Jakartabuilding.id – Tahun lalu, keramik lantai 40 × 40 cm kasar di survei harga Pemprov DKI tercatat Rp11.900 per buah, dan tahun ini turun menjadi Rp10.000. Sobat JB yang sedang menimbang lantai vinyl vs keramik perlu tahu bahwa harga ubin bukan lagi penentu utama, karena upah pasang dan bahan perekatnya sering lebih mahal.
Hitungan redaksi menempatkan keramik 40 × 40 terpasang di sekitar Rp205.500 per m², hampir sama dengan vinyl plank 3 mm Rp220.400. Parket kayu solid sekitar Rp536.300, lebih dari dua setengah kali keramik. Rinciannya, simulasi dua ukuran ruang, dan pilihan per ruang ada di bawah.
Harga Lantai Terpasang per Meter Persegi

Keramik dan parket dihitung dari harga survei Bangun Jakarta milik DCKTRP DKI, koefisien AHSP Kementerian PU, upah 2026, dan keuntungan 10%. Vinyl belum ada di AHSP, jadi redaksi memakai harga toko dan ongkos pasang pasar.
1. Keramik Lantai

Keramik 40 × 40 kasar tercatat Rp10.000 per buah (2026) dan butuh 6,563 buah per m². Ditambah semen, pasir, semen warna untuk nat, dan upah sekitar Rp56.500, totalnya sekitar Rp205.500 per m².
Keramik 60 × 60 tercatat Rp39.500 per buah di survei 2025, dengan 2,917 buah per m². Upahnya lebih besar, sekitar Rp80.300, sehingga totalnya sekitar Rp286.200 per m².
2. Vinyl Plank dan Ubin Vinyl

Toko bangunan mencatat vinyl Taco tebal 2 mm sekitar Rp123.500 per m² dan tebal 3 mm sekitar Rp167.000 per m² (Januari 2026). Ongkos pasangnya Rp40.000–50.000 per m².
Dengan cadangan potong 5% dan ongkos pasang Rp45.000, vinyl 2 mm sekitar Rp174.700 per m² dan vinyl 3 mm Rp220.400. Ubin vinyl 30 × 30 cm yang dilem tercatat Rp6.800 per buah di survei DKI 2026, sehingga totalnya hanya sekitar Rp124.300 per m².
3. Parket Kayu Solid

Parket kayu jati atau merbau tebal 12 mm dijual mulai Rp205.000 per m² (2026). AHSP memakai 1,05 m² parket dan 0,35 kg lem kayu per m², dengan upah 0,7 hari pekerja dan 0,35 hari tukang.
Upahnya saja sekitar Rp257.200 per m², hampir setengah dari total Rp536.300. Inilah alasan parket jauh lebih mahal daripada lantai lain, bukan semata harga kayunya.
Simulasi Kamar dan Ruang Keluarga

Untuk kamar 3 × 3 m seluas 9 m², anggarannya sekitar Rp1,1 juta untuk ubin vinyl, Rp1,6 juta vinyl 2 mm, Rp1,8 juta keramik 40 × 40, Rp2,0 juta vinyl 3 mm, Rp2,6 juta keramik 60 × 60, dan Rp4,8 juta parket.
Untuk ruang keluarga 4 × 5 m seluas 20 m², angkanya Rp2,5 juta, Rp3,5 juta, Rp4,1 juta, Rp4,4 juta, Rp5,7 juta, dan Rp10,7 juta. Semua belum termasuk plint dan pembongkaran lantai lama.
Pilihan untuk Tiap Ruang

Kamar mandi, dapur, dan teras tetap paling aman memakai keramik, karena tahan air dan tidak bergantung pada lem. Pilih permukaan kasar untuk area basah agar tidak licin. Untuk anggaran kamar mandi lengkap, lihat artikel biaya renovasi kamar mandi.
Kamar tidur dan ruang kerja cocok untuk vinyl plank. Permukaannya lebih hangat di kaki dan tidak berbunyi keras saat kursi digeser.
Menurut saya, parket solid paling masuk akal untuk ruang yang memang ingin ditonjolkan, seperti ruang tamu atau ruang keluarga, dan bukan untuk seluruh rumah. Kayu juga perlu dijauhkan dari pintu yang sering terkena tempias hujan.
Renovasi Tanpa Bongkar

Vinyl plank bisa dipasang di atas keramik lama yang masih rata dan kuat, sehingga tidak perlu membongkar lantai. Untuk renovasi kamar di rumah yang sudah dihuni, ini menghemat waktu, debu, dan biaya angkut puing.
Syaratnya, nat keramik lama harus diratakan dan tidak ada ubin yang kopong. Ketinggian lantai juga naik sekitar 2–3 mm, jadi cek celah di bawah daun pintu sebelum memesan.
Untuk gambaran biaya renovasi lain seperti cat dan plafon, lihat artikel biaya renovasi rumah 2026.
Kelemahan yang Jarang Disebut

Tapi bukankah vinyl tahan air? Permukaannya memang tahan air, tetapi vinyl yang dilem bisa terangkat bila lantai dasarnya lembap dari bawah. Rumah di Jakarta yang lantainya sering dingin dan berembun di musim hujan sebaiknya mengecek kelembapan lantai dulu.
Keramik juga punya kelemahan: ubin yang kopong atau retak sulit diganti dengan motif yang sama beberapa tahun kemudian. Saya tidak akan membeli keramik tanpa menyimpan cadangan satu dus di gudang.
Artikel ini belum membahas lantai teras, carport, dan tangga, karena beban dan kebutuhan antiselipnya berbeda; itu bahasan tersendiri.






