Jakartabuilding.id – Lama waktu membangun rumah satu lantai seluas sekitar 45 m² umumnya empat sampai lima bulan untuk pekerjaan fisik, dengan tim dua tukang dan empat pekerja. Sobat JB, angka itu belum termasuk waktu desain dan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang bisa menambah beberapa minggu.
Perkiraan ini kami susun dari koefisien tenaga kerja di pedoman analisis harga pekerjaan (AHSP) dan batas waktu PBG di PP 16/2021. Di bawah ini waktu pengurusan izin, perkiraan per tahap, hitungan hari kerja untuk pekerjaan dinding sampai cat, dan hal yang paling sering membuat proyek molor.
Waktu Desain dan Izin

Untuk rumah tinggal satu lantai sampai 72 m² atau dua lantai sampai 90 m², Pasal 257 PP 16/2021 menyebut pemeriksaan dokumen rencana teknis dilakukan paling lama 5 hari kerja. Rumah yang lebih besar diperiksa Tim Profesi Ahli, paling banyak lima kali dalam kurun 28 hari kerja menurut Pasal 254.
Waktu itu belum termasuk menyiapkan gambar dan dokumen. Menurut saya, sediakan satu sampai dua bulan untuk desain dan izin rumah tinggal biasa, karena revisi gambar hampir selalu terjadi.
Perkiraan Waktu per Tahap

Grafik di atas adalah perkiraan redaksi untuk rumah satu lantai 45 m² dengan tim dua tukang dan empat pekerja, bekerja enam hari seminggu. Beberapa tahap berjalan tumpang tindih, misalnya instalasi listrik dikerjakan bersamaan dengan plesteran.
Persiapan dan pondasi sekitar dua sampai tiga minggu, struktur sloof, kolom, dan ring balok tiga sampai empat minggu, lalu atap sekitar dua minggu. Urutan pekerjaannya sesuai artikel tahapan membangun rumah.
Rumah dua lantai butuh waktu lebih lama karena ada pelat lantai, tangga, dan dua kali pekerjaan dinding. Untuk rumah 100–150 m² dua lantai, enam sampai sepuluh bulan adalah rentang yang wajar menurut perkiraan kami.
Hitungan Hari Kerja dari AHSP

Ambil contoh rumah 6×7,5 meter dengan dinding sekitar 91 m², plester dua sisi 182 m², lantai dan plafon masing-masing 45 m². Koefisien AHSP memberi kebutuhan sekitar 46,6 hari kerja tukang dan 78,2 hari kerja pekerja untuk dinding bata ringan, plester, keramik, plafon gypsum, dan cat.
Dengan dua tukang, pekerjaan itu saja memakan sekitar 23 hari kerja, atau hampir empat minggu dengan enam hari kerja seminggu. Angka ini belum termasuk acian, kusen, instalasi, dan waktu menunggu bahan.
Tapi bukankah menambah tukang membuat rumah cepat selesai? Sampai batas tertentu, ya. Lebih dari tiga atau empat tukang di rumah kecil justru saling menunggu, karena satu bidang dinding tidak bisa diplester sebelum pasangannya selesai.
Penyebab Proyek Sering Molor

Musim hujan adalah penyebab paling umum. Pekerjaan galian, cor, dan atap sulit dilakukan saat hujan deras, jadi mulailah pekerjaan struktur di awal musim kemarau bila memungkinkan.
Penyebab lain adalah bahan terlambat datang, pembayaran termin yang tertunda, dan perubahan desain di tengah jalan. Satu perubahan posisi kamar mandi bisa menambah satu sampai dua minggu.
Rumah yang selesai tepat waktu hampir selalu dimulai dari jadwal yang ditulis sebelum pondasi digali.






