7 Tren Desain Interior 2026 yang Mulai Ditinggalkan

ruang tamu bernuansa netral hangat dengan jendela besar
Ruang tamu bernuansa netral hangat/Foto: Spacejoy/Unsplash

Jakartabuilding.id – Lima tahun lalu, ruang tamu serba putih dengan sofa abu-abu dan kayu oak terang adalah wujud rumah “estetik” di media sosial. Memasuki tren desain interior 2026, deretan desainer yang dikutip majalah rumah Amerika justru menyebut gaya itu sebagai yang paling cepat ditinggalkan.

Sobat JB, bukan berarti rumah bergaya itu harus dibongkar. Di bawah ini alasan tren berganti, tujuh gaya yang mulai ditinggalkan beserta penggantinya, arah tren berikutnya, dan elemen yang tetap aman dipakai.

Bacaan Lainnya

Kenapa Tren Interior Berganti

ruang tamu sebagai contoh tren desain interior 2026
Ruang tamu dengan sofa putih dan tanaman/Foto: Collov Home Design/Unsplash

Tren interior bergerak karena kebosanan visual dan karena barang yang terlalu banyak diproduksi akhirnya terasa murahan. Gaya yang muncul di semua katalog furnitur dalam waktu singkat biasanya juga paling cepat terlihat ketinggalan.

Arah perubahan menuju 2026 cukup jelas: dari ruang yang steril dan seragam ke ruang yang hangat, bertekstur, dan terasa dikumpulkan pelan-pelan. Hunker merangkumnya sebagai perpindahan dari permukaan mulus ke permukaan yang bisa dirasakan tangan.

7 Tren yang Mulai Ditinggalkan

Daftar ini dirangkum dari ulasan Hunker serta liputan The Spruce dan MSN yang dihimpun AOL. Penggantinya kami sesuaikan dengan kondisi rumah tropis di Indonesia.

1. Ruang Serba Putih

sofa putih berlekuk di ruang tamu
Sofa putih berlekuk, contoh furnitur serba putih/Foto: Олег Мороз/Unsplash

Dapur, kamar mandi, atau ruang tamu yang seluruhnya putih kini disebut terasa seperti ruang mati. Penggantinya adalah netral berlapis: putih tulang, krem, dan cokelat muda dengan tekstur kain dan kayu.

Di Jakarta, alasan praktisnya lebih kuat lagi. Debu jalan dan udara lembap membuat dinding serta sofa putih cepat kusam.

2. Abu-Abu Dingin

dua sofa beludru abu-abu
Sofa abu-abu dingin/Foto: Zac Gudakov/Unsplash

Abu-abu dingin yang populer di awal 2020-an mulai digantikan cokelat hangat, krem, dan beige. Warna ini terasa lebih ramah dengan cahaya matahari tropis yang kuat.

Baca Juga:  Harga per m² Plafon PVC vs Gypsum 2026

Menurut saya, abu-abu tidak perlu dibuang seluruhnya. Cukup pindahkan ke aksen kecil, seperti bantal atau bingkai, lalu ganti warna dinding dengan netral yang lebih hangat.

3. Dinding Polos Mulus

dinding bata bertekstur dicat putih
Dinding bertekstur menggantikan dinding mulus/Foto: Daria-Yakovleva/Pixabay

Dinding gypsum atau plester yang benar-benar mulus mulai digantikan dinding bertekstur seperti limewash dan roman clay. Panel dinding dan list profil juga kembali dipakai.

Untuk iklim lembap, pilih cat tekstur yang tahan jamur. Kapur tradisional yang tidak diberi lapisan pelindung bisa cepat bernoda di dinding yang sering terkena rembesan.

4. Permukaan Mengilap

kabinet dapur putih dengan meja marmer
Kabinet dan meja dengan permukaan halus/Foto: Stephen Owen/Unsplash

Kabinet dan lantai berkilap tinggi digantikan permukaan doff yang lebih lembut di mata. Selain tampak lebih tenang, permukaan doff menyamarkan sidik jari dan goresan kecil.

5. Kayu Satu Warna

ruang tamu dengan meja kayu bundar
Ruang tamu dengan meja kayu bundar/Foto: Spacejoy/Unsplash

Ruangan dengan lantai, kabinet, dan meja dari kayu oak terang yang sama mulai terasa datar. Desainer kini mencampur dua atau tiga warna kayu, termasuk kayu gelap seperti mahoni.

Kayu gelap juga lebih dekat dengan rumah lama di Indonesia, misalnya kusen jati dan mebel ukir. Mebel warisan keluarga justru bisa menjadi pusat ruang.

6. Sofa Bouclé dan Sofa Awan

ruang tamu dengan kursi dan sofa bertekstur
Kursi dan sofa berbahan tekstur/Foto: Sayless studios/Unsplash

Kain bouclé yang keriting dan sofa “awan” yang besar dan empuk disebut mulai jenuh. Penggantinya adalah beludru, kain bermotif, tenun, atau sofa dengan bentuk lebih tegas yang sesuai skala ruang.

Tapi bukankah sofa empuk tetap paling nyaman? Tentu, dan kenyamanan tetap nomor satu. Yang ditinggalkan adalah ukuran yang terlalu besar untuk ruang tamu kecil, bukan sofa empuknya.

7. Set Furnitur Serba Seragam

ruang tamu dengan paduan furnitur berbeda
Ruang tamu dengan paduan furnitur yang berbeda/Foto: Spacejoy/Unsplash

Satu set kamar tidur atau ruang tamu dengan model dan warna yang sama mulai terlihat seperti ruang pamer toko. Tren 2026 mengarah ke paduan bentuk, bahan, dan era yang berbeda tetapi tetap serasi.

Baca Juga:  6 Konsep Ruang Tamu Terinspirasi dari Alam

Kesalahan yang sering terlihat: mencampur terlalu banyak gaya sekaligus. Pakai satu benang merah, misalnya warna kayu atau logam, agar ruang tetap terasa satu.

Arah Tren Berikutnya

lampu gantung emas dan putih
Lampu bernuansa kuningan ala Neo Deco/Foto: Ruan Martinelli/Unsplash

Pinterest Predicts 2026 mencatat kenaikan pencarian “brass aesthetic” dan “leather banquette” masing-masing 35% dalam tren yang disebut Neo Deco, yaitu motif geometris ala Art Deco dengan sentuhan kuningan.

Pinterest juga mencatat kenaikan pencarian dekorasi Afrobohemian sebesar 220%, dengan tekstil cerah dan anyaman serat alam. Unsur anyaman ini mudah ditemukan dari pengrajin lokal, seperti rotan dan pandan.

Yang Tetap Aman Dipakai

ruang tamu dengan dinding kayu dan furnitur elegan
Ruang dengan dinding kayu dan furnitur yang tertata/Foto: lost voyager/Unsplash

Elemen fungsional jarang ketinggalan zaman: cahaya alami, ventilasi silang, penyimpanan tertutup, dan furnitur dengan ukuran yang pas. Tanaman dalam ruangan juga tetap relevan untuk rumah tropis.

Pilih barang yang memang disukai dan nyaman dipakai, karena rumah yang terasa milik sendiri tidak pernah benar-benar keluar dari tren.

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait