Jakartabuilding.id – Standar pencahayaan ruangan rumah dalam tabel SNI adalah 60 lux untuk teras dan garasi, 120–150 lux untuk ruang tamu, 120–250 lux untuk ruang makan, ruang kerja, dan kamar tidur, serta 250 lux untuk dapur dan kamar mandi. Sobat JB, lux adalah ukuran seberapa banyak cahaya yang jatuh ke lantai atau meja.
Angka ini berguna saat memilih jumlah dan daya lampu, karena kemasan lampu LED mencantumkan lumen, bukan lux. Di bawah ini cara mengubah lux menjadi jumlah lampu, contoh untuk lima ruang, dan biaya listriknya per bulan.
Standar Pencahayaan Ruangan per Ruang

Tabel tingkat pencahayaan rumah tinggal ini berasal dari SNI 03-6197-2000 tentang konservasi energi pada sistem pencahayaan, sebagaimana dikutip Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia. Tabel yang sama juga mencantumkan kelompok renderasi warna untuk tiap ruang.
1. Teras dan Garasi

Teras dan garasi cukup 60 lux, paling rendah di tabel. Garasi boleh memakai lampu dengan renderasi warna kelompok 3 atau 4, karena warna benda tidak perlu terlihat akurat.
Kesalahan yang sering terlihat: lampu teras terlalu terang dan menyorot ke jalan. Cahaya 60 lux sudah cukup untuk mencari kunci dan melihat tamu, tanpa menyilaukan tetangga di seberang.
2. Ruang Tamu, Ruang Makan, dan Kamar Tidur

Ruang tamu dianjurkan 120–150 lux, sedangkan ruang makan dan kamar tidur 120–250 lux. Ruang kerja memakai rentang yang sama, tetapi dengan renderasi warna kelompok 1.
Rentang lebar ini memberi ruang untuk memilih. Kamar tidur tidak perlu terang merata, karena membaca lebih nyaman dibantu lampu meja yang diarahkan ke buku.
3. Dapur dan Kamar Mandi

Dapur dan kamar mandi butuh 250 lux, tertinggi di tabel rumah tinggal. Di dapur, cahaya ini dipakai untuk memotong dan melihat kematangan masakan, dan di kamar mandi untuk bercermin.
Pasang lampu di depan posisi orang berdiri, bukan tepat di belakang kepala. Lampu di belakang membuat bayangan tubuh jatuh di atas meja atau wajah.
Hitungan Jumlah Lampu per Ruang

Rumus sederhananya: lumen yang dibutuhkan sama dengan lux dikali luas ruang, dibagi faktor 0,4. Faktor ini asumsi redaksi untuk cahaya yang hilang ke dinding dan plafon (0,5) serta lampu yang meredup dan berdebu (0,8).
Katalog Philips LED 2024 mencantumkan bohlam LED 10 W sebesar 1.020 lumen dan 12 W sebesar 1.360 lumen. Dengan angka itu, teras 2 × 3 m cukup satu lampu 10 W, kamar mandi 1,5 × 2 m dua lampu 10 W, dapur 2 × 3 m tiga lampu 12 W, kamar tidur 3 × 3 m tiga lampu 12 W, dan ruang tamu 3 × 4 m empat lampu 12 W.
Hasilnya sekitar 4–7 W per m² untuk ruang dalam rumah. Bila hitungan Sobat JB jauh di atas angka itu, cek ulang luas ruang atau jenis lampunya.
Biaya Listrik Lampu Satu Rumah

Untuk rumah dengan dua kamar tidur, total daya lampu dari contoh di atas sekitar 186 W. Bila menyala rata-rata 5 jam sehari, pemakaiannya sekitar 27,9 kWh per bulan.
Dengan tarif PLN golongan R-1 1.300 VA sebesar Rp1.444,70 per kWh yang berlaku Oktober 2026, biaya lampu seluruh rumah sekitar Rp40.300 per bulan. Menambah satu lampu 12 W yang menyala 5 jam sehari hanya menambah sekitar Rp2.600 per bulan.
Warna Cahaya dan Lampu Baca

Katalog yang sama menawarkan tiga warna cahaya: warm white 3.000 K, neutral white 4.000 K, dan cool daylight 6.500 K. Menurut saya, kamar tidur dan ruang keluarga lebih nyaman dengan 3.000 K, sedangkan dapur dan ruang kerja dengan 4.000 K.
Tapi bukankah cahaya putih 6.500 K membuat rumah terlihat lebih terang? Lampu dengan lumen yang sama memberi lux yang sama, hanya warnanya yang lebih dingin. Rumah terasa lebih terang karena kontras, bukan karena cahayanya bertambah.
Warna dinding juga ikut menentukan. Cat terang memantulkan lebih banyak cahaya, jadi lihat juga panduan warna cat ruang tamu sebelum menambah lampu. Untuk kamar kecil, contoh tata letaknya ada di artikel desain kamar tidur 3×3.
Hitung dulu luas ruangnya, karena lampu yang tepat ditentukan oleh lumen, bukan oleh watt.






