Jakartabuilding.id – Sabtu pagi di sebuah rumah baru di Kelapa Gading, pemiliknya berdiri di ambang pintu sambil memegang kompas, menimbang apakah tempat tidur perlu digeser. Sobat JB, feng shui rumah memang sering dipakai sebagai panduan tata letak, dari posisi pintu utama sampai arah kompor.
Feng shui adalah tradisi Tiongkok kuno yang membaca tata letak bangunan lewat aliran qi, keseimbangan yin dan yang, serta lima elemen. Di bawah ini dasar-dasarnya, panduan per ruang, cara menghitung angka Kua, dan bagian yang perlu disesuaikan dengan rumah tropis di Jakarta.
Dasar Feng Shui Rumah

Secara harfiah, feng shui berarti angin dan air. Tradisi ini menata bangunan dan makam agar memanfaatkan qi, energi kehidupan yang diyakini bergerak bersama angin dan air.
Ada dua aliran besar. Aliran bentuk, yang tertua, membaca bentuk lingkungan seperti bukit, sungai, dan bangunan di sekitar rumah. Aliran kompas memakai delapan arah mata angin dan alat bernama luopan.
1. Qi, Yin, dan Yang

Qi digambarkan sebagai energi yang bisa positif atau negatif. Rumah yang baik menurut feng shui membiarkan qi masuk perlahan, berputar di dalam ruang, lalu keluar tanpa tergesa.
Yin dan yang adalah pasangan sifat yang saling melengkapi: gelap dan terang, tenang dan aktif, dingin dan hangat. Kamar tidur cenderung dibuat lebih yin, sedangkan ruang tamu dan dapur lebih yang.
2. Lima Elemen

Lima elemen dalam feng shui adalah kayu, api, tanah, logam, dan air. Dalam siklus menghasilkan, kayu memberi makan api, api menghasilkan tanah, tanah melahirkan logam, logam menampung air, dan air menumbuhkan kayu.
Dalam siklus mengendalikan, kayu menahan tanah, tanah membendung air, air memadamkan api, api melelehkan logam, dan logam memotong kayu. Siklus inilah yang dipakai untuk memilih warna dan benda di tiap sudut rumah.
3. Peta Bagua

Bagua adalah delapan trigram yang dipetakan ke delapan arah. Dalam susunan yang umum dipakai untuk rumah, utara bersifat air, timur dan tenggara kayu, selatan api, barat dan barat laut logam, sedangkan timur laut, barat daya, dan pusat rumah bersifat tanah.
Cara memakainya: letakkan denah rumah di atas peta bagua dengan arah utara yang sebenarnya, lalu lihat elemen di tiap sudut. Sudut timur, misalnya, menurut tradisi cocok untuk tanaman hidup karena elemennya kayu.
Tata Letak Feng Shui per Ruang

Sebagian besar aturan feng shui untuk rumah berkisar pada empat ruang: pintu utama, ruang tamu, kamar tidur, serta dapur dan kamar mandi.
1. Pintu Utama

Pintu utama disebut sebagai mulut rumah, tempat qi masuk. Area di depannya sebaiknya lapang, terang, dan tidak terhalang tiang, pohon besar, atau tumpukan barang.
Aturan yang paling sering dikutip: pintu depan sebaiknya tidak segaris lurus dengan pintu belakang, karena qi dianggap masuk lalu langsung keluar. Bagian ini nanti dibahas lagi untuk rumah tropis.
2. Ruang Tamu

Ruang tamu adalah ruang yang paling aktif, jadi butuh cahaya cukup dan sirkulasi lancar. Sofa utama sebaiknya membelakangi dinding padat dan menghadap pintu, bukan membelakangi pintu masuk.
Tanaman hidup dan cahaya alami dianggap membawa qi yang segar. Kesalahan yang sering terlihat justru tanaman plastik berdebu di sudut gelap, yang menurut tradisi malah menahan qi.
3. Kamar Tidur

Tempat tidur sebaiknya diletakkan pada posisi komando: kepala tempat tidur menempel dinding padat, pintu kamar terlihat dari kasur, tetapi kasur tidak segaris lurus dengan pintu. Hindari juga balok plafon tepat di atas kasur.
Cermin yang memantulkan tempat tidur dianggap mengganggu tidur. Bila lemari bercermin sulit dipindah, cukup tutup cerminnya dengan kain saat malam. Contoh susunan kamar kecil ada di artikel desain kamar tidur 3×3.
4. Dapur dan Kamar Mandi

Kompor mewakili api, sedangkan bak cuci dan kulkas mewakili air. Feng shui menyarankan kompor tidak berhadapan langsung atau berdempetan dengan bak cuci, dan sebaiknya diberi jarak atau disela meja kerja.
Kamar mandi dianggap tempat qi keluar. Pintu kamar mandi sebaiknya tidak menghadap pintu utama atau dapur, dan selalu ditutup.
Angka Kua dan Arah Baik

Aliran Delapan Rumah memakai angka Kua dari tahun lahir untuk menentukan arah yang baik bagi seseorang. Tahun lahir yang dipakai adalah tahun Imlek, jadi yang lahir sebelum Tahun Baru Imlek memakai tahun sebelumnya.
Untuk laki-laki kelahiran sebelum 2000, jumlahkan dua angka terakhir tahun lahir sampai tinggal satu digit, lalu kurangkan dari 10. Untuk perempuan, digit itu ditambah 5 lalu disederhanakan lagi. Kelahiran 2000 ke atas: hasil laki-laki dikurangi 1 lagi, dan hasil perempuan ditambah 1 lagi.
Contoh hitungan: laki-laki kelahiran 1985 punya angka 8 + 5 = 13, lalu 1 + 3 = 4, sehingga Kua-nya 10 − 4 = 6. Perempuan kelahiran 2003 punya angka 3, ditambah 5 menjadi 8, lalu ditambah 1 menjadi 9.
Angka 1, 3, 4, dan 9 masuk kelompok timur dengan arah baik timur, tenggara, utara, dan selatan. Angka 2, 5, 6, 7, dan 8 masuk kelompok barat dengan arah baik barat, barat laut, timur laut, dan barat daya.
Feng Shui untuk Rumah Tropis Jakarta

Aturan pintu depan yang tidak segaris dengan pintu belakang bertabrakan dengan kebutuhan rumah tropis. Ventilasi silang dari depan ke belakang adalah cara termurah mendinginkan rumah di Jakarta.
Keputusan Menteri Kesehatan 829/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan meminta ventilasi alami permanen minimal 10% dari luas lantai, pencahayaan minimal 60 lux, dan suhu ruang 18–30 °C. Untuk kamar 3 × 3 m, artinya bukaan permanen sekitar 0,9 m².
Jalan tengahnya: biarkan pintu depan dan belakang tetap segaris, lalu pasang sekat rendah, rak tanaman, atau partisi berongga di antaranya. Qi dianggap berbelok, udara tetap mengalir. Prinsip rumah tropis lain dibahas di artikel desain rumah tropis.
Aturan menghadap selatan juga perlu dibaca ulang. Aturan itu lahir di Tiongkok yang punya musim dingin, sedangkan Jakarta dekat khatulistiwa, sehingga yang lebih penting adalah melindungi sisi barat dari matahari sore.
Benda yang Sering Disalahpahami

Cermin bagua di atas pintu, lonceng angin, dan patung naga sering dianggap inti feng shui. Padahal dalam tradisinya, benda seperti ini hanya pelengkap; tata letak ruang, cahaya, dan aliran udara jauh lebih utama.
Tapi bukankah feng shui sudah terbukti secara ilmiah? Tidak. Feng shui umumnya dianggap tidak ilmiah, dan sebagian kalangan menggolongkannya sebagai pseudosains.
Menurut saya, nilai feng shui ada pada kebiasaan yang dibentuknya: pintu yang lapang, kamar yang rapi, cahaya yang cukup, dan perabot yang tidak menghalangi jalan. Saya tidak akan membongkar dinding hanya demi arah Kua, tetapi saya akan menggeser kasur bila membuat tidur lebih tenang.
Rumah yang terang, sejuk, dan rapi biasanya terasa baik, dengan atau tanpa kompas di tangan.






