Kawasan TOD Jakarta: 4 Titik Transit Incaran Pencari Hunian

Stasiun MRT Lebak Bulus di kawasan TOD Jakarta dengan jalur layang di atas jalan
Stasiun MRT Lebak Bulus, Maret 2025/Foto: Medelam/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jakartabuilding.id – Dulu, tinggal dekat stasiun di Jakarta berarti dekat satu jalur kereta saja. Sekarang, di kawasan TOD Jakarta seperti Dukuh Atas, satu titik bisa menghubungkan MRT, KRL, LRT, kereta bandara, dan TransJakarta sekaligus.

Sobat JB, TOD (transit oriented development) punya definisi resmi di Jakarta, lengkap dengan radiusnya. Di bawah ini penjelasan aturannya dan empat kawasan transit yang paling sering disebut, plus hal yang perlu dicek sebelum membeli hunian di sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Apa Itu Kawasan TOD

diagram lingkaran radius kawasan TOD 350 dan 700 meter dari stasiun
Radius kawasan TOD menurut Pergub DKI 67/2019/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 Pasal 1 angka 8 mendefinisikan kawasan berorientasi transit sebagai kawasan yang terintegrasi dengan angkutan umum massal dan mendorong pergerakan pejalan kaki.

Radiusnya 350 sampai 700 meter dari pusat transit. Pergub ini kemudian diubah lewat Pergub Nomor 50 Tahun 2021, antara lain pada Pasal 17, 30, dan 38.

Artinya, bukan semua apartemen berlabel “dekat MRT” otomatis berada di kawasan TOD. Ukur dulu jaraknya dari stasiun.

4 Kawasan TOD Jakarta

Keempat kawasan ini dipilih karena mempertemukan lebih dari satu moda transportasi.

1. Dukuh Atas, Pertemuan Lima Moda

pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas dengan kanopi putih dan penumpang
Pintu masuk Stasiun MRT Dukuh Atas/Foto: Syaifan Bahtiar Nirwan/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dukuh Atas mempertemukan Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas, Stasiun KRL Sudirman, Stasiun Kereta Bandara BNI City, dan TransJakarta.

Kawasan ini dikelola PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Terowongan Kendal ditutup untuk kendaraan bermotor sejak 2019 dan kini jadi ruang pejalan kaki.

Jembatan multiguna sepanjang 250 meter dibuka pada 2023 untuk menghubungkan stasiun kereta, MRT, dan area komersial.

Baca Juga:  Harga Rumah Jakarta 2026 Naik Tipis, Ini Data Survei BI

Berikutnya ada rencana skybridge melingkar empat kuadran yang menyambungkan semua moda. Pembangunannya dimulai 21 Juni 2026 dan ditargetkan selesai 2028. Menurut saya, Dukuh Atas adalah contoh TOD Jakarta yang paling lengkap saat ini.

2. Blok M, Stasiun dan Terminal Bus

peron layang Stasiun MRT Blok M dengan kereta tiba dan penumpang menunggu
Peron Stasiun MRT Blok M BCA/Foto: Slleong/Wikimedia Commons (CC0)

Stasiun MRT Blok M BCA dibuka bersama fase 1 MRT Jakarta pada 24 Maret 2019. Stasiunnya layang, dengan tiga jalur rel dan dua peron pulau.

Stasiun ini terhubung langsung ke Plaza Blok M dan Terminal Bus Blok M. Kawasan ini juga dekat Blok M Square dan Pasaraya.

Buat pencari hunian, nilai plus Blok M ada pada kombinasi stasiun MRT, terminal bus, dan pusat belanja dalam jarak jalan kaki.

3. Lebak Bulus, Ujung Selatan MRT

kereta MRT Ratangga tiba di Stasiun Lebak Bulus
Kereta MRT tiba di Lebak Bulus/Foto: VulcanSphere/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia adalah stasiun paling selatan jalur MRT Utara–Selatan, dibuka 24 Maret 2019. Di sebelah timurnya ada depo MRT di bekas lahan Stadion Lebak Bulus.

Stasiun ini terhubung dengan koridor 8 TransJakarta dan dekat Terminal Lebak Bulus. Lebak Bulus juga diusulkan menjadi titik awal MRT fase 5 ke arah Tangerang.

4. Manggarai, Simpul KRL

pintu timur Stasiun Manggarai dengan bangunan lama dan gedung stasiun baru
Pintu timur Stasiun Manggarai, Desember 2024/Foto: Desta231206/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Stasiun Manggarai menjadi titik transit KRL lintas Bogor dan Cikarang, sekaligus dilewati kereta bandara sejak 5 Oktober 2019.

Setelah tahap pertama renovasi rampung pada September 2021, jalurnya bertambah dari sembilan menjadi tiga belas. Stasiun ini direncanakan menjadi stasiun sentral pengganti Gambir untuk kereta jarak jauh, lengkap dengan rencana hunian, area komersial, dan hotel di sekitarnya.

Tapi bukankah Manggarai terkenal padat pada jam sibuk? Betul, dan itu yang perlu dipertimbangkan kalau kamu mencari hunian yang tenang.

Cek Ini Sebelum Membeli Hunian

Pertama, ukur jarak jalan kaki yang sebenarnya dari pintu stasiun ke lobi hunian, bukan jarak garis lurus di peta.

Baca Juga:  Friedrich Silaban: 6 Karya Arsitek Masjid Istiqlal

Kedua, pastikan jalurnya punya trotoar yang layak dan tertutup dari hujan. Jalur pejalan kaki di Dukuh Atas bisa jadi patokan.

Ketiga, cek moda apa saja yang benar-benar berhenti di stasiun terdekat, termasuk jadwal kereta dan rute TransJakarta.

Keempat, cari tahu rencana pengembangan kawasannya. Proyek seperti skybridge Dukuh Atas atau stasiun sentral Manggarai bisa mengubah akses, dan juga kebisingan, dalam beberapa tahun.

Artikel ini tidak membahas harga apartemen di tiap kawasan karena angkanya berubah cepat; bahasan harga properti Jakarta ada di artikel terpisah.

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *