Jakartabuilding.id – Misalnya sebuah keluarga mulai membongkar dapur pada hari Senin, lalu baru sadar pada hari Kamis bahwa pipa air lama sudah keropos dan harus diganti sampai ke meteran. Sobat JB, anggaran langsung kurang, dan kejadian seperti inilah yang dicegah oleh cara renovasi rumah dengan perencanaan matang.
Perencanaan yang baik menemukan masalah sebelum palu pertama diayunkan. Di bawah ini delapan langkah perencanaannya, dari menulis tujuan sampai serah terima, lalu kesalahan perencanaan yang paling sering memakan biaya.
8 Langkah Perencanaan Renovasi

Urutan di bawah berlaku untuk renovasi kecil seperti dapur dan kamar mandi maupun renovasi besar seperti menambah kamar.
1. Tulis Tujuan dan Prioritas

Tulis alasan renovasi dalam satu kalimat, misalnya “dapur lebih lega untuk dua orang memasak” atau “atap tidak bocor lagi”. Tujuan yang jelas memudahkan memilih mana yang wajib dan mana yang bisa ditunda.
Bagi daftar keinginan menjadi tiga: wajib, sebaiknya, dan kalau ada sisa dana. Menurut saya, daftar ketiga inilah yang paling sering membuat anggaran jebol bila tidak dipisahkan sejak awal.
2. Periksa Kondisi Rumah Lebih Dulu

Cek retak di dinding dan balok, rembesan di plafon, kondisi atap, instalasi listrik, dan pipa air sebelum menggambar apa pun. Kerusakan tersembunyi lebih murah ditemukan di tahap ini daripada saat dinding sudah dibongkar.
Permen PUPR 22/2018 membagi kerusakan menjadi ringan, sedang, dan berat. Tingkat kerusakan menentukan apakah cukup diperbaiki atau perlu perkuatan struktur.
3. Tentukan Anggaran dan Dana Cadangan

Untuk patokan atas, Pasal 34 Permen PUPR 22/2018 membatasi biaya perawatan 30%, 45%, dan 65% dari harga bangunan baru untuk kerusakan ringan, sedang, dan berat. Dengan patokan DKI Rp6,23 juta per m², batasnya Rp1,87 juta, Rp2,80 juta, dan Rp4,05 juta per m².
Sisihkan dana cadangan sekitar 10–15% dari anggaran untuk kejutan seperti pipa keropos atau kayu atap lapuk. Angka ini adalah kebiasaan yang kami sarankan, bukan aturan.
4. Buat Gambar dan RAB

Gambar sederhana dengan ukuran sudah cukup untuk renovasi kecil. Untuk menambah ruang atau lantai, minta gambar kerja dari arsitek atau perencana.
Rencana anggaran biaya (RAB) sebaiknya merinci volume, satuan, dan harga tiap pekerjaan. Contoh RAB renovasi dengan dana terbatas bisa dilihat di artikel renovasi rumah 50 juta.
5. Cek Kebutuhan Izin

PP 16/2021 Pasal 262 menyebut renovasi yang mengubah fungsi, jumlah lantai, luas, tampak, atau komponen yang memengaruhi keselamatan memerlukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) perubahan. Pemeliharaan dan perawatan biasa tidak memerlukannya.
Bila perlu PBG, masukkan waktu pengurusannya ke jadwal. Langkah pengajuannya lewat SIMBG ada di artikel cara urus PBG.
6. Pilih Sistem Kerja dan Penyedia

Tentukan apakah memakai borongan penuh, borongan upah, atau harian. Minta minimal tiga penawaran dengan lingkup dan spesifikasi yang sama.
Tapi bukankah penawaran termurah paling menghemat? Belum tentu. Penawaran yang jauh lebih murah sering memangkas volume atau belum memasukkan bongkar dan buang puing.
7. Susun Jadwal dan Termin

Urutkan pekerjaan dari yang kotor ke yang bersih: bongkar, struktur, instalasi pipa dan listrik, plester, lalu cat dan finishing. Pembayaran termin sebaiknya mengikuti progres fisik, bukan tanggal.
Sesuaikan juga dengan musim. Pekerjaan atap dan cor di luar ruangan lebih aman dijadwalkan saat musim kemarau.
8. Awasi dan Lakukan Serah Terima

Datangi lokasi minimal dua kali seminggu dan foto progres setiap kunjungan. Catat perubahan yang diminta secara tertulis, lengkap dengan harganya.
Saat serah terima, cek pintu, kran, saklar, kemiringan lantai kamar mandi, dan rembesan setelah disiram air. Sepakati masa pemeliharaan untuk perbaikan yang muncul setelahnya.
Kesalahan Perencanaan yang Paling Mahal

Kesalahan terbesar adalah mengubah desain di tengah jalan. Memindah satu titik kloset setelah lantai dicor berarti membongkar ulang lantai, pipa, dan waterproofing.
Kesalahan kedua adalah memesan material sebelum ukuran final. Keramik atau kabinet yang terlanjur dibeli dengan ukuran salah sulit dikembalikan.
Artikel ini membahas perencanaan untuk rumah tinggal biasa; renovasi bangunan cagar budaya punya aturan tersendiri yang perlu dibahas terpisah.






