Beli Apartemen di Jakarta: Cek Sebelum Bayar

Deretan menara apartemen dan gedung tinggi di skyline Jakarta, gambaran suasana sebelum beli apartemen Jakarta
Menara hunian dan perkantoran di skyline Jakarta/Foto: Affan Fadhlan/Unsplash

Jakartabuilding.id – Sebelum beli apartemen Jakarta, cek tiga hal ini dulu: status tanah dan sertifikat unit, progres bangunan saat PPJB, serta biaya rutin di luar cicilan. Sobat JB, ketiganya diatur dalam UU Rumah Susun dan aturan turunannya, jadi kamu bisa meminta buktinya ke pengembang sebelum uang berpindah tangan.

Panduan ini sengaja tidak menyebut proyek mana pun. Isinya urutan pengecekan, pajak, aturan uang muka KPR per Oktober 2026, dan pilihan antara unit baru, bekas, atau sewa.

Bacaan Lainnya

Status Tanah dan Sertifikat Unit

Membeli apartemen berbeda dari membeli rumah tapak. Kamu memiliki unit secara pribadi, plus bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang porsinya dihitung dengan nilai perbandingan proporsional (NPP).

Aturan dasarnya ada di UU 20/2011 tentang Rumah Susun. Pasal 17 membolehkan gedung berdiri di atas hak milik, HGB atau hak pakai atas tanah negara, atau HGB dan hak pakai di atas hak pengelolaan (HPL).

Jenis tanah itu menentukan dokumen yang kamu pegang dan berapa lama haknya berlaku. Ringkasannya, berdasarkan UU 20/2011 Pasal 47–48 dan PP 18/2021 Pasal 37–41:

Dasar tanah gedungBukti milik unitJangka hak tanahYang perlu dicatat
Hak milikSHM sarusunTanpa batas waktuJarang dipakai proyek apartemen besar
HGB atas tanah negaraSHM sarusun30 + 20 + 30 tahunPerpanjangan bisa diberikan sekaligus setelah SLF terbit
HGB di atas HPLSHM sarusun30 + 20 + 30 tahunPerpanjangan butuh persetujuan pemegang HPL
Tanah BMN/BMD atau wakaf yang disewaSKBG sarusunMengikuti perjanjian sewaDijaminkan lewat fidusia, bukan hak tanggungan

Sertifikat hak milik satuan rumah susun (SHMSRS) memuat salinan buku tanah, surat ukur tanah bersama, denah lantai, dan pertelaan NPP. Sertifikat ini bisa dijaminkan untuk KPR dengan hak tanggungan.

HGB di atas HPL bukan berarti buruk. Hanya saja, tanyakan siapa pemegang HPL-nya dan minta salinan perjanjian pemanfaatan tanahnya, karena perpanjangan hak nanti bergantung pada persetujuan pihak itu.

Baca Juga:  Rumah Tidak Punya IMB: Urus SLF dan PBG

5 Hal Dicek Sebelum Beli Apartemen

Urutan pengecekannya mengikuti tahap transaksi, dari tanda jadi sampai pengelolaan gedung. Setelah uang masuk ke rekening pengembang, posisi tawarmu jauh lebih lemah.

1. Izin dan Jaminan Pembangunan

skema alur beli apartemen Jakarta dari tanda jadi, PPJB, serah terima, sampai AJB
Alur beli apartemen dari tanda jadi sampai AJB/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Pengembang boleh memasarkan unit sebelum gedung dibangun. Menurut UU 20/2011 Pasal 42, syarat minimalnya ada lima. Kelimanya adalah kepastian peruntukan ruang, hak atas tanah, status penguasaan gedung, perizinan pembangunan, dan jaminan dari lembaga penjamin.

Minta bukti kelimanya sebelum membayar booking fee. Pengembang yang serius biasanya menyimpan salinannya di kantor pemasaran.

2. Progres Bangunan Minimal 20%

Gedung bertingkat yang masih berupa struktur beton dengan tower crane di sampingnya
Struktur beton gedung bertingkat dengan tower crane/Foto: Muhammad Alif/Unsplash

Menurut UU 20/2011 Pasal 43, PPJB baru boleh dibuat di hadapan notaris setelah gedung terbangun paling sedikit 20%. Penjelasan pasal itu menyebut angka tersebut dihitung dari volume konstruksi gedung yang dipasarkan.

Syarat lainnya: status tanah jelas, izin bangunan terbit, dan prasarana tersedia. Lokasi proyek yang masih berupa lahan kosong jelas belum memenuhi syarat itu.

3. Isi dan Jadwal di PPJB

enam poin isi PPJB apartemen yang dicocokkan dengan brosur dan iklan
Enam isi PPJB yang dicocokkan dengan brosur/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Menurut penjelasan Pasal 43, hal yang diperjanjikan mencakup lokasi, bentuk unit, spesifikasi, harga, fasilitas, dan waktu serah terima. Materi promosi ikut dihitung sebagai janji.

Simpan brosur, tangkapan layar iklan, dan daftar harga. Menurut Pasal 98 dan Pasal 110, pengembang yang membuat PPJB berbeda dari materi pemasaran terancam penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp4 miliar.

Akta jual beli (AJB) baru bisa dibuat setelah gedung punya sertifikat laik fungsi (SLF) dan SHM sarusun atau SKBG sarusun terbit, sesuai UU 20/2011 Pasal 44.

Pastikan PPJB mencantumkan target tanggal AJB, bukan hanya tanggal serah terima kunci. Selama AJB belum ada, bukti kepemilikanmu masih berupa PPJB.

4. IPL dan Dana Cadangan

Kolam renang bersama di kompleks apartemen pada malam hari dengan menara hunian di latar belakang
Kolam renang bersama di kompleks apartemen malam hari/Foto: Neil Fernandez/Unsplash

Di Jakarta, iuran pengelolaan lingkungan (IPL) diatur Pergub DKI 132/2018. Besarnya dihitung dari kebutuhan nyata dan harus disetujui rapat umum anggota perhimpunan pemilik.

Baca Juga:  Tips Beli Rumah di Jakarta Pakai KPR

Pasal 84 Pergub itu merinci tujuh komponen IPL: upah pengelola, air dan listrik bersama, bahan baku, suku cadang, administrasi, pajak, serta asuransi. Kolam renang, lift, dan genset semuanya dibiayai dari pos ini.

Menurut Pasal 85–86 Pergub yang sama, ada juga dana cadangan atau sinking fund sebesar 7–10% dari IPL per bulan. Dana ini disimpan di rekening khusus atas nama perhimpunan.

Sebagai contoh, IPL Rp1 juta per bulan berarti tambahan Rp70.000–100.000 untuk dana cadangan.

Tanyakan tarif IPL per meter persegi yang berlaku sekarang dan riwayat kenaikannya. Untuk unit bekas, minta bukti bahwa IPL penjual tidak menunggak.

5. Masa Transisi dan PPPSRS

garis waktu masa transisi pengelolaan apartemen dari serah terima sampai PPPSRS terbentuk
Masa transisi paling lama satu tahun sebelum PPPSRS/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Setelah serah terima pertama, pengembang mengelola gedung selama masa transisi paling lama satu tahun (UU 20/2011 Pasal 59). Sebelum masa itu habis, pengembang wajib memfasilitasi pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Sarusun (PPPSRS).

Tanyakan apakah PPPSRS sudah terbentuk dan siapa pengelolanya. Gedung lama yang pengelolaannya masih dipegang pengembang bertahun-tahun patut kamu tanyakan lebih jauh, karena di forum itulah tarif IPL diputuskan.

Biaya, Pajak, dan Uang Muka KPR

Harga di brosur apartemen belum termasuk pajak pembeli dan biaya kredit. Tiga pos ini yang paling sering membuat anggaran pembeli meleset.

BPHTB dan PPN Unit Baru

grafik simulasi BPHTB apartemen Jakarta per harga unit Rp500 juta sampai Rp2 miliar
Simulasi BPHTB per harga unit di Jakarta/Grafik: Jakartabuilding.id

Menurut Perda DKI 1/2024, tarif BPHTB 5% dihitung dari harga transaksi (atau NJOP PBB bila lebih tinggi) setelah dikurangi nilai tidak kena pajak Rp250 juta untuk perolehan pertama di Jakarta. Untuk jual beli, pajak ini terutang sejak PPJB ditandatangani (Pasal 41).

Simulasi dengan rumus itu: unit Rp1 miliar menanggung BPHTB Rp37,5 juta atau 3,75% harga. Dalam simulasi ini, makin mahal unitnya, persentasenya makin mendekati 5%.

Berdasarkan Kepgub DKI 450/2026 yang menggantikan Kepgub 840/2025, Pemprov DKI memberi pengurangan 50% BPHTB untuk pembelian pertama rumah tapak atau unit rusun dengan harga sampai Rp500 juta. Syaratnya, pembeli ber-KTP DKI dan berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah.

Contohnya, pada unit Rp500 juta, BPHTB Rp12,5 juta turun menjadi Rp6,25 juta.

Baca Juga:  Biaya Bangun Rumah per Meter 2026 Jakarta

Untuk unit baru, ada keringanan PPN sepanjang 2026. Berdasarkan PMK 90/2025, pemerintah menanggung 100% PPN atas porsi harga sampai Rp2 miliar, untuk unit baru seharga paling tinggi Rp5 miliar. Unitnya harus siap huni, sudah punya kode identitas rumah, dan belum pernah dipindahtangankan.

Syarat waktunya ketat: AJB atau PPJB lunas, plus berita acara serah terima, harus terjadi antara 1 Januari dan 31 Desember 2026. Satu orang hanya bisa memakai insentif ini untuk satu unit.

Artinya, unit inden yang baru diserahkan tahun depan tidak otomatis ikut. Jangan percaya klaim “bebas PPN” tanpa melihat tanggal serah terima di PPJB.

Batas Uang Muka KPR Apartemen

Bank Indonesia memperpanjang pelonggaran rasio LTV kredit properti sampai 31 Desember 2026 lewat PADG 30/2025, tanpa mengubah besaran batasnya. Tabel di halaman BI tersebut untuk rumah susun:

Tipe unitBank memenuhi syarat NPLBank lain, kredit pertamaBank lain, kredit kedua dst.
Di atas 70 m²100%95%90%
21–70 m²100%95%95%
Sampai 21 m²100%100%95%

Angka itu batas atas pembiayaan, bukan janji bank. Bank tetap menilai penghasilan dan riwayat kreditmu, jadi siapkan uang muka cadangan meski brosur menulis “DP 0%”.

Siapkan juga biaya provisi. Per awal Oktober 2026, situs resmi BTN mencantumkan provisi 0,75%, sementara BCA dan BNI 1% dari plafon. Angka ini bisa berubah mengikuti program bank.

Cara menghitung cicilan yang aman sudah dibahas di tips beli rumah di Jakarta pakai KPR.

Baru, Bekas, atau Sewa Dulu

Interior unit apartemen studio dengan dapur kecil, kulkas mini, dan tempat tidur dalam satu ruang
Unit studio dengan dapur kecil dan tempat tidur/Foto: Harsh Vardhan Yadav/Unsplash

Unit baru siap huni punya nilai tambah sepanjang 2026 karena berpeluang memakai PPN ditanggung pemerintah. Unit inden lebih murah di awal, tetapi kamu menanggung risiko keterlambatan dan menunggu AJB lebih lama.

Unit bekas bisa langsung dilihat kondisinya dan biasanya langsung AJB di PPAT. Cek keaslian SHM sarusun di kantor pertanahan, tunggakan IPL, PBB, serta sisa masa HGB gedung sebelum menawar.

Sewa dulu enam bulan sampai setahun cocok bila kamu belum yakin mau beli apartemen Jakarta di kawasan itu. Kamu jadi tahu kualitas pengelola, kebisingan, dan waktu tempuh harian sebelum terikat cicilan belasan tahun.

Kalau harus memilih, kami lebih condong ke unit bekas di gedung dengan PPPSRS aktif daripada unit inden yang murah. Masalah pengelolaan gedung lebih sulit diperbaiki daripada selisih harga.

Masih menimbang rumah tapak? Bandingkan dulu dengan pergerakan harga rumah Jakarta 2026 menurut survei Bank Indonesia.

Langkah pertama hari ini: minta draf PPJB dan bukti hak atas tanah proyek incaranmu, lalu cocokkan dengan lima poin di atas sebelum menyerahkan tanda jadi.

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait