tempat jamur tumbuh tanpa terlihat.
Kamar bayi juga sering dibuat tertutup rapat agar tidak masuk angin. Padahal Keputusan Menteri Kesehatan 829/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan meminta ventilasi alami permanen minimal 10% dari luas lantai, termasuk untuk kamar tidur.
Untuk kamar anak 3 × 3 m, artinya bukaan permanen sekitar 0,9 m², misalnya jendela nako atau roster di atas jendela. Kepmenkes yang sama juga meminta luas kamar tidur minimal 8 m² untuk paling banyak dua orang, kecuali anak di bawah 5 tahun.
Ukur Kelembapan Rumah
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyarankan kelembapan dalam ruang di bawah 60%, idealnya 30–50%. CDC menyarankan tidak lebih dari 50%, sedangkan Kepmenkes 829/1999 menetapkan rentang 40–70%.
Alat ukur kelembapan atau hygrometer digital dijual murah dan bisa diletakkan di kamar anak. Bila angkanya bertahan di atas 70% beberapa hari berturut-turut, rumah butuh ventilasi tambahan, exhaust fan, atau pengering udara.
Tanda lain yang mudah dikenali: bau apak yang tidak hilang, cat menggelembung, kaca jendela berembun di pagi hari, dan pakaian di lemari yang ikut berbintik.
Langkah Melindungi Keluarga

WHO menegaskan cara paling efektif melindungi kesehatan adalah mencegah atau meminimalkan lembap yang menetap dan pertumbuhan jamur di permukaan dalam rumah. Jadi pembersihan harus selalu diikuti perbaikan sumber air.
Untuk jamur yang kurang dari sekitar 1 m², pembersihan bisa dilakukan sendiri dengan masker N95, sarung tangan, dan kacamata pelindung. Langkah lengkapnya ada di panduan cara menghilangkan jamur dinding.
Menurut saya, anak sebaiknya tidak tidur di kamar yang sedang dibersihkan dari jamur sampai dinding benar-benar kering. Pindahkan dulu kasur dan mainan kain, karena bahan berpori bisa menyimpan spora.
Tapi bukankah jamur hitam saja yang berbahaya? Warna tidak menentukan bahayanya. Jamur apa pun yang tumbuh di dalam rumah sebaiknya dibersihkan, dan sumber lembapnya diperbaiki; bila asalnya dari atap, lihat panduan atap bocor.
Bila anak sering batuk malam hari, mengi, atau sesak napas, periksakan ke dokter dan ceritakan kondisi rumah. Artikel ini membahas rumah dan lingkungannya, bukan pengganti diagnosis dokter untuk keluhan kesehatan keluarga.






