Jakartabuilding.id – Gaji Rp14 juta per bulan di Jabodetabek masih masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah untuk rumah subsidi 2026, asalkan sudah menikah. Angka itu tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri PKP Nomor 5 Tahun 2025.
Sobat JB, aturan rumah subsidi berubah beberapa kali sejak 2025, termasuk tenor yang kini bisa sampai 40 tahun. Di bawah ini ringkasan aturan yang berlaku, syarat penerima, dan simulasi cicilan yang dihitung ulang oleh redaksi.
Aturan FLPP 2026
FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah KPR bersubsidi pemerintah yang disalurkan lewat bank. Empat hal ini yang paling menentukan apakah kamu bisa ikut.
1. Batas Penghasilan per Zona
Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025, yang ditetapkan 17 April 2025, membagi Indonesia ke empat zona. Pasal 6 merujuk ke lampiran untuk rincian zona dan besaran penghasilan.
Zona 4, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, punya batas tertinggi: Rp12 juta untuk lajang dan Rp14 juta untuk yang menikah atau peserta Tapera. Zona 1 (Jawa di luar Jabodetabek, Sumatra, NTB, NTT) paling rendah, Rp8,5 juta dan Rp10 juta.
Zona 2 (Kalimantan, Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Bali) di angka Rp9 juta dan Rp11 juta, sedangkan Zona 3 (enam provinsi Papua) Rp10,5 juta dan Rp12 juta.
2. Bunga 5% Tetap, Tenor Sampai 40 Tahun
Pada 24 Juni 2026, Kementerian PKP menyetujui tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. Bunganya tetap 5% untuk rumah tapak dan 6% untuk rumah susun sampai tenor berakhir.
Di bank penyalur seperti BTN, uang muka KPR Sejahtera FLPP disebut mulai 1%.
Hitungan redaksi untuk rumah Rp160 juta dengan DP 1%: cicilan tenor 20 tahun sekitar Rp1,05 juta per bulan, sedangkan tenor 40 tahun sekitar Rp764 ribu.
3. Harga dan Luas Rumah
Batas harga jual rumah tapak subsidi mengacu pada Keputusan Menteri PUPR Nomor 689/KPTS/M/2023, yang juga mengatur batas luas tanah dan lantai. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan pada 9 Juni 2026 bahwa harga rumah subsidi belum naik.
Soal luas, Permen PKP Nomor 1 Tahun 2026 yang ditetapkan 15 Januari 2026 mengubah Pasal 3 ayat (5): batas luas lantai rumah umum dan rumah swadaya kini ditetapkan oleh Menteri.
Karena angka per wilayah ada di lampiran keputusan tersebut, cek harga unit langsung ke pengembang dan bank sebelum memberi tanda jadi.
4. Kuota 350.000 Unit
Target penyaluran FLPP 2026 adalah 350.000 unit, dan sampai 23 Juni 2026 sudah tersalur 81.268 unit. Artinya, per akhir Juni masih ada sekitar 268 ribu unit yang belum tersalur.
Syarat dan Cara Mengajukan
Berdasarkan ketentuan KPR Sejahtera FLPP di BTN, syarat utamanya sebagai berikut:
– WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, maksimal 65 tahun saat kredit jatuh tempo.
– Pemohon dan pasangan belum memiliki rumah.
– Belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.
– Punya NPWP, melaporkan SPT, dan NIK terdaftar di Dukcapil.
– Penghasilan tidak melewati batas zona.
Dokumen yang disiapkan antara lain KTP, KK, NPWP, surat nikah, slip gaji tiga bulan, surat keterangan kerja, dan rekening koran tiga bulan.
Menurut saya, syarat yang paling mudah terlewat adalah SPT tahunan, bukan slip gaji. Cek dulu status pajakmu sebelum datang ke bank.
Simulasi Cicilan Rumah Rp160 Juta
Simulasi ini memakai harga contoh Rp160 juta, DP 1% (Rp1,6 juta), pokok pinjaman Rp158,4 juta, dan bunga tetap 5%. Rumusnya anuitas: pokok × r ÷ (1 − (1 + r)^−n), dengan r = 5% ÷ 12.
Tenor
Cicilan per bulan
Total sampai lunas
10 tahun
Rp1.680.000
Rp201,6 juta
15 tahun
Rp1.253.000
Rp225,5 juta
20 tahun
Rp1.045.000
Rp250,9 juta
30 tahun
Rp850.000
Rp306,1 juta
40 tahun
Rp764.000
Rp366,6 juta
Tenor 40 tahun memang memangkas cicilan sekitar Rp282 ribu dibanding 20 tahun. Tapi total yang dibayar bertambah sekitar Rp115,7 juta.
Menurut saya, tenor panjang masuk akal kalau gaji masih mepet di awal, asalkan ada rencana melunasi lebih cepat saat penghasilan naik.
Angka di artikel ini dicek pada 1 Oktober 2026; tinjau lagi saat pemerintah mengumumkan batas harga jual yang baru.


