Jakartabuilding.id – Bata merah Rp650 per buah terlihat jauh lebih murah daripada bata ringan Rp7.300. Sobat JB, membandingkan harga bahan bangunan Jakarta per buah seperti ini adalah kesalahan paling umum, karena per meter persegi dinding, bata ringan justru lebih murah.
Di bawah ini daftar harga bahan bangunan 2026 dari survei resmi Pemprov DKI, beda harganya di lima wilayah kota, dan cara menghitungnya per meter persegi.
Sumber Data Harga

Semua harga di bawah adalah median hasil survei 2026 di katalog portal Bangun Jakarta milik Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI. Survei ini mencatat harga per merek dan per wilayah kota, sehingga satu bahan bisa punya puluhan data.
Median dipakai karena tidak terpengaruh satu-dua harga yang ekstrem. Angka n di bawah menunjukkan berapa banyak data survei untuk bahan itu.
Daftar Harga Bahan Bangunan 2026
Harga belum termasuk ongkos kirim ke lokasi dan bisa berbeda dengan harga toko bangunan di dekat rumahmu.
1. Semen, Pasir, dan Batu Split

Semen portland tercatat Rp1.500 per kg (n=113), dengan rentang Rp1.200–1.800. Data per sak 40 kg masih sedikit (n=4), dengan median Rp52.350.
Pasir pasang Rp525.000 per m³ (n=52), pasir beton Rp500.000 per m³ (n=56), dan pasir urug Rp425.000 per m³ (n=8). Batu split atau kerikil Rp600.000 per m³ (n=57).
2. Bata Merah dan Bata Ringan

Bata merah Rp650 per buah (n=60). Bata ringan tebal 10 cm Rp7.300 per buah (n=68) dan tebal 7,5 cm Rp5.500 per buah (n=49).
Mortar instan perekat bata ringan tercatat Rp2.800 per kg (n=86). Perhitungan per meter persegi dinding ada di bagian akhir artikel ini.
3. Besi Beton

Besi beton ulir 10 mm Rp10.200 per kg, 13 mm Rp10.000 per kg, dan 16 mm Rp10.300 per kg. Diameter 19 mm naik ke Rp11.900 per kg.
Besi polos 8 mm dan 10 mm masing-masing Rp10.300 dan Rp10.200 per kg. Cek juga beratnya per meter sesuai SNI, karena besi banci yang lebih ringan sering dijual dengan label diameter yang sama.
4. Keramik Lantai

Keramik lantai 40 × 40 cm permukaan kasar Rp10.000 per keping (n=40), dan yang mengilap Rp11.000 per keping (n=29). Satu meter persegi butuh sekitar 6,5 keping.
Menurut saya, selisih Rp1.000 per keping ini kecil dibanding kenyamanan, tetapi untuk lantai kamar mandi tetap pilih permukaan kasar agar tidak licin.
5. Baja Ringan dan Genteng Metal

Baja ringan profil C75 tebal 0,75 mm Rp100.000 per batang (n=68). Genteng metal tercatat Rp43.000 per m² (n=31) dan nok genteng metal Rp30.000 per buah (n=11).
6. Kayu dan Cat

Kaso 5/7 kayu kelas III Rp3.550.000 per m³ dan balok 6/12 kayu kelas II Rp4.725.000 per m³. Harga kayu sangat bergantung pada kelas kekuatannya.
Cat tembok interior tercatat Rp41.250 per kg (n=168), salah satu bahan dengan data survei terbanyak.
Beda Harga per Wilayah

Semen hampir seragam di lima wilayah kota, yaitu Rp1.500 per kg, kecuali Jakarta Selatan Rp1.550. Bahan curah seperti pasir dan batu split justru paling bervariasi.
Pasir pasang termurah di Jakarta Utara Rp455.000 per m³ dan termahal di Jakarta Pusat Rp599.000, selisih sekitar 32%. Batu split di Jakarta Pusat Rp775.000 per m³, sekitar 38% lebih mahal daripada Jakarta Utara.
Besi ulir 13 mm paling murah di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, Rp9.200 per kg, dan paling mahal di Jakarta Pusat, Rp11.100. Bata ringan 10 cm hanya berselisih sekitar 7%, dari Rp6.800 sampai Rp7.300.
Hitung per Meter Persegi, Bukan per Buah
Pedoman analisis harga pekerjaan Kementerian PU menghitung 8,75 bata ringan 10 cm dan 3,429 kg mortar untuk 1 m² dinding. Dengan harga survei DKI, bahannya sekitar Rp73.000 per m².
Dinding bata merah setengah batu butuh 71,91 bata, 11,5 kg semen, dan 0,043 m³ pasir per m². Bahannya sekitar Rp87.000 per m², lebih mahal daripada bata ringan.
Tapi bukankah bata merah lebih kuat dan lebih kedap suara? Bisa jadi, tetapi itu soal pilihan kualitas, bukan soal harga. Perbandingan lengkap kedua bahan ada di artikel bata merah, bata ringan, dan batako.
Cek lagi daftar ini saat Pemprov DKI memperbarui hasil survei harga untuk 2027.



