Jakartabuilding.id – Rp396.194 adalah simulasi upah cor dak per m2 untuk dak lantai 2 tebal 12 cm dengan beton aduk manual, memakai patokan resmi DKI 2026. Angka itu upah tenaga saja, hasil simulasi AHSP × Kepgub DKI 1142/2025: bekisting Rp242.532, pembesian Rp66.053, pengecoran Rp54.517, dan angkat beton ke atas Rp33.092 per m².
Dengan ready mix, simulasinya turun menjadi Rp324.125 per m² karena tenaga pengecoran jauh lebih ringan.
Setiap angka di bawah dihitung terbuka: koefisien hari kerja dari AHSP Kementerian PU dikali upah harian dari katalog resmi Pemprov DKI. Kamu bisa mengulang hitungannya dengan kalkulator di bagian contoh.
Upah Cor Dak per M2 Tanpa Bahan
Tukang menyebut “borongan tenaga” bila pemilik rumah yang membeli semen, besi, plywood, dan dolken. “Borongan lengkap” berarti tukang ikut belanja bahan.
Dua penawaran itu tidak bisa dibandingkan langsung. Artikel ini hanya membahas yang pertama.
Total bahan ditambah upah, lengkap dengan harga semen, besi, dan ready mix, sudah kami uraikan di biaya cor dak per m2 dan rinciannya. Tabel bahan sengaja tidak diulang di sini supaya kamu tidak menjumlahkan bahan dua kali.
Koefisien AHSP dan Upah Harian DKI 2026
Rujukannya Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026 tertanggal 20 Februari 2026. Dokumen ini memuat koefisien dalam OH (orang-hari): berapa hari kerja satu orang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan.
Satu dak terdiri dari tiga item AHSP dengan satuan berbeda. Bekisting plat lantai (item 2.2.1.3.5) dihitung per m², pembesian slab (2.2.1.1.1.a) per kg, dan beton (2.2.1.4.5 untuk aduk manual f’c 20 MPa) per m³.
Upah hariannya diambil dari katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, yang mencantumkan dasar Kepgub DKI Nomor 1142 Tahun 2025. Katalog itu kami cek ulang pada 20 Oktober 2026.
Info resmi Bangun Jakarta (DCKTRP DKI Jakarta)
| Pengelola | Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta |
| Upah pekerja per hari | Rp229.195 (Kepgub 1142/2025) |
| Upah tukang kayu, besi, batu per hari | Rp241.112 (Kepgub 1142/2025) |
| Upah kepala tukang per hari | Rp262.029 (Kepgub 1142/2025) |
| Upah mandor per hari | Rp277.239 (Kepgub 1142/2025) |
| Situs resmi | dcktrp.jakarta.go.id/bangunjakarta |
| Instagram resmi | @dinascktrpdki |
Diverifikasi 20 Oktober 2026 dari katalog resmi; upah bisa berubah saat keputusan gubernur baru terbit.
Rumusnya: koefisien × upah harian, untuk keempat jenis tenaga, lalu dijumlahkan. Tabel di bawah memuat hitungan kami (simulasi dari dua sumber resmi di atas) per satuan aslinya.Item AHSP (satuan) Koefisien OH pekerja / tukang / kepala tukang / mandor Upah pekerja Upah tukang Upah per satuan Bekisting plat lantai, 3 kali pakai (2.2.1.3.5, per m²) 0,660 / 0,330 / 0,033 / 0,011 Rp151.269 Rp79.567 Rp242.532 Pembesian slab BjTS < 12 mm (2.2.1.1.1.a, per kg) 0,0070 / 0,0070 / 0,0007 / 0,0007 Rp1.604 Rp1.688 Rp3.670 Beton f’c 20 MPa aduk manual (2.2.1.4.5, per m³) 1,650 / 0,275 / 0,028 / 0,009 Rp378.172 Rp66.306 Rp454.310 Pengecoran ready mix (2.2.1.6.1–6.6, per m³) 0,400 / 0,100 / 0,010 / 0,040 Rp91.678 Rp24.111 Rp129.499 Beton dicor tiap kenaikan 4 m, manual (2.2.1.7.2, per m³) 1,0734 / – / – / 0,1073 Rp246.018 – Rp275.766
Contoh satu baris: bekisting plat = 0,660 × Rp229.195 + 0,330 × Rp241.112 + 0,033 × Rp262.029 + 0,011 × Rp277.239. Hasilnya Rp151.269 + Rp79.567 + Rp8.647 + Rp3.050 = Rp242.532 per m² (simulasi).
Mengubah Tiga Satuan Menjadi Upah per M²
Bekisting sudah per m², jadi tinggal dipakai. Dua item lain perlu dikonversi lewat tebal plat dan kebutuhan besinya.
1. Bekisting Plat: Rp242.532 per M²
Bekisting adalah cetakan plywood 12 mm di atas balok kayu yang ditopang dolken. Menurut item 2.2.1.3.5, tiap m² butuh 1,95 batang dolken dan 0,127 lembar plywood dengan asumsi dipakai tiga kali.
Koefisien pekerjanya 0,660 OH, terbesar di antara semua pekerjaan dak. Akibatnya bekisting menyerap sekitar 61 persen dari simulasi upah dak lantai 2 (Rp242.532 dari Rp396.194).
Di lapangan, tukang sering mengganti dolken dengan rangka baja ringan atau perancah agar lebih rapi dan bisa dipakai ulang. Video dari kreator konstruksi berikut memperlihatkan susunan bekisting dak cor yang hemat bahan.
Bekisting kolom dan balok tidak termasuk dalam angka per m² dak. AHSP memisahkannya ke item 2.2.1.3.3 (kolom) dan 2.2.1.3.4 (balok), masing-masing dihitung dari luas cetakan.
Angka “3 kali pakai” juga penting. Bila plywood dipakai lebih sering, bahan per m² turun, tetapi koefisien tenaganya di AHSP tetap sama.
Pertanyaan apakah material bekisting masih layak dipakai setelah cor dibahas kontraktor dalam video berikut. Kondisi panel setelah dibongkar menentukan berapa kali ia bisa dipakai.
2. Pembesian: 18 Kg × Rp3.670 = Rp66.053
AHSP menghitung upah besi per kg, bukan per m². Untuk konversinya kami memakai asumsi kebutuhan besi plat menurut SNI 7394:2008, yaitu 150 kg per m³ beton.
Dak 12 cm berisi 0,12 m³ beton per m², jadi besinya 0,12 × 150 = 18 kg per m². Upah pembesian menjadi 18 × Rp3.670 = Rp66.053 per m² (simulasi, dihitung dari nilai tanpa pembulatan).
Kebutuhan besi riil bergantung pada bentang dan hitungan struktur. Bila dak kamu memakai wiremesh M8, koefisien tenaganya (item 2.2.1.1.5.b) jauh lebih kecil: Rp1.311 per kg menurut simulasi yang sama.
3. Pengecoran Manual atau Ready Mix
Menurut simulasi item 2.2.1.4.5, beton aduk manual f’c 20 MPa berupah Rp454.310 per m³. Dikali 0,12 m³, simulasi upah mengaduk dan menuang menjadi Rp54.517 per m².
Untuk dak lantai 2, beton harus diangkat. Menurut simulasi item 2.2.1.7.2 AHSP, tambahannya Rp275.766 per m³ untuk tiap kenaikan 4 m, atau Rp33.092 per m² dak.
Ready mix memangkas tenaga karena beton datang siap tuang. Simulasinya Rp129.499 per m³ atau Rp15.540 per m² menurut item 2.2.1.6.1–2.2.1.6.6 (koefisien tenaganya sama untuk f’c 10–25 MPa). Catatan AHSP mewajibkan pompa bila beton dituang dari ketinggian lebih dari 1 m.
Sewa pompa masuk biaya alat, bukan upah, sehingga tidak tampak di sini. Katalog Bangun Jakarta mencatat sewa pompa beton mini Rp3.800.000 per hari (data 2024). Pada dak 20 m², selisih upah manual dan ready mix hanya sekitar Rp1,44 juta (simulasi), jadi pompa baru terasa hemat di dak yang lebih luas.
Grafik memperlihatkan bekisting hampir empat kali upah pembesian. Ini kebalikan dari biaya bahan, tempat besi dan beton yang paling mahal.
Contoh Hitungan Dak 4 × 5 M
Ambil dak lantai 2 seluas 4 × 5 m = 20 m², tebal 12 cm, dicor dengan beton aduk manual. Volumenya 2,4 m³ dan besinya sekitar 360 kg (simulasi dengan asumsi SNI 7394:2008 di atas). Upah cor dak per m2 dari tabel tinggal dikalikan luasnya.
- Bekisting: 20 m² × Rp242.532 = Rp4.850.640.
- Pembesian: 20 m² × Rp66.053 = Rp1.321.060.
- Pengecoran manual: 20 m² × Rp54.517 = Rp1.090.340.
- Angkat beton ke lantai 2: 20 m² × Rp33.092 = Rp661.840.
Jumlahnya Rp7.923.880 (simulasi). Dengan biaya umum dan keuntungan 10–15 persen sesuai format AHSP SE 47/2026, simulasinya menjadi Rp8.716.268 sampai Rp9.112.462.
Bila dicor dengan ready mix dan pompa, upah tenaganya Rp324.125 × 20 = Rp6.482.500 sebelum biaya umum, belum termasuk sewa pompa.
Lama kerjanya bisa dibaca dari total OH. Contoh ini membutuhkan sekitar 22,3 OH pekerja dan 9,8 OH tukang. Regu dua tukang dan empat pekerja menyelesaikannya dalam kira-kira 6 hari kerja (simulasi), belum termasuk menunggu beton cukup umur sebelum bekisting dibongkar.
Masukkan ukuran dakmu di kalkulator berikut. Tarif per m² mengikuti hitungan di atas; persen biaya umum bisa diatur 0–15 persen.
Kalkulator Upah Cor Dak
Upah tenaga (tanpa bahan dan sewa alat) dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 dikali upah harian DKI 2026 (Kepgub 1142/2025), dak tebal 12 cm; simulasi besi 18 kg/m² menurut asumsi SNI 7394:2008.
Patokan resmi, bukan harga pasar: belum termasuk bahan, sewa pompa/molen, bekisting balok dan kolom. Simulasi AHSP × Kepgub 1142/2025: bekisting plat Rp242.532/m², pembesian 18 kg × Rp3.670/kg. Tukang di lapangan bisa meminta angka lain sesuai produktivitas dan lokasi.
Contoh (simulasi): dak 5 × 4 m, beton aduk manual yang diangkat ke lantai 2, biaya umum 10 persen, menghasilkan perkiraan upah total Rp8.716.268. Angka ini patokan resmi untuk menawar, bukan harga final.
Cara Memeriksa Penawaran Borongan Dak
Penawaran tukang hampir selalu berbeda dari hitungan resmi, dan alasannya bisa diperiksa. Format AHSP sendiri menambahkan biaya umum dan keuntungan 10–15 persen di atas tenaga, bahan, dan alat.
Dak rumah tinggal juga kecil. Hari untuk menyiapkan alat, merakit penyangga, dan membersihkan lokasi tidak terbagi ke banyak meter persegi.
Penawaran bisa juga lebih rendah. Tukang yang membawa bekisting atau perancah sendiri kadang menghitung sewanya terpisah, sehingga harga per m² "tenaga" tampak murah.
Upah harian sebagai pembanding ada di artikel upah tukang Jakarta 2026. Kamu bisa menghitung apakah borongan per m² lebih murah daripada membayar harian untuk dak yang sama.
Sebelum menyetujui borongan, cocokkan lima hal ini.
- Tanyakan apakah upah cor dak per m2 yang ditawarkan mencakup bekisting, pembesian, pengecoran, dan bongkar bekisting, atau hanya pengecoran.
- Pastikan siapa yang menyediakan plywood, dolken atau perancah, dan apakah sewanya ditagih terpisah.
- Sepakati cara ukur: luas plat bersih, atau luas plat ditambah bekisting balok. Balok punya item AHSP sendiri.
- Untuk lantai 2, tanyakan cara mengangkat beton: manual, katrol, atau pompa. Pompa mengurangi upah tetapi menambah sewa alat.
- Jangan menjumlahkan borongan lengkap dengan daftar belanja bahan milikmu sendiri. Itulah dobel hitung yang paling sering terjadi.
Bekisting adalah pekerjaan yang paling layak dinegosiasikan karena porsinya terbesar. Pembesian dan pengecoran jarang memberi ruang tawar yang berarti.






