Rp367.000 per m² bidang atap: itu simulasi rangka pelana C75 plus genteng metal menurut AHSP pekerjaan atap baja ringan 2026. Angkanya memakai upah DKI 2026, harga survei Pemprov DKI, dan keuntungan 10%. Kanal C yang dihitung: 0,6137 batang tebal 1 mm plus 0,5016 batang 0,75 mm per m².
- Rangka jurai/limasan: sekitar Rp529.000 per m² untuk rangkanya saja.
- Upah rangka limasan hampir 14 kali upah rangka pelana.
- Atap miring 30° berarti luas genteng 15,5% lebih besar dari luas denah (hitungan redaksi: 1 ÷ cos 30°).
Koefisien AHSP Pekerjaan Atap Baja Ringan 2026
Koefisien di bawah diambil dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi No. 47/SE/Dk/2026, yaitu AHSP bidang Cipta Karya yang dipakai untuk menyusun perkiraan biaya. Kolom rupiah adalah simulasi kami per satuan pekerjaan.
| Pekerjaan (kode AHSP) | Upah | Bahan | Total +10% |
|---|---|---|---|
| Rangka pelana C75 (2.1.1.1), per m² | Rp27.927 | Rp199.427 | Rp250.090 |
| Rangka jurai/limasan C75 (2.1.1.2), per m² | Rp384.550 | Rp96.030 | Rp528.638 |
| Atap metal lembaran (3.1.3.7), per m² | Rp48.999 | Rp57.300 | Rp116.929 |
| Genteng kodok glazuur (3.1.1.2), per m² | Rp55.121 | Rp427.500 | Rp530.883 |
| Nok genteng metal (3.1.3.14), per m’ | Rp98.782 | Rp35.845 | Rp148.090 |
Cara membacanya sederhana. Koefisien 0,1014 OH pekerja berarti satu m² rangka menyerap 0,1014 hari kerja seorang pekerja, lalu dikalikan upah hariannya.
Menurut katalog Bangun Jakarta DCKTRP, upah harian 2026 berdasarkan Kepgub DKI 1142/2025 adalah: pekerja Rp229.195, tukang Rp241.112, kepala tukang Rp262.029, dan mandor Rp277.239 per OH. SE 47 memberi rentang biaya umum dan keuntungan 10–15%; simulasi ini memakai batas bawah 10%.
Luas Atap Miring Versus Luas Denah
Koefisien penutup atap berlaku per m² bidang atap, yaitu permukaan miring yang benar-benar ditutup genteng. Jangan mengalikannya dengan luas denah, karena hasilnya akan kurang.
Rumusnya: luas miring = luas datar ÷ cos sudut. Pada kemiringan 30°, cos 30° = 0,866, sehingga setiap m² datar menjadi 1,155 m² bidang atap.
Atap datar 36 m² (termasuk teritis) berarti 41,6 m² genteng. Untuk 90 m² datar, bidang atapnya 103,9 m². Selisih 15% ini sering hilang diam-diam dari hitungan.
Lampiran VI tidak menjelaskan apakah satuan m² rangka mengacu ke luas datar atau miring. Simulasi ini memakai luas miring untuk rangka dan penutup agar konsisten, jadi tanyakan dasar luas yang dipakai setiap penawar.
Rincian Koefisien Bahan dan Tenaga
Harga bahan diambil dari katalog survei Bangun Jakarta milik DCKTRP DKI yang ditarik 5–19 Oktober 2026. Portal itu tidak bisa diakses (HTTP 404) saat dicek 22 Oktober 2026, jadi angka memakai salinan tarikan tersebut.
1. Bahan Rangka: Kanal C, Reng, Sekrup, Dynabolt

Item pelana 2.1.1.1 merinci tujuh bahan. Dalam simulasi ini, dua batang C75 menyerap 87% biaya bahan rangka, sedangkan sekrup dan dynabolt hanya sekitar Rp9.000 per m².Bahan per m² Koefisien Harga survei Rp/m² C75 t=1 mm, batang utama 0,6137 batang Rp200.000 (2025) 122.740 C75 t=0,75 mm, pengaku 0,5016 batang Rp100.000 (2026) 50.160 C75 t=1 mm, L bracket 0,0113 batang Rp200.000 (2025) 2.260 Dynabolt 12 × 120 mm 0,6429 buah Rp5.500 (2025) 3.536 Sekrup 6 × 20 mm (rangka) 15,75 buah Rp300 (2025) 4.725 Reng RT-35 t=0,45 mm 0,3357 batang Rp45.000 (2025) 15.106 Sekrup 4 × 16 mm (reng) 3 buah Rp300 (2025) 900
Harga C75 0,75 mm adalah median 68 entri survei 2026, rentang Rp78.000–128.000 per batang. Untuk C75 1 mm, katalog baru punya enam entri tahun 2025, sehingga angka ini paling perlu dicek ulang ke toko.
Item jurai 2.1.1.2 jauh lebih ringkas. Bahannya hanya 0,9603 batang C75 per m², tanpa rincian sekrup, reng, atau dynabolt. Karena tebalnya tidak disebut, simulasi memakai harga C75 0,75 mm.
2. Penutup Genteng Metal dan Nok
SE 47 tidak memuat baris khusus “genteng metal pasir”. Menurut SE 47, baris terdekat adalah 3.1.3.7 atap metal lembaran: 1,3 m² lembaran dan 0,05 kg paku untuk setiap m² atap.
Faktor 1,3 menampung tumpang tindih dan potongan. Dengan median survei Bangun Jakarta 2026 Rp43.000 per m² (31 entri, rentang Rp32.000–164.000), simulasi bahannya sekitar Rp57.300 dan upahnya Rp49.000 per m².
Bubungan dihitung terpisah per meter lari. Item 3.1.3.14 memakai 1,1 buah nok metal 100 cm per m’. Upahnya justru dua kali upah penutup per m².
3. Penutup Genteng Keramik

Untuk genteng keramik berglasir, item 3.1.1.2 genteng kodok glazuur menghitung 25 buah per m². Koefisien tenaganya 0,15 OH pekerja dan 0,075 OH tukang, sedikit di atas atap metal.
Biaya bahannya yang melonjak. Pada harga survei Bangun Jakarta Rp17.100 per buah (median 2025), simulasi 25 buah sudah Rp427.500 per m², lebih dari tujuh kali bahan atap metal.
Satu catatan teknis: kebutuhan buah per m² sangat bergantung model genteng. Cek angka kebutuhan di brosur produsen sebelum memakai koefisien 25 untuk model lain.
4. Tenaga: Pekerja, Tukang, Kepala Tukang, Mandor

Grafik di atas menunjukkan temuan paling mencolok dari Lampiran VI. Dalam simulasi kami, upah rangka jurai/limasan Rp384.550 per m², hampir 14 kali upah rangka pelana yang hanya Rp27.927.Tenaga (OH per m²) Upah/OH Pelana Jurai Atap metal Pekerja Rp229.195 0,1014 0,7604 0,1333 Tukang Rp241.112 0,0169 0,7604 0,0667 Kepala tukang Rp262.029 0,0017 0,0760 0,0067 Mandor Rp277.239 0,0006 0,0253 0,0022
Koefisien tukang pelana 0,0169 OH setara sekitar 59 m² rangka per tukang per hari (hitungan redaksi: 1 ÷ 0,0169). Menurut kami angka ini optimistis untuk rumah tinggal dengan bentang kecil dan banyak potongan.
Atap rumah yang memakai jurai di sebagian bidang paling aman dihitung terpisah: bidang pelana dengan 2.1.1.1, bidang limasan dengan 2.1.1.2.
Contoh Hitung Atap Rumah Kecil dan Besar
Simulasi ini memakai atap pelana 30°, rangka C75, genteng metal, dan nok sepanjang 6 m (36 m²) serta 10 m (90 m²). Semua angka simulasi sudah termasuk keuntungan 10%.Komponen Atap 36 m² datar Atap 90 m² datar Luas bidang miring 41,6 m² 103,9 m² Rangka pelana Rp9.450.945 Rp23.627.363 Genteng metal Rp4.418.782 Rp11.046.956 Nok metal Rp807.763 Rp1.346.272 Total + keuntungan 10% Rp16.145.240 Rp39.622.650 Bila salah pakai luas datar Rp14.101.230 Rp34.512.624 Bila seluruhnya jurai/limasan Rp27.724.260 Rp68.570.200
Memakai luas datar membuat RAB rumah kecil kurang sekitar Rp2 juta dan rumah 90 m² kurang Rp5,1 juta. Per m² denah, hasilnya sekitar Rp448.000 (36 m²) dan Rp440.000 (90 m²).
Angka di atas belum termasuk bongkar atap lama, plafon, talang, dan lisplang. Untuk renovasi total, bandingkan dengan rincian biaya ganti atap baja ringan, lalu cek harga terbaru di daftar harga bahan bangunan Jakarta 2026.
Mengapa Hasil AHSP Berbeda dari Penawaran Borongan
AHSP disusun untuk perkiraan biaya, termasuk proyek pemerintah. Ia menghitung empat jenjang tenaga dengan upah resmi, ditambah keuntungan 10–15%, sementara tukang borongan biasanya mematok satu harga per m².
Ada tiga sumber selisih yang sering muncul. Pertama, dasar luas: datar atau miring. Kedua, bentuk atap: pelana dan limasan punya koefisien tenaga yang berbeda jauh.
Ketiga, spesifikasi baja. AHSP pelana menyebut C75 tebal 1 mm untuk batang utama; penawaran murah sering memakai 0,75 mm untuk semua batang. Upah lapangan juga bisa berbeda dari Kepgub, seperti dibahas di upah tukang Jakarta 2026.
Sebelum menyetujui penawaran, cek empat hal berikut.
- Minta penawar menulis luas bidang atap miring, bukan hanya luas bangunan.
- Pastikan tebal C75 batang utama dan reng tertulis di penawaran.
- Pisahkan harga bidang pelana, bidang limasan, dan nok per meter.
- Cocokkan harga C75 1 mm dengan toko, karena data survei yang tersedia masih tahun 2025.
Dengan empat butir itu, Sobat JB bisa membandingkan penawaran tukang dengan patokan AHSP secara adil, bukan sekadar membandingkan angka per m² yang dasarnya berbeda.






