Simulasi AHSP pasangan bata ringan per m2 untuk dinding tebal 10 cm di Jakarta 2026 menghasilkan Rp135.062 sebelum biaya umum dan keuntungan, atau Rp148.568 dengan keuntungan 10%. Dinding 7,5 cm lebih murah, Rp116.824 per m². Upah tenaga keduanya sama, Rp61.243 per m², jadi selisihnya datang dari harga bata dan perekat.
Koefisiennya kami ambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026 butir 3.6.4. Upah memakai Kepgub DKI 1142/2025, sedangkan harga bata ringan dan perekat memakai median survei 2026 di katalog Bangun Jakarta. Keduanya kami cek ulang 7 November 2026.
| Rincian per m² | Bata ringan 7,5 cm | Bata ringan 10 cm | Bata merah ½ batu |
|---|---|---|---|
| Upah tenaga | Rp61.243 | Rp61.243 | Rp73.485 |
| Bata | Rp48.125 | Rp63.875 | Rp46.742 |
| Perekat / adukan | Rp7.456 | Rp9.944 | Rp39.825 |
| Subtotal | Rp116.824 | Rp135.062 | Rp160.052 |
| + biaya umum 10% | Rp128.506 | Rp148.568 | Rp176.057 |
| + biaya umum 15% | Rp134.348 | Rp155.321 | Rp184.060 |
Pada dinding 10 cm, upah dan harga bata ringan hampir sama besar. Dalam simulasi itu, upah sekitar 45% dan bata sekitar 47% dari subtotal, sedangkan perekat tidak sampai 8%.
Koefisien AHSP Pasangan Bata Ringan per m²
SE 47/SE/Dk/2026 menyebut tiga ukuran bata ringan yang dianalisis: panjang 60 cm, tinggi 20 cm, dengan tebal 7,5 cm, 10 cm, dan 20 cm. Ketiganya dipasang dengan mortar siap pakai, bukan adukan semen-pasir.Koefisien per m² 7,5 cm (3.6.4.1) 10 cm (3.6.4.2) 20 cm (3.6.4.3) Bata ringan (buah) 8,750 8,750 8,750 Mortar perekat (kg) 2,571 3,429 6,857 Pekerja (OH) 0,1667 0,1667 0,2500 Tukang (OH) 0,0833 0,0833 0,1250 Kepala tukang (OH) 0,0083 0,0083 0,0125 Mandor (OH) 0,0028 0,0028 0,0042
Bahan: Bata Ringan, Perekat, dan Air
Satu bata 60 × 20 cm menutup 0,12 m², jadi secara teoretis 1 m² butuh 8,33 buah. Koefisien 8,75 buah di SE 47/SE/Dk/2026 berarti sudah ada cadangan 5% untuk bata yang dipotong di ujung baris atau pecah saat diangkut.
Menurut SE 47/SE/Dk/2026, kebutuhan perekat naik sebanding dengan tebal bata: 2,571 kg untuk 7,5 cm, 3,429 kg untuk 10 cm, dan 6,857 kg untuk 20 cm. Air pencampur tidak dicantumkan sebagai bahan di analisis SE itu, jadi ikuti takaran di kemasan perekat.
Dalam video akun resmi @unimix.mortar di bawah, produsen perekat Unimix menyebut satu sak 40 kg cukup untuk sekitar 80–100 bata ringan, dengan tebal perekat kira-kira 0,5 cm. Simulasi kami dari koefisien SE 47/SE/Dk/2026 untuk 10 cm: satu sak 40 kg setara 11,7 m² dinding atau sekitar 102 bata, jadi kedua angka itu sejalan.
Tenaga: Pekerja, Tukang, Kepala Tukang, Mandor
Menurut tabel SE 47/SE/Dk/2026, koefisien tenaga bata ringan 7,5 cm dan 10 cm identik. Tukang 0,0833 OH per m² berarti satu tukang dianggap memasang sekitar 12 m² sehari, dibantu dua pekerja.
Pasangan bata merah ½ batu (butir 3.6.1.8) memakai tukang 0,1 OH per m², atau sekitar 10 m² per hari. Jadi, menurut AHSP, bata ringan butuh tenaga sekitar 17% lebih sedikit, sedangkan dinding 20 cm butuh 1,5 kali tenaga dinding 10 cm.
Kecepatan itu hanya tercapai bila baris pertama rata. Video dari Sky Mortar berikut menekankan bahwa pasangan bata ringan harus lurus dan rata agar perekat tipisnya bekerja.
Upah DKI 2026 dan Harga Bahan
Upah harian diambil dari katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, yang mencantumkan dasar Kepgub DKI Nomor 1142 Tahun 2025. Saat dicek 7 November 2026, upah pekerja Rp229.195, tukang batu Rp241.112, dan kepala tukang Rp262.029 per hari.
Upah mandor Rp277.239 per hari tercatat di katalog yang sama saat dicek 19 Oktober 2026. Hasil perkalian upah per m² untuk bata ringan 7,5 cm dan 10 cm:
- Pekerja 0,1667 OH × Rp229.195 = Rp38.207
- Tukang 0,0833 OH × Rp241.112 = Rp20.085
- Kepala tukang 0,0083 OH × Rp262.029 = Rp2.175
- Mandor 0,0028 OH × Rp277.239 = Rp776
- Jumlah upah per m² = Rp61.243
Harga bahan memakai median survei 2026 di katalog yang sama, dicek 7 November 2026. Bata ringan 10 cm Rp7.300 per buah (72 data, rentang Rp6.200–Rp10.000) dan 7,5 cm Rp5.500 per buah (53 data, rentang Rp4.800–Rp6.800).
Perekat bata ringan tercatat Rp2.900 per kg (98 data, rentang Rp2.000–Rp4.100). Bata ringan 20 cm hanya punya 4 data dengan median Rp13.150 per buah, jadi anggap angkanya kasar.
Grafik di atas memperlihatkan bagian hijau, yaitu perekat atau adukan, yang jauh lebih tebal pada bata merah. Tarif harian jenis tukang lain, dari tukang kayu sampai tukang cat, ada di artikel upah tukang Jakarta 2026.
Contoh Hitung Satu Dinding Kamar
Contoh simulasi ini memakai satu dinding kamar 3 m × 2,8 m tanpa bukaan, dengan bata ringan 10 cm. Luasnya 8,4 m², dan koefisien SE 47/SE/Dk/2026 serta harga survei Bangun Jakarta sama dengan tabel di atas.
- Bata ringan 10 cm: 8,4 × 8,75 = 73,5 buah (beli 74)
- Mortar perekat: 8,4 × 3,429 = 28,8 kg
- Bahan: Rp620.080
- Upah: Rp514.441
- Subtotal simulasi: Rp1.134.521, atau Rp1.247.974 dengan biaya umum 10%
- Tenaga: 1,4 OH pekerja dan 0,7 OH tukang, kurang dari satu hari kerja satu tim
Pada simulasi bata 7,5 cm, jumlah bata tetap 73,5 buah, tetapi perekat turun menjadi 21,6 kg. Subtotal simulasinya Rp981.322, atau Rp1.079.454 dengan biaya umum 10%.
Bila dinding itu punya pintu 0,9 × 2,1 m, luas bersihnya tinggal 6,51 m². Simulasi bata 10 cm menjadi 57 buah dan Rp879.254, atau Rp967.179 dengan biaya umum 10%.
Masukkan ukuran dindingmu di kalkulator berikut. Koefisiennya mengikuti SE 47/SE/Dk/2026, dan harga bata per buah bisa kamu ganti dengan harga toko terdekat.
Bahan dan upah pasangan bata ringan 60 × 20 cm dengan mortar siap pakai, dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI butir 3.6.4.1–3.6.4.2, upah DKI 2026 (Kepgub 1142/2025), dan median harga survei Bangun Jakarta 2026 (bata 7,5 cm Rp5.500, bata 10 cm Rp7.300 per buah, perekat Rp2.900/kg; dicek 7 November 2026).
Simulasi patokan resmi, bukan harga borongan pasar. Untuk bata 7,5 cm ganti harga per buah menjadi sekitar Rp5.500 (median survei Bangun Jakarta 2026, dicek 7 November 2026). Belum termasuk kolom praktis, ring balok, plester/acian, perancah, dan angkut material ke lantai atas.
Contoh simulasi: dinding 3 × 2,8 m tanpa bukaan, bata 10 cm seharga Rp7.300 per buah, dan biaya umum 10% menghasilkan perkiraan Rp1.247.974. Untuk bata 7,5 cm, pilih tebalnya lalu ganti harga per buah menjadi Rp5.500 sesuai median survei Bangun Jakarta.
Memilih Tebal Bata Ringan
Dalam simulasi ini, selisih 7,5 cm dan 10 cm Rp18.238 per m². Jumlah bata dan upahnya sama, jadi seluruh selisih berasal dari harga bata yang lebih mahal dan perekat yang 33% lebih banyak.
Pilihan tebal tidak cukup diputuskan dari harga. SNI 8640:2018 tentang bata beton ringan, seperti dikutip jurnal Composite FT Universitas Negeri Gorontalo, mensyaratkan tebal minimal 98 mm untuk kelas struktural dan 73 mm untuk nonstruktural.
Bata 7,5 cm masuk rentang nonstruktural, sehingga menurut kami lebih cocok untuk partisi dalam ruangan. Untuk dinding luar dan dinding yang akan digantungi kabinet, 10 cm lebih aman.
Dinding 20 cm jarang dipakai di rumah tinggal, tetapi AHSP-nya ada. Dengan median survei Rp13.150 per buah yang datanya baru empat, simulasinya Rp226.824 per m² sebelum biaya umum, karena upah dan perekatnya naik bersamaan.
Daya rekat perekat menentukan apakah dinding tipis tetap kokoh. SCG memperagakan uji rekat bata ringan dalam video produsen berikut, jadi anggap sebagai gambaran, bukan uji mutu independen.
Dibanding Bata Merah dan Biaya Terlupa
Pasangan bata merah ½ batu 1SP:4PP butuh 71,91 bata, 11,5 kg semen, dan 0,043 m³ pasir per m² menurut SE 47/SE/Dk/2026. Dengan bata merah Rp650, semen Rp1.500 per kg, dan pasir Rp525.000 per m³, simulasinya Rp160.052 per m².
Harga bata merah, semen, dan pasir itu adalah median survei 2026 Bangun Jakarta yang kami cek 10 dan 24 Oktober 2026. Hasilnya, bata merah lebih mahal Rp24.990 per m² daripada bata ringan 10 cm, atau sekitar 18,5%.
Untuk dinding contoh 3 × 2,8 m, bata merah butuh 604 buah, 96,6 kg semen, dan 0,361 m³ pasir, dengan simulasi Rp1.344.437. Bata ringan unggul jauh di adukan dan tenaga, meski harga batanya per m² lebih mahal (Rp63.875 lawan Rp46.742).
Ada tiga pekerjaan yang tidak masuk angka per m² di atas dan sering terlupa saat menawar:
- Kolom praktis, sloof, dan ring balok. Di AHSP, ketiganya adalah pekerjaan beton bertulang yang dihitung per m³, terpisah dari pasangan dinding.
- Bukaan pintu dan jendela. Luasnya dikurangkan dari dinding, tetapi bata di tepi kusen harus dipotong rapi, sehingga sisa potongan bisa melebihi cadangan 5% di koefisien AHSP.
- Lapisan akhir. Plester, acian, cat, dan plafon punya analisis sendiri, padahal biayanya bisa menyamai pasangan dindingnya.
Untuk lapisan atas ruangan, hitungan AHSP plafon kami bahas di perbandingan plafon PVC vs gypsum. Sebelum tanda tangan borongan, cek ulang tiga angka di tokomu: harga bata per buah, harga perekat per kg, dan luas dinding bersih setelah dikurangi bukaan.






