AHSP Pasangan Bata Ringan per m2: Koefisien Perekat dan Upah

Rumah dua lantai dengan dinding pasangan bata ringan putih yang masih setengah jadi, palet bata ringan terbungkus plastik kuning di depannya
Rumah dua lantai berdinding bata ringan sedang dibangun/Foto: Lionel Allorge/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Simulasi AHSP pasangan bata ringan per m2 untuk dinding tebal 10 cm di Jakarta 2026 menghasilkan Rp135.062 sebelum biaya umum dan keuntungan, atau Rp148.568 dengan keuntungan 10%. Dinding 7,5 cm lebih murah, Rp116.824 per m². Upah tenaga keduanya sama, Rp61.243 per m², jadi selisihnya datang dari harga bata dan perekat.

Koefisiennya kami ambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026 butir 3.6.4. Upah memakai Kepgub DKI 1142/2025, sedangkan harga bata ringan dan perekat memakai median survei 2026 di katalog Bangun Jakarta. Keduanya kami cek ulang 7 November 2026.

Bacaan Lainnya
Rincian per m²Bata ringan 7,5 cmBata ringan 10 cmBata merah ½ batu
Upah tenagaRp61.243Rp61.243Rp73.485
BataRp48.125Rp63.875Rp46.742
Perekat / adukanRp7.456Rp9.944Rp39.825
SubtotalRp116.824Rp135.062Rp160.052
+ biaya umum 10%Rp128.506Rp148.568Rp176.057
+ biaya umum 15%Rp134.348Rp155.321Rp184.060
Simulasi: koefisien SE 47/SE/Dk/2026 butir 3.6.4.1, 3.6.4.2, dan 3.6.1.8 × upah Kepgub DKI 1142/2025 × median harga survei Bangun Jakarta 2026.

Pada dinding 10 cm, upah dan harga bata ringan hampir sama besar. Dalam simulasi itu, upah sekitar 45% dan bata sekitar 47% dari subtotal, sedangkan perekat tidak sampai 8%.

Koefisien AHSP Pasangan Bata Ringan per m²

SE 47/SE/Dk/2026 menyebut tiga ukuran bata ringan yang dianalisis: panjang 60 cm, tinggi 20 cm, dengan tebal 7,5 cm, 10 cm, dan 20 cm. Ketiganya dipasang dengan mortar siap pakai, bukan adukan semen-pasir.

Koefisien per m²7,5 cm (3.6.4.1)10 cm (3.6.4.2)20 cm (3.6.4.3)
Bata ringan (buah)8,7508,7508,750
Mortar perekat (kg)2,5713,4296,857
Pekerja (OH)0,16670,16670,2500
Tukang (OH)0,08330,08330,1250
Kepala tukang (OH)0,00830,00830,0125
Mandor (OH)0,00280,00280,0042
Koefisien pemasangan 1 m² dinding bata ringan dengan mortar siap pakai menurut SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI. OH = orang hari.

Bahan: Bata Ringan, Perekat, dan Air

Satu bata 60 × 20 cm menutup 0,12 m², jadi secara teoretis 1 m² butuh 8,33 buah. Koefisien 8,75 buah di SE 47/SE/Dk/2026 berarti sudah ada cadangan 5% untuk bata yang dipotong di ujung baris atau pecah saat diangkut.

Baca Juga:  Biaya Tambah Lantai 2 Jakarta 2026 per m²

Menurut SE 47/SE/Dk/2026, kebutuhan perekat naik sebanding dengan tebal bata: 2,571 kg untuk 7,5 cm, 3,429 kg untuk 10 cm, dan 6,857 kg untuk 20 cm. Air pencampur tidak dicantumkan sebagai bahan di analisis SE itu, jadi ikuti takaran di kemasan perekat.

Bahan ahsp pasangan bata ringan per m2: tumpukan bata ringan AAC putih di atas palet berbungkus plastik kuning
Bata ringan AAC bertumpuk di atas palet/Foto: Leo Miregalitheo/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dalam video akun resmi @unimix.mortar di bawah, produsen perekat Unimix menyebut satu sak 40 kg cukup untuk sekitar 80–100 bata ringan, dengan tebal perekat kira-kira 0,5 cm. Simulasi kami dari koefisien SE 47/SE/Dk/2026 untuk 10 cm: satu sak 40 kg setara 11,7 m² dinding atau sekitar 102 bata, jadi kedua angka itu sejalan.

Tenaga: Pekerja, Tukang, Kepala Tukang, Mandor

Menurut tabel SE 47/SE/Dk/2026, koefisien tenaga bata ringan 7,5 cm dan 10 cm identik. Tukang 0,0833 OH per m² berarti satu tukang dianggap memasang sekitar 12 m² sehari, dibantu dua pekerja.

Pasangan bata merah ½ batu (butir 3.6.1.8) memakai tukang 0,1 OH per m², atau sekitar 10 m² per hari. Jadi, menurut AHSP, bata ringan butuh tenaga sekitar 17% lebih sedikit, sedangkan dinding 20 cm butuh 1,5 kali tenaga dinding 10 cm.

Kecepatan itu hanya tercapai bila baris pertama rata. Video dari Sky Mortar berikut menekankan bahwa pasangan bata ringan harus lurus dan rata agar perekat tipisnya bekerja.

Upah DKI 2026 dan Harga Bahan

Upah harian diambil dari katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, yang mencantumkan dasar Kepgub DKI Nomor 1142 Tahun 2025. Saat dicek 7 November 2026, upah pekerja Rp229.195, tukang batu Rp241.112, dan kepala tukang Rp262.029 per hari.

Upah mandor Rp277.239 per hari tercatat di katalog yang sama saat dicek 19 Oktober 2026. Hasil perkalian upah per m² untuk bata ringan 7,5 cm dan 10 cm:

Baca Juga:  Ukuran Balok Rumah 2 Lantai dan Besinya
  • Pekerja 0,1667 OH × Rp229.195 = Rp38.207
  • Tukang 0,0833 OH × Rp241.112 = Rp20.085
  • Kepala tukang 0,0083 OH × Rp262.029 = Rp2.175
  • Mandor 0,0028 OH × Rp277.239 = Rp776
  • Jumlah upah per m² = Rp61.243

Harga bahan memakai median survei 2026 di katalog yang sama, dicek 7 November 2026. Bata ringan 10 cm Rp7.300 per buah (72 data, rentang Rp6.200–Rp10.000) dan 7,5 cm Rp5.500 per buah (53 data, rentang Rp4.800–Rp6.800).

Perekat bata ringan tercatat Rp2.900 per kg (98 data, rentang Rp2.000–Rp4.100). Bata ringan 20 cm hanya punya 4 data dengan median Rp13.150 per buah, jadi anggap angkanya kasar.

grafik ahsp pasangan bata ringan per m2 7,5 cm dan 10 cm dibanding bata merah: upah tenaga, bata, dan perekat
Komposisi biaya dinding bata ringan dan bata merah per m² 2026/Grafik: Jakartabuilding.id

Grafik di atas memperlihatkan bagian hijau, yaitu perekat atau adukan, yang jauh lebih tebal pada bata merah. Tarif harian jenis tukang lain, dari tukang kayu sampai tukang cat, ada di artikel upah tukang Jakarta 2026.

Contoh Hitung Satu Dinding Kamar

Contoh simulasi ini memakai satu dinding kamar 3 m × 2,8 m tanpa bukaan, dengan bata ringan 10 cm. Luasnya 8,4 m², dan koefisien SE 47/SE/Dk/2026 serta harga survei Bangun Jakarta sama dengan tabel di atas.

skema tampak dinding bata ringan 3 x 2,8 m dengan kolom praktis, sloof, ring balok, dan siar perekat tipis
Skema dinding bata ringan 3 × 2,8 m dan kebutuhan bata/Ilustrasi: Jakartabuilding.id
  • Bata ringan 10 cm: 8,4 × 8,75 = 73,5 buah (beli 74)
  • Mortar perekat: 8,4 × 3,429 = 28,8 kg
  • Bahan: Rp620.080
  • Upah: Rp514.441
  • Subtotal simulasi: Rp1.134.521, atau Rp1.247.974 dengan biaya umum 10%
  • Tenaga: 1,4 OH pekerja dan 0,7 OH tukang, kurang dari satu hari kerja satu tim

Pada simulasi bata 7,5 cm, jumlah bata tetap 73,5 buah, tetapi perekat turun menjadi 21,6 kg. Subtotal simulasinya Rp981.322, atau Rp1.079.454 dengan biaya umum 10%.

Bila dinding itu punya pintu 0,9 × 2,1 m, luas bersihnya tinggal 6,51 m². Simulasi bata 10 cm menjadi 57 buah dan Rp879.254, atau Rp967.179 dengan biaya umum 10%.

Baca Juga:  Berapa Lama Waktu Membangun Rumah? Ini Hitungannya

Masukkan ukuran dindingmu di kalkulator berikut. Koefisiennya mengikuti SE 47/SE/Dk/2026, dan harga bata per buah bisa kamu ganti dengan harga toko terdekat.



Bahan dan upah pasangan bata ringan 60 × 20 cm dengan mortar siap pakai, dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI butir 3.6.4.1–3.6.4.2, upah DKI 2026 (Kepgub 1142/2025), dan median harga survei Bangun Jakarta 2026 (bata 7,5 cm Rp5.500, bata 10 cm Rp7.300 per buah, perekat Rp2.900/kg; dicek 7 November 2026).

Luas dinding bersih (m²)8,4
Bata ringan (buah, sudah termasuk susut 5%)73,5
Mortar perekat (kg)28,8
Biaya bahanRp620.080
Upah tenagaRp514.441
Biaya umum dan keuntunganRp113.452
Perkiraan biaya totalRp1.247.974

Simulasi patokan resmi, bukan harga borongan pasar. Untuk bata 7,5 cm ganti harga per buah menjadi sekitar Rp5.500 (median survei Bangun Jakarta 2026, dicek 7 November 2026). Belum termasuk kolom praktis, ring balok, plester/acian, perancah, dan angkut material ke lantai atas.

Contoh simulasi: dinding 3 × 2,8 m tanpa bukaan, bata 10 cm seharga Rp7.300 per buah, dan biaya umum 10% menghasilkan perkiraan Rp1.247.974. Untuk bata 7,5 cm, pilih tebalnya lalu ganti harga per buah menjadi Rp5.500 sesuai median survei Bangun Jakarta.

Memilih Tebal Bata Ringan

Dalam simulasi ini, selisih 7,5 cm dan 10 cm Rp18.238 per m². Jumlah bata dan upahnya sama, jadi seluruh selisih berasal dari harga bata yang lebih mahal dan perekat yang 33% lebih banyak.

Pilihan tebal tidak cukup diputuskan dari harga. SNI 8640:2018 tentang bata beton ringan, seperti dikutip jurnal Composite FT Universitas Negeri Gorontalo, mensyaratkan tebal minimal 98 mm untuk kelas struktural dan 73 mm untuk nonstruktural.

Bata 7,5 cm masuk rentang nonstruktural, sehingga menurut kami lebih cocok untuk partisi dalam ruangan. Untuk dinding luar dan dinding yang akan digantungi kabinet, 10 cm lebih aman.

Dinding 20 cm jarang dipakai di rumah tinggal, tetapi AHSP-nya ada. Dengan median survei Rp13.150 per buah yang datanya baru empat, simulasinya Rp226.824 per m² sebelum biaya umum, karena upah dan perekatnya naik bersamaan.

Daya rekat perekat menentukan apakah dinding tipis tetap kokoh. SCG memperagakan uji rekat bata ringan dalam video produsen berikut, jadi anggap sebagai gambaran, bukan uji mutu independen.

Dibanding Bata Merah dan Biaya Terlupa

Pasangan bata merah ½ batu 1SP:4PP butuh 71,91 bata, 11,5 kg semen, dan 0,043 m³ pasir per m² menurut SE 47/SE/Dk/2026. Dengan bata merah Rp650, semen Rp1.500 per kg, dan pasir Rp525.000 per m³, simulasinya Rp160.052 per m².

Harga bata merah, semen, dan pasir itu adalah median survei 2026 Bangun Jakarta yang kami cek 10 dan 24 Oktober 2026. Hasilnya, bata merah lebih mahal Rp24.990 per m² daripada bata ringan 10 cm, atau sekitar 18,5%.

Untuk dinding contoh 3 × 2,8 m, bata merah butuh 604 buah, 96,6 kg semen, dan 0,361 m³ pasir, dengan simulasi Rp1.344.437. Bata ringan unggul jauh di adukan dan tenaga, meski harga batanya per m² lebih mahal (Rp63.875 lawan Rp46.742).

Ada tiga pekerjaan yang tidak masuk angka per m² di atas dan sering terlupa saat menawar:

  • Kolom praktis, sloof, dan ring balok. Di AHSP, ketiganya adalah pekerjaan beton bertulang yang dihitung per m³, terpisah dari pasangan dinding.
  • Bukaan pintu dan jendela. Luasnya dikurangkan dari dinding, tetapi bata di tepi kusen harus dipotong rapi, sehingga sisa potongan bisa melebihi cadangan 5% di koefisien AHSP.
  • Lapisan akhir. Plester, acian, cat, dan plafon punya analisis sendiri, padahal biayanya bisa menyamai pasangan dindingnya.

Untuk lapisan atas ruangan, hitungan AHSP plafon kami bahas di perbandingan plafon PVC vs gypsum. Sebelum tanda tangan borongan, cek ulang tiga angka di tokomu: harga bata per buah, harga perekat per kg, dan luas dinding bersih setelah dikurangi bukaan.

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait