6 Taman Kota di Jakarta untuk Akhir Pekan, Empat Buka 24 Jam

Infinity Link Bridge di Tebet Eco Park saat senja
Infinity Link Bridge, Tebet Eco Park/Foto: RasyaAbhirama13 via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jakartabuilding.id – Jumat malam, 16 Mei 2025, kolam setengah lingkaran di Lapangan Banteng masih ramai pengunjung ketika jam sudah lewat pukul sembilan. Sobat JB, malam itu Gubernur Pramono Anung meresmikan lima taman kota di Jakarta yang boleh dikunjungi 24 jam, dan Lapangan Banteng salah satunya.

Sejak itu pilihan ruang hijau di Jakarta tidak lagi berhenti saat matahari terbenam. Berikut enam taman yang paling layak didatangi, lengkap dengan luas, fasilitas, dan jam bukanya.

Bacaan Lainnya

Taman yang Kini Buka Malam

taman kota di Jakarta: Lapangan Banteng dengan Monumen Pembebasan Irian Barat
Lapangan Banteng dan Monumen Pembebasan Irian Barat/Foto: Seeharee via Wikimedia Commons (CC0)

Lima taman yang dibuka 24 jam adalah Lapangan Banteng, Taman Ayodya, Taman Langsat, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

Menurut Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, pengawasannya memakai petugas keamanan, petugas kebersihan, dan CCTV yang dipantau langsung.

Tebet Eco Park sempat masuk rencana, tapi batal buka 24 jam. Pada April 2025, Gubernur menyebut taman itu berada di kawasan padat penduduk, sehingga jam bukanya diperpanjang sampai pukul 22.00.

Komunitas yang ingin memakai taman 24 jam untuk kegiatan bisa memesan tempat secara daring. Yang datang sendiri cukup masuk seperti biasa, tanpa tiket.

6 Taman Kota Terbaik di Jakarta

jalur pejalan kaki di Taman Langsat Jakarta Selatan
Jalur pejalan kaki di Taman Langsat/Foto: Anggawars via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Urutan di bawah bukan peringkat. Tiap taman punya karakter berbeda, dari alun-alun bersejarah sampai taman ekologi di tepi sungai.

1. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat

kolam dan amfiteater Taman Lapangan Banteng
Kolam dan teater terbuka di Lapangan Banteng/Foto: Seeharee via Wikimedia Commons (CC0)

Lapangan Banteng berukuran sekitar 230 × 250 meter di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di tengahnya berdiri Monumen Pembebasan Irian Barat yang dibangun pada 1963.

Baca Juga:  Friedrich Silaban: 6 Karya Arsitek Masjid Istiqlal

Sisi utara dipakai untuk lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Sisi selatan berisi taman dengan kolam setengah lingkaran, air mancur bercahaya, dan teater terbuka.

Lapangan ini dikelilingi Gedung Kementerian Keuangan, Kantor Pos Pusat, Katedral Jakarta, dan Masjid Istiqlal. Menurut saya, ini taman terbaik untuk jalan malam karena arsitektur di sekitarnya ikut jadi pemandangan.

2. Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru

kolam Taman Ayodya yang kini bagian Taman Bendera Pusaka
Taman Ayodya pada 2023, kini bagian dari Taman Bendera Pusaka/Foto: Henri Aja via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Taman Bendera Pusaka diresmikan pada 14 Maret 2026 dengan menyatukan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Luas kawasannya 5,6 hektare.

Di dalamnya ada sekitar 285 pohon dari 12 jenis, termasuk menteng, eboni, cempaka, dan kecapi. Fasilitasnya meliputi jogging track sepanjang 1,2 kilometer, lapangan padel, lapangan serbaguna, amfiteater, dan terowongan penghubung antartaman.

Foto di atas diambil pada 2023, saat Taman Ayodya masih berdiri sendiri dengan kolam di tengahnya. Taman ini buka 24 jam.

3. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

kolam Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di malam hari
Kolam Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M/Foto: RasyaAbhirama13 via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Taman seluas 9.710 m² ini berada di Melawai, Kebayoran Baru, di samping Terminal dan Stasiun MRT Blok M. Setelah direvitalisasi, taman ini dibuka kembali pada 18 September 2022.

Isinya kolam besar, air mancur, plaza anak, amfiteater, healing garden, ruang baca, toko buku, dan kedai kopi. Pengelolanya adalah PT Integrasi Transit Jakarta, anak usaha PT MRT Jakarta.

Taman ini pertama kali dirancang M. Soesilo dan diresmikan pada 1955, bersamaan dengan Kebayoran Baru. Revitalisasinya menjadikan taman ini bagian dari kawasan TOD Blok M.

4. Tebet Eco Park, Jakarta Selatan

sungai dan jembatan oranye di Tebet Eco Park
Sungai dan jembatan di Tebet Eco Park/Foto: RasyaAbhirama13 via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Tebet Eco Park punya luas 7 hektare dan direvitalisasi Pemprov DKI bersama Astra Land, lalu dibuka kembali pada 2022. Taman ini berisi lebih dari seribu pohon.

Baca Juga:  7 Pohon Peneduh untuk Halaman Rumah, Lengkap dengan Tinggi Dewasanya

Fungsinya bukan cuma rekreasi. Setelah revitalisasi, taman ini menjadi area resapan alami untuk pengendali banjir.

Ikon fotonya adalah Infinity Link Bridge, jembatan berbentuk angka delapan yang menghubungkan sisi utara dan selatan taman. Sisi selatan punya Community Lawn untuk piknik keluarga.

5. Taman Menteng, Jakarta Pusat

air mancur dan plaza Taman Menteng Jakarta Pusat
Plaza dan air mancur Taman Menteng/Foto: Rantemario via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Taman Menteng berdiri di bekas lahan Stadion Menteng, dengan luas 2,9 hektare dan koleksi 30 spesies tanaman. Ada taman bermain anak serta lapangan futsal dan basket.

Detail yang jarang diperhatikan: taman ini punya 44 sumur resapan untuk membantu air hujan meresap ke tanah. Taman Menteng juga termasuk taman yang buka 24 jam.

6. Taman Suropati, Menteng

air mancur di bawah pohon rindang Taman Suropati
Air mancur Taman Suropati, Menteng/Foto: Marwan Mohamad via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Taman Suropati berada di pertemuan Jalan Teuku Umar, Jalan Diponegoro, dan Jalan Imam Bonjol. Awalnya taman ini bernama Burgemeester Bisschopplein, diambil dari nama wali kota Batavia pertama.

Taman ini dihiasi enam monumen karya pematung dari negara pendiri ASEAN, termasuk Sunaryo dari Indonesia. Pohon-pohonnya tua dan rindang, cocok untuk duduk lama di bangku taman.

Tapi bukankah Taman Suropati tidak masuk daftar 24 jam? Betul, dan saya tetap memasukkannya. Untuk pagi atau sore hari, keteduhan pohon di Suropati masih sulit ditandingi taman yang lebih baru.

Tips Datang ke Taman Kota

foto udara Taman Literasi dan kawasan transit Blok M
Taman Literasi dan kawasan transit Blok M dari udara/Foto: IndoDroneMan via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Pakai transportasi umum. Taman Literasi dan Taman Bendera Pusaka sama-sama dekat dengan kawasan transit Blok M, sementara Lapangan Banteng dikelilingi halte TransJakarta.

Kesalahan yang sering terlihat: datang ke Tebet Eco Park setelah pukul 22.00. Taman ini tidak termasuk daftar 24 jam.

Untuk acara komunitas di taman 24 jam, pesan tempat lebih dulu secara daring. Kalau mau tahu bagaimana taman seperti Literasi menyatu dengan stasiun, bacaan soal kawasan TOD Jakarta bisa jadi pembuka.

Baca Juga:  Kawasan TOD Jakarta: 4 Titik Transit Incaran Pencari Hunian

Taman yang paling enak adalah yang paling dekat dengan rumahmu, jadi mulai saja dari situ akhir pekan ini.

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait