Hitungan AHSP galian tanah dan urugan per m3 untuk Jakarta 2026: menggali 1 m³ tanah biasa sedalam 0–1 m secara manual butuh upah sekitar Rp182.431. Urukan kembali tanah galian Rp121.528 per m³.
Galian yang lebih dalam dari 1 m naik menjadi Rp218.751 per m³.
Koefisien tenaga diambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026, yang merujuk Permen PUPR 8/2023. Upah harian memakai angka Kepgub DKI 1142/2025 di katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, dicek 30 Oktober 2026.Pekerjaan per m³ Pekerja / mandor (OH) Biaya per m³ Dengan 10% Galian tanah biasa 0–1 m 0,750 / 0,038 Rp182.431 Rp200.674 Galian tanah biasa >1–2 m 0,900 / 0,045 Rp218.751 Rp240.626 Galian tanah biasa >2–3 m 1,050 / 0,067 Rp259.230 Rp285.153 Galian tanah berbatu 0–1 m 1,3510 / 0,1351 Rp347.097 Rp381.807 Urukan kembali galian 0,500 / 0,025 Rp121.528 Rp133.681 Pemadatan timbris per 20 cm 0,500 / 0,025 Rp121.528 Rp133.681 Urukan pasir uruk (dengan bahan) 0,300 / 0,015 Rp545.057 Rp599.563 Angkut tanah sampai 10 m 0,2104 / 0,0105 Rp51.134 Rp56.247
Menurut format analisis Lampiran VI SE 47/SE/Dk/2026, kontraktor boleh menambahkan biaya umum dan keuntungan 10–15% di atas jumlah tenaga, bahan, dan alat. Kontraktor kecil biasanya memasukkan porsi ini ke harga borongan tanpa merincinya.
Grafik itu menunjukkan dua hal. Jenis tanah lebih menentukan daripada kedalaman: tanah berbatu hampir dua kali tanah biasa.
Urukan kembali juga bukan pekerjaan gratis, karena biayanya dua pertiga upah galian.
Koefisien Galian dan Urugan SE 47/2026
SE 47/SE/Dk/2026 membagi galian menurut jenis tanah: tanah biasa, pasir, tanah berbatu, cadas atau tanah keras, dan lumpur. Tanah biasa adalah tanah yang tidak termasuk empat jenis lainnya, kondisi umum lahan rumah di Jakarta.
Untuk tanah biasa, koefisien dibedakan lagi menurut kedalaman dan volume. Galian 0–1 m pada volume sampai 200 m³ memakai 0,750 OH pekerja per m³.
Pada volume 200–2.000 m³ turun menjadi 0,5630 OH, sehingga biayanya Rp144.645 per m³.
Satu hal sering terlewat: kedalaman dihitung berlapis. Lubang sedalam 1,2 m tidak seluruhnya memakai koefisien >1–2 m.
Lapisan 1 m teratas tetap memakai butir 1.2.1.1.1, dan hanya 0,2 m terbawah memakai butir 1.2.1.1.4.
Ada juga butir semi mekanis 1.2.1.2.1 untuk tanah yang sulit digali tangan. Tenaganya jauh lebih kecil, 0,1350 OH pekerja, tetapi ditambah sewa jack hammer 1,5 kW dan genset 0,0450 hari per m³.
Butir ini bukan galian excavator.
Di sisi urugan, SE yang sama memisahkan empat pekerjaan. Urukan kembali tanah galian memakai 0,500 OH pekerja per m³.
Pasir uruk 0,300 OH ditambah 1,2 m³ pasir. Tanah urug yang didatangkan hanya 0,100 OH ditambah 1,4 m³ tanah, khusus untuk menimbun dan meratakan.
Bila urugan perlu dipadatkan, SE 47/SE/Dk/2026 menyuruh memakai butir pemadatan terpisah. Pemadatan timbris per lapis 20 cm memakai koefisien yang sama dengan urukan kembali, 0,500 OH pekerja dan 0,025 OH mandor per m³.
Hitung ke Rupiah dengan Upah DKI
Katalog Bangun Jakarta mencatat upah 2026 dengan keterangan Kepgub Nomor 1142 Tahun 2025: pekerja Rp229.195 dan mandor Rp277.239 per orang hari (OH). Galian tidak memakai tukang, jadi dua angka ini cukup.
- Galian 0–1 m: 0,750 × Rp229.195 = Rp171.896, ditambah 0,038 × Rp277.239 = Rp10.535. Totalnya Rp182.431 per m³ (simulasi).
- Urukan kembali: 0,500 × Rp229.195 = Rp114.598, ditambah 0,025 × Rp277.239 = Rp6.931. Totalnya Rp121.528 per m³ (simulasi).
- Pasir uruk: tenaga Rp72.917, ditambah 1,2 m³ pasir × Rp393.450 = Rp472.140. Totalnya Rp545.057 per m³ (simulasi).
- Tanah urug didatangkan: tenaga Rp25.692, ditambah 1,4 m³ tanah × Rp200.000 = Rp280.000. Totalnya Rp305.692 per m³ (simulasi).
Harga bahan memakai median survei Bangun Jakarta 2026. Pasir urug tercatat Rp393.450 per m³ dari 10 data, rentangnya Rp243.100–750.000.
Tanah urug Rp200.000 per m³ dari 29 data, rentangnya Rp140.000–650.000.
Rentang yang lebar itu wajar dibaca hati-hati. Harga urug sangat bergantung pada jarak quarry dan apakah truk bisa masuk ke lokasi.
Untuk angka upah tukang dan kepala tukang di luar galian, lihat daftar upah tukang Jakarta 2026.
Contoh Galian Pondasi Rumah Tipe 45
Contoh ini memakai denah tipe 45 berukuran 6 × 7,5 m. Pondasi batu kali menerus sepanjang 39 m’: keliling 27 m ditambah dinding sekat 12 m.
Enam kolom utama memakai footplat. Semua ukuran adalah asumsi simulasi, bukan gambar kerja.
Parit pondasi selebar 70 cm dan sedalam 80 cm menghasilkan 0,56 m³ galian per meter lari, atau 21,84 m³ untuk 39 m’. Tiap lubang footplat 1 × 1 × 1,2 m, sehingga enam lubang menambah 7,2 m³.
Total galian 29,04 m³.Pekerjaan Volume Biaya per m³ Jumlah Galian parit 0–1 m 21,84 m³ Rp182.431 Rp3.984.293 Galian footplat 0–1 m 6,00 m³ Rp182.431 Rp1.094.586 Galian footplat 1–1,2 m 1,20 m³ Rp218.751 Rp262.501 Pasir urug alas 5 cm 1,665 m³ Rp545.057 Rp907.520 Urukan kembali 16,422 m³ Rp121.528 Rp1.995.733 Angkut tanah sisa s.d. 10 m 12,618 m³ Rp51.134 Rp645.209 Jumlah Rp8.889.842
Volume urukan kembali dihitung dari galian dikurangi isi lubang. Isinya batu kali trapesium 25/60 setinggi 60 cm (9,945 m³), beton footplat dan pedestal (1,008 m³), serta pasir urug (1,665 m³).
Sisanya 16,422 m³ diurug kembali.
Dari sisi tenaga, simulasi ini setara 33,3 OH pekerja. Empat pekerja menyelesaikannya dalam sekitar 8,3 hari kerja, di luar waktu memasang batu kali.
Upah pasang batunya kami bahas di artikel upah tukang pondasi batu kali per meter.
Ganti angka di kalkulator berikut dengan volume rumahmu. Isian awalnya sama dengan contoh tipe 45 di atas.
Kalkulator Upah Galian Tanah dan Urugan
Biaya tenaga per m³ memakai koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI untuk galian tanah biasa manual, urukan kembali, pasir uruk, dan angkut tanah sampai 10 m. Upah DKI 2026 mengikuti Kepgub 1142/2025, sedangkan harga pasir uruk memakai median survei Bangun Jakarta yang dicek 30 Oktober 2026.
Simulasi patokan untuk tanah biasa volume di bawah 200 m³, bukan harga borongan. Pasir urug sudah termasuk bahan (1,2 m³ per m³ padat); urukan kembali memakai tanah galian sendiri tanpa pemadatan. Belum termasuk buang tanah ke luar lokasi, sewa alat, dan pengeringan air tanah.
Contoh: isian awal kalkulator memakai volume rumah tipe 45 di atas. Hasilnya Rp9.778.826 setelah biaya umum 10%, sama dengan tabel simulasi dan bukan harga borongan.
Manual atau Excavator Mini di Lahan Sempit
SE 47/SE/Dk/2026, mengutip Permen PUPR 8/2023, menyebut galian manual layak untuk volume teoretis sekitar 20–30 m³. Di atas itu alat berat bisa lebih hemat, meski ada sewa minimum 3 hari dan biaya mobilisasi.
Data sewa terbaru di katalog Bangun Jakarta masih bertahun 2024: excavator mini Rp180.000 per jam. Tiga hari kerja 8 jam menjadi Rp4.320.000 dalam simulasi kami, belum termasuk mobilisasi.
Angka itu setara upah galian manual 23,7 m³.
Contoh tipe 45 tadi punya 29,04 m³ galian dengan upah Rp5.341.380. Di atas kertas, excavator mini sedikit lebih murah.
Di lapangan, selisih sekitar Rp1 juta itu mudah habis untuk ongkos angkut alat ke lokasi.
Pendapat kami, untuk rumah di gang Jakarta, galian manual tetap pilihan aman. Alat berat butuh akses truk pengangkut, ruang putar lengan, dan tempat menaruh tanah.
Lahan 6 m yang diapit rumah tetangga jarang memenuhi tiga syarat itu.
Excavator mulai masuk akal bila galian jauh melewati batas 20–30 m³ dari Permen PUPR 8/2023, misalnya rumah dua lantai dengan banyak footplat atau basement dangkal. Syaratnya, mobil pengangkut alat bisa parkir di depan lokasi.
Tanah Sisa: Urug Kembali atau Buang
Pada contoh tipe 45, sekitar 12,6 m³ tanah tidak kembali ke lubang karena tempatnya diisi pondasi. Angka itu volume padat.
Tanah yang sudah digali menjadi gembur dan memakan tempat lebih banyak.
Pilihan paling hemat adalah memakai sisa tanah untuk meninggikan lantai rumah. Banyak rumah lama di Jakarta perlu peninggian peil karena jalan di depannya terus ditinggikan.
Dengan begitu kamu tidak membayar buang tanah dan tidak membeli tanah urug.
Bila tanah harus dibuang, katalog Bangun Jakarta hanya mencantumkan sewa dump truck Rp1.000.000 per jam dari survei 2024. Tidak ada tarif buang tanah per m³ yang resmi, jadi minta penawaran per rit dari pemborong setempat.
Sebaliknya, lahan yang lebih rendah dari jalan butuh tanah tambahan. Menurut simulasi butir 1.3.1.4, tanah urug didatangkan menelan Rp305.692 per m³ termasuk bahan, belum termasuk pemadatan Rp121.528 per m³.
Sebelum menandatangani borongan, cek tiga angka: volume galian dari gambar pondasi, jenis tanah hasil uji lapangan, dan apakah harga sudah termasuk urukan kembali serta buang tanah. Dua angka terakhir paling sering menjadi tagihan tambahan.






