Mana lebih murah, kusen kayu atau aluminium? Menurut simulasi AHSP pekerjaan kusen pintu dan jendela dengan upah DKI 2026, aluminium 4 inci sekitar 21% lebih murah daripada kayu kelas II: Rp150.638 lawan Rp190.910 per meter lari. Untuk satu pintu 90 × 210 cm, simulasinya Rp768.254 untuk aluminium dan Rp973.641 untuk kayu, sebelum biaya umum.
Koefisiennya berasal dari Lampiran VI SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026 butir 3.11.3. Upah harian memakai Kepgub DKI 1142/2025, dan harga bahan memakai median survei katalog Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI, dicek 24 Oktober 2026.
| Bahan kusen | Per m’ | Pintu 90 × 210 | Jendela 60 × 120 |
|---|---|---|---|
| Kayu kelas II, 6/12 | Rp190.910 | Rp973.641 | Rp687.276 |
| Kayu kelas III, 6/12 | Rp183.385 | Rp935.264 | Rp660.186 |
| Aluminium 4 inci | Rp150.638 | Rp768.254 | Rp542.297 |
Dengan biaya umum 10%, angka simulasi itu menjadi Rp1.071.005 untuk pintu kayu kelas II dan Rp845.079 untuk pintu aluminium. Simulasi jendelanya menjadi Rp756.004 untuk kayu dan Rp596.526 untuk aluminium. Menurut format analisis SE 47/SE/Dk/2026, biaya umum dan keuntungan berada di rentang 10–15%.
Pola di grafik itu kebalikan satu sama lain. Pada kusen kayu, bagian biru (upah) lebih besar dari bahan. Pada aluminium, upah hanya sepotong kecil di bawah, karena hampir seluruh biaya ada di profil.
Koefisien AHSP Kusen Kayu per Meter Lari
SE 47/SE/Dk/2026 memuat empat analisis kusen kayu: kelas I dan kelas II/III, masing-masing untuk balok 6/12 dan 6/15. Keempatnya memakai koefisien tenaga yang sama per meter lari: pekerja 0,2857 OH, tukang kayu 0,1429 OH, kepala tukang 0,0143 OH, dan mandor 0,0048 OH.
Menurut katalog Bangun Jakarta yang mencantumkan dasar Kepgub DKI 1142/2025, upah harian pekerja Rp229.195, tukang kayu Rp241.112, dan kepala tukang Rp262.029 (dicek 24 Oktober 2026). Menurut katalog yang sama, upah mandor Rp277.239 (dicek 19 Oktober 2026). Hasil perkaliannya:
- Pekerja 0,2857 OH × Rp229.195 = Rp65.481
- Tukang kayu 0,1429 OH × Rp241.112 = Rp34.455
- Kepala tukang 0,0143 OH × Rp262.029 = Rp3.747
- Mandor 0,0048 OH × Rp277.239 = Rp1.331
- Jumlah upah per m’ = Rp105.014
Bahannya menurut butir 3.11.3.4: balok 0,0086 m³, paku 10 cm 0,1276 kg, dan lem kayu 1 kg per meter lari. Median survei Bangun Jakarta 2026 untuk balok 6/12 kayu kelas II adalah Rp4.725.000 per m³ (17 data), jadi baloknya Rp40.635 per m’.
Paku 5–12 cm belum ada di survei 2026, sehingga kami memakai median survei 2025 sebesar Rp18.500 per kg (Rp2.361 per m’). Lem kayu bermedian Rp42.900 per kg di survei 2026 (76 data). Total bahan simulasinya Rp85.896 per m’.
Ada dua hal yang mengejutkan dari angka SE 47/SE/Dk/2026 itu. Pertama, upah memakan 55% biaya kusen kayu dalam simulasi kami. Kedua, menurut butir 3.11.3.4, lem kayu dihitung 1 kg per meter lari, yang dalam simulasi senilai Rp42.900 dan hampir sama mahal dengan baloknya sendiri.
Satu catatan teknis: daftar butir di lampiran itu menulis satuan m³ untuk kusen kayu, padahal tabel analisisnya berjudul “1 m’”. Balok 6 × 12 cm sepanjang 1 m bervolume 0,0072 m³, jadi koefisien 0,0086 m³ hanya masuk akal per meter lari, dengan kelebihan sekitar 19% untuk sisa potong (hitungan kami).
Survei 2026 tidak memuat harga kayu kelas I, jadi kusen kelas I tidak kami simulasikan. Balok 6/12 kelas III bermedian Rp3.850.000 per m³ (23 data), sehingga kusennya Rp183.385 per m’, hanya Rp7.525 lebih murah dari kelas II.
Kusen 6/15 memakai balok 0,0108 m³ per m’ menurut butir 3.11.3.5. Data survei balok 6/15 kelas II hanya dua dengan median Rp8.820.000 per m³, jadi simulasi Rp245.531 per m’ itu sebaiknya dianggap kasar.
Kusen Aluminium dan UPVC
Butir 3.11.3.1 SE 47/SE/Dk/2026 hanya mengatur pemasangan kusen aluminium, bukan pembuatannya. Koefisien tenaganya kecil: pekerja dan tukang aluminium masing-masing 0,043 OH per meter lari, kepala tukang 0,004 OH, dan mandor 0,001 OH.
Katalog Bangun Jakarta mencatat upah tukang aluminium Rp262.029 per hari. Dengan upah itu, simulasi upah pemasangan kusen aluminium hanya Rp22.448 per m’, kurang dari seperempat upah kusen kayu.
Bahannya adalah profil aluminium 4 inci 1,10 m, sekrup fixer 2 buah, dan sealant 0,06 tube per meter lari. Median survei 2026 untuk profil 4 inci Rp112.600 per m (19 data), set fisher dan sekrup Rp200 per buah, sedangkan silicone sealant Rp65.500 per tube dari survei 2024 (hanya satu data).
Total bahan simulasinya Rp128.190 per m’, dan profilnya saja Rp123.860, atau sekitar 82% dari seluruh biaya kusen aluminium. Rentang harga profil di survei 2026 pun lebar, Rp72.200–Rp158.600 per m, jadi merek dan ketebalan profil paling menentukan.
uPVC berbeda cara hitungnya. SE 47/SE/Dk/2026 tidak punya analisis kusen uPVC per meter lari. Yang ada adalah pemasangan satu unit lengkap, misalnya jendela kaca uPVC 1 daun 0,79 × 1,30 m (butir 3.11.2.4) dan pintu uPVC lebar 80 cm (butir 3.11.1.18).
Median survei Bangun Jakarta 2025 untuk jendela kaca uPVC 1 daun ukuran itu Rp2.122.200 (3 data), sudah termasuk daun dan kaca. Ditambah upah pasang Rp43.700 dari koefisien butir 3.11.2.4, simulasinya Rp2.165.900 per unit sebelum biaya umum.
Pintu uPVC lebar 80 cm bermedian Rp1.192.500 di survei 2025, tetapi datanya hanya dua. Jadi, angka uPVC di sini tidak bisa dibandingkan langsung dengan kusen kayu atau aluminium yang belum berdaun.
Menurut kami, uPVC masuk akal bila kamu memang membeli jendela jadi dari aplikator. Untuk rumah yang daunnya masih kayu atau kaca mati, pilihan riilnya tetap kayu atau aluminium.
Kebutuhan Kusen Rumah Tipe 36 dan 45
Contoh simulasi ini memakai asumsi kami sendiri: rumah tipe 36 punya 4 kusen pintu dan 4 kusen jendela, tipe 45 punya 5 pintu dan 6 jendela. Semua pintu dihitung 90 × 210 cm (5,1 m’) dan semua jendela 60 × 120 cm (3,6 m’), diukur dari lubang tanpa tanduk.

Hasil simulasinya, sudah termasuk biaya umum 10% dan baru mencakup kusen, dengan koefisien SE 47/SE/Dk/2026 dan harga survei Bangun Jakarta:
- Simulasi tipe 36 (34,8 m’): kayu kelas II Rp7.308.035, kayu kelas III Rp7.019.980, aluminium Rp5.766.424
- Simulasi tipe 45 (47,1 m’): kayu kelas II Rp9.891.047, kayu kelas III Rp9.501.180, aluminium Rp7.804.557
Untuk tipe 36 dengan kusen kayu, koefisien SE 47/SE/Dk/2026 memberi kebutuhan balok 0,299 m³, sekitar 5 OH tukang kayu, dan 9,9 OH pekerja. Tipe 45 butuh 0,405 m³ balok, 6,7 OH tukang, dan 13,5 OH pekerja.
Hasil simulasi tipe 36 dengan kayu kelas II, Rp7,3 juta, baru mencakup kusen. Daun pintu, kaca, engsel, kunci, dan pelitur dihitung di butir lain. Harga bahan pelengkap tersebut bisa kamu cek di daftar harga bahan bangunan Jakarta 2026.
Ganti jumlah dan ukuran kusen di kalkulator berikut. Koefisien dan harganya sama dengan tabel di atas, dan biaya umum bisa kamu atur 0–15 persen.
Kalkulator Kusen Pintu dan Jendela
Upah dan bahan kusen per meter lari dari koefisien AHSP SE 47/SE/Dk/2026 Lampiran VI butir 3.11.3, upah DKI 2026 (Kepgub 1142/2025), dan median harga survei Bangun Jakarta (balok 6/12 kelas II Rp4.725.000/m³, kelas III Rp3.850.000/m³, profil aluminium 4 inci Rp112.600/m).
Simulasi patokan resmi, bukan harga borongan pasar. Hanya kusen: belum termasuk daun pintu/jendela, kaca, engsel, kunci, cat atau pelitur, dan bongkar kusen lama. Upah kusen kayu Rp105.014/m' dan aluminium Rp22.448/m' adalah hasil koefisien AHSP × Kepgub DKI 1142/2025.
Contoh simulasi: 4 pintu 5,1 m' dan 4 jendela 3,6 m' dengan kayu kelas II serta biaya umum 10% menghasilkan perkiraan Rp7.308.035. Dalam simulasi itu, upahnya Rp3.654.487 dan bahannya Rp2.989.181 sebelum biaya umum.
Rayap, Lembap, dan Muai di Rumah Jakarta
Selisih simulasi sekitar Rp1,5 juta pada tipe 36 bukan satu-satunya pertimbangan. Kusen kayu bisa diserang rayap dan serangga perusak kayu, terutama di bagian bawah tiang pintu yang menempel ke lantai dan sering terkena air pel.
Kayu yang dipasang masih basah juga cenderung menyusut dan melengkung, sehingga daun pintu macet atau celahnya melebar. Mintalah balok kering dan pengawetan antirayap sebelum kusen dipasang, terutama untuk kamar mandi dan pintu belakang.
Aluminium tidak dimakan rayap dan tidak membusuk. Kelemahannya ada di sambungan: sealant yang retak membuat air hujan merembes ke dinding di sekitar jendela, terutama di sisi rumah yang terkena tampias.
Kusen yang dipasang setelah dinding berdiri juga menuntut lubang yang rapi. Bila pasangan bata miring, celahnya diisi plester tebal, jadi hitungan upah pasang bata per m2 ikut menentukan hasil akhir kusen.
Yang Perlu Kamu Putuskan Sebelum Pesan Kusen
Kamper, meranti, atau jati? Survei Bangun Jakarta mencatat harga per kelas kayu, bukan per jenis. Saat toko menawarkan "kayu kelas II", tanyakan jenis kayunya dan minta harga per m³ tertulis, lalu bandingkan dengan median survei Bangun Jakarta Rp4.725.000 per m³ tadi.
Borongan per unit atau per meter lari? Tukang sering menawar kusen per unit. Kalikan dulu panjang kusennya, lalu bandingkan dengan patokan simulasi Rp190.910 per m' untuk kayu kelas II atau Rp150.638 untuk aluminium.
Siapa yang membeli bahan? Dalam simulasi kami, profil adalah 82% biaya kusen aluminium. Bila kamu membeli profil sendiri, tulis merek dan ketebalannya di kesepakatan supaya tidak ditukar dengan profil yang lebih tipis.






