Cara Cek Besi Beton SNI Ukuran Asli dengan Timbangan

besi beton sirip berkarat ringan dalam satu tumpukan
Besi beton sirip/Foto: W.carter via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jakartabuilding.id – Sebatang besi beton SNI sirip 10 mm sepanjang 12 meter seharusnya berbobot sekitar 7,4 kg. Dengan toleransi SNI 6%, batang yang beratnya di bawah 6,96 kg sudah tidak memenuhi syarat, padahal di toko besi tetap disebut “besi 10”.

Sobat JB, sejak awal 2025 baja tulangan beton wajib memenuhi SNI 2052:2024. Di bawah ini aturan yang berlaku, tabel berat per meter, dan empat cara mengecek besi sebelum dibeli.

Bacaan Lainnya

Aturan Wajib SNI Besi Beton

Besi beton sni: tumpukan besi beton, sengkang, dan gulungan besi di lokasi proyek
Besi beton di lokasi proyek/Foto: Vsolymossy via Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55 Tahun 2024 memberlakukan SNI 2052:2024 baja tulangan beton secara wajib. Aturan ini ditetapkan 15 Oktober 2024 dan berlaku tiga bulan setelah diundangkan pada 18 Oktober 2024.

Produk yang lolos wajib memasang tanda SNI dan tanda elektronik, setelah produsennya memperoleh sertifikat produk penggunaan tanda SNI. Aturan yang sama juga mencakup SNI 65:2024 untuk baja tulangan dari bahan daur ulang dan SNI 954:2024 untuk baja tulangan gulungan.

Tabel Berat Besi Beton per Meter

grafik berat nominal dan batas minimum besi beton 12 meter per diameter
Berat besi beton 12 m dan batas minimum/Grafik: Jakartabuilding.id

SNI 2052:2024 mencantumkan berat nominal per meter untuk setiap diameter. Kolom 12 meter dan batas minimum di tabel ini dihitung redaksi dari berat nominal dan toleransi berat per batang.

DiameterBerat nominal (kg/m)Berat 12 m (kg)ToleransiBatas minimum 12 m (kg)
6 mm0,2222,66±7%2,48
8 mm0,3954,74±7%4,41
10 mm0,6177,40±6%6,96
13 mm1,04212,50±6%11,75
16 mm1,57818,94±5%17,99
19 mm2,22626,71±5%25,38
22 mm2,98435,81±5%34,02
25 mm3,85346,24±5%43,92

Toleransinya mengikuti tabel toleransi berat per batang SNI 2052: ±7% untuk diameter 6–8 mm, ±6% untuk 10–14 mm, dan ±5% untuk 16–29 mm.

Baca Juga:  7 Tahapan Membangun Rumah Sesuai Panduan PUPR

4 Cara Mengecek Besi Sebelum Dibeli

ikatan besi beton di atas rangka tulangan pelat
Ikatan besi beton di proyek/Foto: Useradd via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Urutannya dari yang paling bisa diandalkan.

1. Timbang Satu Batang Utuh

ilustrasi menimbang satu batang besi beton 10 mm dengan timbangan gantung
Cara menimbang satu batang besi/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Timbang satu batang utuh dengan timbangan gantung, lalu bandingkan dengan kolom batas minimum di tabel. Cara ini paling andal karena berat langsung menggambarkan luas penampang besi.

Ambil satu batang dari tengah tumpukan, bukan yang disodorkan penjual. Menurut saya, toko yang menolak besinya ditimbang sudah memberi jawaban sendiri.

2. Ukur Diameter dengan Jangka Sorong

penampang besi polos dan besi sirip dengan diameter nominal dan diameter luar
Diameter besi polos dan sirip/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Untuk besi polos, ukur diameter di beberapa titik dengan jangka sorong. Besi sirip lebih sulit diukur karena siripnya membuat diameter luar lebih besar dari diameter nominal.

Karena itu, untuk besi sirip, jadikan hasil timbangan sebagai patokan utama dan jangka sorong hanya sebagai pembanding.

3. Cek Tanda SNI dan Label

daftar tanda yang perlu dicek pada besi beton: tanda SNI, label, huruf timbul
Tanda yang dicek pada besi beton/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Sesuai Permenperin 55/2024, produk wajib bertanda SNI dan tanda elektronik. Periksa juga label kemasan dan huruf timbul di batang yang biasanya menunjukkan merek pabrik dan diameter.

Besi tanpa tanda apa pun di batang maupun kemasan sebaiknya tidak dipakai untuk struktur.

4. Periksa Permukaan Batang

jaring besi beton berkarat di lokasi proyek
Besi beton berkarat/Foto: W.carter via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Menurut SNI 2052:2024, permukaan baja tulangan tidak boleh berserpih, terlipat, retak, atau bergelombang, dan hanya boleh berkarat ringan. Sirip melintang juga harus teratur dan tidak membentuk sudut kurang dari 45° terhadap sumbu batang.

Tapi bukankah karat membuat besi lebih lengket ke beton? Karat ringan memang diperbolehkan, tetapi karat yang mengelupas sudah mengurangi penampang besi.

Lima Kelas Baja Tulangan Sirip

grafik rentang kuat luluh lima kelas baja tulangan sirip BjTS
Kuat luluh kelas baja tulangan sirip/Grafik: Jakartabuilding.id

SNI 2052:2024 membagi baja tulangan sirip ke lima kelas berdasarkan kuat luluh. BjTS 280 punya kuat luluh 280–405 MPa, BjTS 420 420–545 MPa, BjTS 520 520–645 MPa, BjTS 550 550–675 MPa, dan BjTS 690 690–815 MPa.

Baca Juga:  Bata Merah vs Bata Ringan vs Batako, Kebutuhan per m² Dinding

Kelas yang dipakai ditentukan perencana struktur. Untuk rumah, pastikan kelas yang dibeli sama dengan yang tertulis di gambar kerja.

Artikel ini tidak membahas uji tarik untuk membuktikan kelas baja; pengujian itu hanya bisa dilakukan di laboratorium.

 

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *