AHSP Pekerjaan Atap Baja Ringan 2026: Koefisien per m²

rangka atap dan dinding baja ringan rumah sedang dirakit
Rangka baja ringan rumah sedang dirakit/Foto: MemoryCatcher/Pixabay

Rp367.000 per m² bidang atap: itu simulasi rangka pelana C75 plus genteng metal menurut AHSP pekerjaan atap baja ringan 2026. Angkanya memakai upah DKI 2026, harga survei Pemprov DKI, dan keuntungan 10%. Kanal C yang dihitung: 0,6137 batang tebal 1 mm plus 0,5016 batang 0,75 mm per m².

  • Rangka jurai/limasan: sekitar Rp529.000 per m² untuk rangkanya saja.
  • Upah rangka limasan hampir 14 kali upah rangka pelana.
  • Atap miring 30° berarti luas genteng 15,5% lebih besar dari luas denah (hitungan redaksi: 1 ÷ cos 30°).

Koefisien AHSP Pekerjaan Atap Baja Ringan 2026

Koefisien di bawah diambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi No. 47/SE/Dk/2026, yaitu AHSP bidang Cipta Karya yang dipakai untuk menyusun perkiraan biaya. Kolom rupiah adalah simulasi kami per satuan pekerjaan.

Bacaan Lainnya
Pekerjaan (kode AHSP)UpahBahanTotal +10%
Rangka pelana C75 (2.1.1.1), per m²Rp27.927Rp199.427Rp250.090
Rangka jurai/limasan C75 (2.1.1.2), per m²Rp384.550Rp96.030Rp528.638
Atap metal lembaran (3.1.3.7), per m²Rp48.999Rp57.300Rp116.929
Genteng kodok glazuur (3.1.1.2), per m²Rp55.121Rp427.500Rp530.883
Nok genteng metal (3.1.3.14), per m’Rp98.782Rp35.845Rp148.090
Simulasi: koefisien SE 47/SE/Dk/2026 × upah Kepgub DKI 1142/2025 × harga survei Bangun Jakarta.

Cara membacanya sederhana. Koefisien 0,1014 OH pekerja berarti satu m² rangka menyerap 0,1014 hari kerja seorang pekerja, lalu dikalikan upah hariannya.

Menurut katalog Bangun Jakarta DCKTRP, upah harian 2026 berdasarkan Kepgub DKI 1142/2025 adalah: pekerja Rp229.195, tukang Rp241.112, kepala tukang Rp262.029, dan mandor Rp277.239 per OH. SE 47 memberi rentang biaya umum dan keuntungan 10–15%; simulasi ini memakai batas bawah 10%.

Baca Juga:  Garis Sempadan Bangunan Jakarta: Jarak Jalan dan Sungai

Luas Atap Miring Versus Luas Denah

Koefisien penutup atap berlaku per m² bidang atap, yaitu permukaan miring yang benar-benar ditutup genteng. Jangan mengalikannya dengan luas denah, karena hasilnya akan kurang.

ahsp pekerjaan atap baja ringan: skema luas atap miring 30 derajat dibanding luas datar
Luas bidang atap miring 30° lebih besar 15,5% dari luas datar/Ilustrasi: Jakartabuilding.id

Rumusnya: luas miring = luas datar ÷ cos sudut. Pada kemiringan 30°, cos 30° = 0,866, sehingga setiap m² datar menjadi 1,155 m² bidang atap.

Atap datar 36 m² (termasuk teritis) berarti 41,6 m² genteng. Untuk 90 m² datar, bidang atapnya 103,9 m². Selisih 15% ini sering hilang diam-diam dari hitungan.

Lampiran VI tidak menjelaskan apakah satuan m² rangka mengacu ke luas datar atau miring. Simulasi ini memakai luas miring untuk rangka dan penutup agar konsisten, jadi tanyakan dasar luas yang dipakai setiap penawar.

Rincian Koefisien Bahan dan Tenaga

Harga bahan diambil dari katalog survei Bangun Jakarta milik DCKTRP DKI yang ditarik 5–19 Oktober 2026. Portal itu tidak bisa diakses (HTTP 404) saat dicek 22 Oktober 2026, jadi angka memakai salinan tarikan tersebut.

1. Bahan Rangka: Kanal C, Reng, Sekrup, Dynabolt

ahsp pekerjaan atap baja ringan: rangka dan reng logam dilihat dari bawah
Susunan rangka dan reng logam di bawah penutup atap/Foto: Martin Tampubolon/Unsplash

Item pelana 2.1.1.1 merinci tujuh bahan. Dalam simulasi ini, dua batang C75 menyerap 87% biaya bahan rangka, sedangkan sekrup dan dynabolt hanya sekitar Rp9.000 per m².

Bahan per m²KoefisienHarga surveiRp/m²
C75 t=1 mm, batang utama0,6137 batangRp200.000 (2025)122.740
C75 t=0,75 mm, pengaku0,5016 batangRp100.000 (2026)50.160
C75 t=1 mm, L bracket0,0113 batangRp200.000 (2025)2.260
Dynabolt 12 × 120 mm0,6429 buahRp5.500 (2025)3.536
Sekrup 6 × 20 mm (rangka)15,75 buahRp300 (2025)4.725
Reng RT-35 t=0,45 mm0,3357 batangRp45.000 (2025)15.106
Sekrup 4 × 16 mm (reng)3 buahRp300 (2025)900
Harga median survei Bangun Jakarta; tahun dalam kurung = tahun data katalog. Sewa bor listrik (0,3726 jam/m²) tidak dihitung.

Harga C75 0,75 mm adalah median 68 entri survei 2026, rentang Rp78.000–128.000 per batang. Untuk C75 1 mm, katalog baru punya enam entri tahun 2025, sehingga angka ini paling perlu dicek ulang ke toko.

Baca Juga:  Cara Cek Besi Beton SNI dengan Timbangan

Item jurai 2.1.1.2 jauh lebih ringkas. Bahannya hanya 0,9603 batang C75 per m², tanpa rincian sekrup, reng, atau dynabolt. Karena tebalnya tidak disebut, simulasi memakai harga C75 0,75 mm.

2. Penutup Genteng Metal dan Nok

SE 47 tidak memuat baris khusus “genteng metal pasir”. Menurut SE 47, baris terdekat adalah 3.1.3.7 atap metal lembaran: 1,3 m² lembaran dan 0,05 kg paku untuk setiap m² atap.

Faktor 1,3 menampung tumpang tindih dan potongan. Dengan median survei Bangun Jakarta 2026 Rp43.000 per m² (31 entri, rentang Rp32.000–164.000), simulasi bahannya sekitar Rp57.300 dan upahnya Rp49.000 per m².

Bubungan dihitung terpisah per meter lari. Item 3.1.3.14 memakai 1,1 buah nok metal 100 cm per m’. Upahnya justru dua kali upah penutup per m².

3. Penutup Genteng Keramik

tumpukan genteng tanah liat siap jual di Pejagoan Kebumen
Genteng tanah liat di sentra Pejagoan, Kebumen/Foto: SATELITBM via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Untuk genteng keramik berglasir, item 3.1.1.2 genteng kodok glazuur menghitung 25 buah per m². Koefisien tenaganya 0,15 OH pekerja dan 0,075 OH tukang, sedikit di atas atap metal.

Biaya bahannya yang melonjak. Pada harga survei Bangun Jakarta Rp17.100 per buah (median 2025), simulasi 25 buah sudah Rp427.500 per m², lebih dari tujuh kali bahan atap metal.

Satu catatan teknis: kebutuhan buah per m² sangat bergantung model genteng. Cek angka kebutuhan di brosur produsen sebelum memakai koefisien 25 untuk model lain.

4. Tenaga: Pekerja, Tukang, Kepala Tukang, Mandor

grafik komposisi biaya atap baja ringan per m2: bahan dan upah
Simulasi biaya per m² bidang atap dari koefisien AHSP 2026/Grafik: Jakartabuilding.id

Grafik di atas menunjukkan temuan paling mencolok dari Lampiran VI. Dalam simulasi kami, upah rangka jurai/limasan Rp384.550 per m², hampir 14 kali upah rangka pelana yang hanya Rp27.927.

Tenaga (OH per m²)Upah/OHPelanaJuraiAtap metal
PekerjaRp229.1950,10140,76040,1333
TukangRp241.1120,01690,76040,0667
Kepala tukangRp262.0290,00170,07600,0067
MandorRp277.2390,00060,02530,0022
Koefisien SE 47/SE/Dk/2026 Lamp. VI; upah Kepgub DKI 1142/2025.

Koefisien tukang pelana 0,0169 OH setara sekitar 59 m² rangka per tukang per hari (hitungan redaksi: 1 ÷ 0,0169). Menurut kami angka ini optimistis untuk rumah tinggal dengan bentang kecil dan banyak potongan.

Baca Juga:  Harga Bahan Bangunan Jakarta 2026 Survei Resmi DKI

Atap rumah yang memakai jurai di sebagian bidang paling aman dihitung terpisah: bidang pelana dengan 2.1.1.1, bidang limasan dengan 2.1.1.2.

Contoh Hitung Atap Rumah Kecil dan Besar

Simulasi ini memakai atap pelana 30°, rangka C75, genteng metal, dan nok sepanjang 6 m (36 m²) serta 10 m (90 m²). Semua angka simulasi sudah termasuk keuntungan 10%.

KomponenAtap 36 m² datarAtap 90 m² datar
Luas bidang miring41,6 m²103,9 m²
Rangka pelanaRp9.450.945Rp23.627.363
Genteng metalRp4.418.782Rp11.046.956
Nok metalRp807.763Rp1.346.272
Total + keuntungan 10%Rp16.145.240Rp39.622.650
Bila salah pakai luas datarRp14.101.230Rp34.512.624
Bila seluruhnya jurai/limasanRp27.724.260Rp68.570.200
Simulasi Jakartabuilding.id; baris rangka, genteng, dan nok belum termasuk keuntungan 10%.

Memakai luas datar membuat RAB rumah kecil kurang sekitar Rp2 juta dan rumah 90 m² kurang Rp5,1 juta. Per m² denah, hasilnya sekitar Rp448.000 (36 m²) dan Rp440.000 (90 m²).

Angka di atas belum termasuk bongkar atap lama, plafon, talang, dan lisplang. Untuk renovasi total, bandingkan dengan rincian biaya ganti atap baja ringan, lalu cek harga terbaru di daftar harga bahan bangunan Jakarta 2026.

Mengapa Hasil AHSP Berbeda dari Penawaran Borongan

AHSP disusun untuk perkiraan biaya, termasuk proyek pemerintah. Ia menghitung empat jenjang tenaga dengan upah resmi, ditambah keuntungan 10–15%, sementara tukang borongan biasanya mematok satu harga per m².

Ada tiga sumber selisih yang sering muncul. Pertama, dasar luas: datar atau miring. Kedua, bentuk atap: pelana dan limasan punya koefisien tenaga yang berbeda jauh.

Ketiga, spesifikasi baja. AHSP pelana menyebut C75 tebal 1 mm untuk batang utama; penawaran murah sering memakai 0,75 mm untuk semua batang. Upah lapangan juga bisa berbeda dari Kepgub, seperti dibahas di upah tukang Jakarta 2026.

Sebelum menyetujui penawaran, cek empat hal berikut.

  • Minta penawar menulis luas bidang atap miring, bukan hanya luas bangunan.
  • Pastikan tebal C75 batang utama dan reng tertulis di penawaran.
  • Pisahkan harga bidang pelana, bidang limasan, dan nok per meter.
  • Cocokkan harga C75 1 mm dengan toko, karena data survei yang tersedia masih tahun 2025.

Dengan empat butir itu, Sobat JB bisa membandingkan penawaran tukang dengan patokan AHSP secara adil, bukan sekadar membandingkan angka per m² yang dasarnya berbeda.

Rina Maula
Ditulis oleh

Rina Maula

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Pos terkait