Menurut simulasi AHSP sloof kolom balok beton per m3 dengan upah DKI 2026, 1 m³ sloof 15×20 menelan Rp8,31 juta sebelum biaya umum. Balok 15×20 Rp10,43 juta dan kolom 15×15 Rp13,80 juta.
Betonnya sendiri hanya Rp1,79 juta per m³. Sisanya habis untuk besi dan, terutama, bekisting.
Koefisien bahan dan tenaga diambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026, rujukan AHSP terbaru Kementerian Pekerjaan Umum. Upah harian memakai Kepgub DKI 1142/2025. Harga bahan memakai median survei katalog Bangun Jakarta, dicek 27 Oktober 2026. Katalog itu dikelola Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI.Elemen Beton Besi Bekisting Total per m³ Sloof 15×20 Rp1.787.697 Rp2.662.483 Rp3.856.869 Rp8.307.049 Balok 15×20 Rp1.787.697 Rp2.359.111 Rp6.279.671 Rp10.426.479 Kolom 15×15 Rp1.787.697 Rp2.998.542 Rp9.016.887 Rp13.803.126
Menurut format analisis SE 47/SE/Dk/2026, biaya umum dan keuntungan ditambahkan 10–15%. Dengan 10%, simulasinya menjadi Rp9.137.754 untuk sloof, Rp11.469.127 untuk balok, dan Rp15.183.439 untuk kolom per m³.
Pola grafiknya jelas: makin kecil penampang, makin mahal per m³. Kolom 15×15 butuh bekisting di empat sisi untuk volume beton yang kecil. Dalam simulasi ini, bekisting menyumbang 65% biaya kolom, sedangkan pada sloof 46%.
Beton Manual atau Ready-Mix untuk Rumah
SE 47/SE/Dk/2026 tidak lagi memakai mutu K. Beton aduk manual hanya tersedia untuk f’c 7,5, 10, 15, 17, 20, dan 21 MPa.
Untuk struktur rumah yang biasa disebut K-225, pilih f’c 20 MPa, mutu terdekat di atasnya. Komposisi K-225 versi SNI 7394:2008 kami bahas terpisah di artikel campuran beton K-225 per m3.Komponen Koefisien Harga satuan Jumlah Pekerja 1,650 OH Rp229.195 Rp378.172 Tukang batu 0,275 OH Rp241.112 Rp66.306 Kepala tukang 0,028 OH Rp262.029 Rp7.337 Mandor 0,009 OH Rp277.239 Rp2.495 Semen portland 348 kg Rp1.500/kg Rp522.000 Pasir beton 790 kg Rp500.000/m³ Rp282.143 Kerikil/split 1.009 kg Rp600.000/m³ Rp448.444 Air 202 liter Rp400/liter Rp80.800 Total 1 m³ Rp1.787.697
Harga pasir dan kerikil di survei Bangun Jakarta tercatat per m³, padahal koefisiennya dalam kg. Tanpa konversi bobot isi SNI 7394:2008, pasir 790 kg mudah tertulis 0,79 m³, terlalu besar sekitar 40% (hitungan simulasi). Harga air memakai satu-satunya entri survei Bangun Jakarta, Rp400 per liter dari 2024.
Menurut butir 2.2.1.4.5, semen 348 kg per m³ setara 6,96 sak 50 kg. Dalam simulasi, upah adukan manual Rp454.310 per m³ sudah mencakup pengecoran, karena judul butirnya “pembuatan s.d. pengecoran”.
Bagaimana bila betonnya dipesan ready-mix? Di atas kertas, ready-mix lebih murah.
Butir 2.2.1.6.4 untuk pengecoran ready-mix f’c 20 MPa hanya butuh pekerja 0,400 OH, tukang 0,100 OH, kepala tukang 0,010 OH, dan mandor 0,040 OH, plus beton 1,02 m³. Dengan harga distributor Pusat Readymix untuk K-225 per 6 Oktober 2026, totalnya sebagai berikut.Cara Beton per m³ Sloof per m³ Kolom per m³ Aduk manual f’c 20 MPa Rp1.787.697 Rp8.307.049 Rp13.803.126 Ready-mix truk standar (Rp900.000/m³) Rp1.047.499 Rp7.566.851 Rp13.062.928 Ready-mix truk mini (Rp1.225.000/m³) Rp1.378.999 Rp7.898.351 Rp13.394.428
Selisihnya hanya Rp400 ribu sampai Rp740 ribu per m³, dan praktiknya sering hilang. Catatan butir 2.2.1.6.4 mewajibkan pompa bila beton dituang dari ketinggian lebih dari 1 m. Itu berlaku untuk kolom dan ring balok.
Pendapat kami: aduk manual tetap masuk akal untuk kolom rumah yang dicor bertahap per titik, karena volumenya hanya sekitar 1 m³. Ready-mix layak untuk sloof dan ring balok bila jalan cukup lebar untuk truk dan volumenya bisa dicor sekali jalan.
Kebutuhan Besi Tulangan per Kubik Beton
SE 47 memisahkan pembesian kolom, balok, ring balk, dan sloof menurut diameter. Butir 2.2.1.1.3 berlaku untuk besi di bawah 12 mm dan dikerjakan manual. Butir 2.2.1.1.4 (polos/BjTP) dan 2.2.1.1.4.a (sirip/BjTS) berlaku untuk besi 12 mm ke atas dengan cara semi mekanis.
- Besi di bawah 12 mm (butir 2.2.1.1.3): pekerja 0,016 OH, tukang besi 0,016 OH, kepala tukang 0,0016 OH, dan mandor 0,0016 OH per kg. Pada upah Kepgub DKI 1142/2025, upahnya Rp8.388 per kg.
- Besi 12 mm ke atas (butir 2.2.1.1.4): pekerja 0,00160 OH, tukang besi 0,00080 OH, kepala tukang 0,00008 OH, dan mandor 0,00016 OH per kg, atau Rp625 per kg. Butir ini menambah sewa bar cutter dan bar bender masing-masing 0,0004 hari per kg. Dengan sewa survei Bangun Jakarta 2024 (Rp320.000 dan Rp285.000 per hari), alatnya Rp242 per kg.
- Bahan per kg menurut SE 47: besi 1,050 kg, artinya susut potong 5% sudah masuk, plus kawat bendrat 0,028 kg (Rp616 pada harga survei Bangun Jakarta Rp22.000/kg).
- Median harga survei Bangun Jakarta untuk besi polos 2026: Ø6 Rp12.700/kg, Ø8 Rp10.300/kg, Ø10 Rp10.200/kg, Ø12 Rp10.300/kg.
Masalahnya, AHSP tidak menyebut berapa kg besi dalam 1 m³ sloof atau kolom. Angka itu bergantung pada gambar kerja, jadi angka bulat tanpa penampang dan diameter tulangan tidak bisa dicek.
Kami menghitungnya dari penampang minimum Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa Ditjen Cipta Karya 2006. Pedoman itu meminta sloof bertulangan utama minimal Ø12 dengan sengkang Ø8 jarak 15 cm. Kolom dan balok minimal Ø10 dengan sengkang Ø6 jarak 15 cm.Elemen Tulangan Besi per m’ Besi per m³ Biaya besi per m³ Sloof 15×20 4 Ø12, sengkang Ø8-15 5,43 kg 181 kg Rp2.662.483 Balok 15×20 4 Ø10, sengkang Ø6-15 3,47 kg 116 kg Rp2.359.111 Kolom 15×15 4 Ø10, sengkang Ø6-15 3,32 kg 148 kg Rp2.998.542 
Sloof memakai besi paling banyak per m³ karena tulangan Ø12 hampir 1,5 kali lebih berat per meter daripada Ø10. Biaya besinya tetap paling rendah per kg. Menurut simulasi, Ø12 terpasang Rp12.298 per kg, sedangkan Ø8 Rp19.819 per kg, karena upah semi mekanis jauh lebih kecil.
Bagaimana bila tukang memotong dan menekuk Ø12 secara manual tanpa alat? Itu di luar butir 2.2.1.1.4. Bila tetap dihitung dengan upah manual butir 2.2.1.1.3, simulasi sloof naik menjadi Rp9.233.132 per m³, sekitar Rp926 ribu lebih mahal. Bila gambar kerja meminta besi ulir D13 atau sengkang lebih rapat di ujung kolom, hitung ulang kg-nya. Jangan memakai angka tabel ini mentah-mentah.
Bekisting, Biaya Terbesar pada Kolom
SE 47/SE/Dk/2026 membedakan bekisting sloof dan bekisting kolom/balok. Sloof memakai papan kayu kelas III karena dicor di permukaan tanah.
Kolom dan balok memakai plywood 12 mm, rangka balok kayu, dan dolken penyangga. Semua koefisien sudah memperhitungkan pemakaian ulang tiga kali.
| Per m² bekisting | Sloof | Kolom | Balok |
|---|---|---|---|
| Pekerja / tukang kayu | 0,520 / 0,260 OH | 0,660 / 0,330 OH | 0,660 / 0,330 OH |
| Bahan utama | Papan kelas III 0,018 m³ | Plywood 0,127 lbr, balok 0,00465 m³, dolken 0,65 btg | Plywood 0,127 lbr, balok 0,00558 m³, dolken 0,65 btg |
| Upah | Rp191.178 | Rp242.532 | Rp242.532 |
| Bahan | Rp87.810 | Rp85.324 | Rp89.718 |
| Total + bongkar | Rp289.265 | Rp338.133 | Rp342.528 |
Biaya per m² ketiganya mirip. Yang membedakan adalah luas cetakan per m³ beton.
Sloof hanya butuh dua sisi tegak karena alasnya tanah atau lantai kerja. Balok butuh dua sisi dan alas, sedangkan kolom terbungkus empat sisi.
Kolom 15×15 butuh 26,67 m² bekisting per m³, dua kali sloof. Ring balok yang duduk di atas dinding bata sebenarnya hanya perlu dua sisi, jadi biayanya bisa turun mendekati sloof. Tanyakan ini ke pemborong sebelum menyetujui RAB.
Contoh AHSP Sloof dan Kolom Tipe 45
Contoh ini memakai asumsi panjang, bukan gambar kerja nyata. Sloof 48 m’, 14 kolom setinggi 3,2 m, dan ring balok 48 m’. Dalam contoh ini, volume betonnya 3,89 m³ dengan besi sekitar 576 kg.Elemen Volume Besi Biaya per m’ Jumlah Sloof 15×20, 48 m’ 1,44 m³ 261 kg Rp249.211 Rp11.962.128 Kolom 15×15, 44,8 m’ 1,01 m³ 149 kg Rp310.570 Rp13.913.536 Ring balok 15×20, 48 m’ 1,44 m³ 166 kg Rp312.794 Rp15.014.112 Total 3,89 m³ 576 kg Rp40.889.776
Pada contoh ini, semen untuk 3,89 m³ beton f’c 20 MPa sekitar 27 sak 50 kg. Dalam simulasi, upah tenaga mengambil 45% biaya sloof, 58% balok, dan 61% kolom. Angka ini menjelaskan mengapa borongan struktur jarang turun banyak meski harga besi turun.
Ubah panjang dan jumlah kolom sesuai denah rumahmu di kalkulator berikut. Rumusnya memakai biaya per meter lari dari tabel di atas.
Kalkulator Sloof, Kolom, dan Balok Beton
Biaya per meter lari memakai koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI: beton f'c 20 MPa manual, besi Ø6–Ø10 manual, besi Ø12 semi mekanis, dan bekisting 3 kali pakai. Upah DKI 2026 mengikuti Kepgub 1142/2025. Harga bahan memakai median survei Bangun Jakarta, dicek 27 Oktober 2026.
Simulasi patokan, bukan harga borongan. Penampang dan tulangan mengikuti contoh artikel (sloof 4 Ø12 + sengkang Ø8-15; kolom dan balok 4 Ø10 + sengkang Ø6-15). Belum termasuk fondasi, galian, dak, angkut material, dan pompa beton.
Contoh: dengan isian bawaan dan biaya umum 10%, kalkulator menghasilkan sekitar Rp44.978.754 untuk 3,89 m³ beton bertulang. Hasilnya simulasi patokan, bukan penawaran pemborong.
Yang Perlu Dicek Sebelum Tanda Tangan
- Susut besi dihitung dua kali. Menurut butir 2.2.1.1.3 dan 2.2.1.1.4 SE 47, koefisien 1,050 kg sudah memuat susut 5%. Menambah cadangan 10% lagi di volume, seperti yang sering muncul di RAB, berarti membayar susut dua kali.
- Bekisting dianggap sekali pakai. Semua koefisien bekisting SE 47/SE/Dk/2026 berlabel tiga kali pakai. Bila pemborong membeli plywood baru untuk tiap kolom, jumlah lembarnya akan jauh di atas 0,127 lembar per m².
- Koefisien dibaca dari nomor butir saja. Di Lampiran VI, daftar butir menyebut bekisting sloof 2.2.1.3.3, tetapi tabel rincinya bernomor 2.2.1.3.2. Cocokkan nama pekerjaannya, bukan nomornya.
- Upah besi Ø12 disamakan dengan besi kecil. Untuk Ø12 ke atas, butir 2.2.1.1.4 memakai bar cutter dan bar bender. Menurut simulasi upah Kepgub DKI 1142/2025, upahnya hanya Rp625 per kg plus sewa alat Rp242 (survei Bangun Jakarta). Bila RAB memasang upah manual butir 2.2.1.1.3 (Rp8.388 per kg dalam simulasi ini) untuk semua diameter, tanyakan apakah pemborong memang tidak memakai alat.
- Cor bertahap tanpa tambahan upah. Kolom yang dicor per titik membuat tukang bolak-balik menyiapkan adukan kecil. AHSP mengasumsikan produktivitas normal, jadi wajar bila pemborong menambah hari kerja.
Upah harian yang menjadi dasar semua angka di atas kami rinci per jenis tukang di artikel upah tukang Jakarta 2026.
Berapa ukuran minimal kolom rumah satu lantai? Pedoman Ditjen Cipta Karya 2006 menganjurkan kolom minimal 15x15 cm dan balok minimal 15x20 cm untuk bangunan tidak bertingkat. Rumah dua lantai butuh hitungan struktur tersendiri.
Besi SNI atau besi banci? SNI 2052:2017 memberi toleransi diameter besi polos 8–14 mm sebesar ±0,4 mm. Besi Ø10 yang ternyata hanya 9 mm sudah di luar toleransi itu.
Beratnya sekitar 0,50 kg per meter (hitungan 0,00617 × 9²), bukan 0,617 kg. Membeli per batang tanpa menimbang membuat kg di RAB tidak sama dengan yang terpasang.
Kapan bekisting boleh dibongkar? SE 47/SE/Dk/2026 tidak mengatur umur bongkar, hanya upah bongkarnya.
Ikuti spesifikasi teknis dari perencana struktur. Bila tidak ada, tanyakan ke perencana dan jangan memakai patokan dari pemborong saja.
Tiga angka paling sensitif adalah kg besi per m³, luas bekisting, dan harga kerikil. Minta pemborong menunjukkan daftar potong besi dari gambar kerja dan luas bekisting per elemen. Bandingkan harga split dengan median survei Bangun Jakarta yang tercatat Rp600.000 per m³ pada 2026.






