Jakartabuilding.id – Untuk 1 m² dinding, AHSP Kementerian PUPR menghitung 70 bata merah, 12,5 batako berlubang tebal 10 cm, atau 8,4 bata ringan. Jumlah buahnya berbeda jauh, dan begitu juga jenis adukannya.
Sobat JB, angka itu berasal dari Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) bidang Cipta Karya, pedoman yang dipakai untuk menyusun anggaran pekerjaan konstruksi. Di bawah ini perbandingan ketiganya dan hitungan untuk satu kamar 3 × 3 meter.
Kebutuhan Bata per Meter Persegi

Angka di tabel diambil dari lampiran AHSP bidang Cipta Karya dan Perumahan pada Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022, untuk dinding dengan adukan 1 semen : 4 pasir. Pedoman ini kemudian diganti Permen PUPR 8/2023, tetapi jumlah buah per m² terutama ditentukan ukuran bata.Material Ukuran di AHSP Buah per m² Semen per m² Bata merah, tebal ½ bata 5 × 11 × 22 cm 70 11,5 kg Batako berlubang (HB10) tebal 10 cm 12,5 12,13 kg Bata ringan tebal 7,5 atau 10 cm 8,4 memakai mortar siap pakai
Pasangan batako di AHSP juga memakai besi angker Ø8 mm sebanyak 0,28 kg per m², sesuatu yang tidak ada pada dua material lainnya.
Perbandingan Tiga Material
Ketiganya sama-sama dipakai untuk dinding pengisi rumah, bukan untuk menahan beban struktur.
1. Bata Merah

Bata merah ukuran 5 × 11 × 22 cm butuh 70 buah per m² untuk dinding setebal setengah bata. Dengan adukan 1 : 4, AHSP mencatat 11,5 kg semen dan 0,043 m³ pasir pasang per m².
Jumlah buah yang banyak berarti sambungan adukan juga banyak. Menurut saya, inilah alasan pekerjaan bata merah sangat bergantung pada ketelitian tukang menjaga dinding tetap tegak lurus.
2. Batako Berlubang

Batako berlubang tebal 10 cm butuh 12,5 buah per m², dengan semen 12,13 kg pada adukan 1 : 4. AHSP juga memasukkan besi angker Ø8 mm 0,28 kg per m².
Ukurannya yang besar membuat dinding cepat naik, tetapi lubangnya perlu diperhatikan saat memasang instalasi listrik dan paku.
3. Bata Ringan

Bata ringan tebal 7,5 cm maupun 10 cm sama-sama dihitung 8,4 buah per m² di AHSP. Perekatnya bukan adukan semen-pasir biasa, melainkan mortar siap pakai atau semen instan.
Tapi bukankah bata ringan pasti lebih murah karena buahnya sedikit? Belum tentu. Harga per buah dan harga mortar siap pakai juga ikut menentukan, jadi bandingkan harga per m², bukan per buah.
Hitungan untuk Kamar 3 × 3 Meter

Misalnya kamar 3 × 3 meter dengan tinggi dinding 3 meter, satu pintu 0,8 × 2 m, dan satu jendela 1 × 1,2 m. Luas dinding bersihnya 36 m² dikurangi 2,8 m², yaitu 33,2 m².
Dengan koefisien AHSP, kamar ini butuh sekitar 2.324 bata merah, 415 batako, atau 279 bata ringan. Kebutuhan semennya sekitar 382 kg untuk bata merah dan 403 kg untuk batako, atau masing-masing sekitar 7,6 dan 8,1 sak 50 kg.
Angka ini belum termasuk cadangan bata yang pecah selama pengiriman dan pemasangan.
Dari ketiganya, mana yang paling cocok dengan tukang dan anggaran di rumahmu?


